Tag Archives: Pandangan Allah

Yehezkiel 11:1-13

「Pemimpin yang menyembah berhala」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 11:1-13 [ITB])
1 Lalu Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pintu gerbang Timur dari rumah TUHAN, pintu yang menghadap ke sebelah timur. Lihat, di dalam pintu gerbang itu ada dua puluh lima orang dan di antara mereka kulihat Yaazanya bin Azur dan Pelaca bin Benaya, yaitu pemimpin-pemimpin bangsa.
2 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, inilah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan menaburkan nasihat jahat di kota ini, 3 yang mengatakan: Bukankah belum lama berselang rumah-rumah kita dibangun kembali? Kota inilah periuk dan kita dagingnya. 4 Oleh sebab itu bernubuatlah melawan mereka, bernubuatlah, hai anak manusia!
5 Maka Roh TUHAN meliputi aku dan TUHAN berfirman kepadaku: Katakanlah: Beginilah firman TUHAN: Kamu berkata-kata begini, hai kaum Israel, dan Aku tahu apa yang timbul dalam hatimu. 6 Orang-orang yang kamu bunuh di kota ini bertambah banyak dan kamu penuhi jalan-jalannya dengan mereka. 7 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Orang-orang yang kamu bunuh di kota ini, merekalah dagingnya dan kota inilah periuk, tetapi kamu akan Kugiring keluar dari dalamnya. 8 Kamu takut kepada pedang, tetapi Aku akan mendatangkan pedang atasmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 9 Aku akan menggiring kamu keluar dari dalamnya dan menyerahkan kamu di tangan orang-orang asing dan menjatuhkan hukuman-hukuman kepadamu. 10 Kamu akan berebahan karena pedang dan di tanah Israel Aku akan menghukum kamu; dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN. 11 Kota ini tidak akan menjadi periuk bagimu ataupun kamu seakan-akan daging di dalamnya; di tanah Israel Aku akan menghukum kamu. 12 Dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, karena kelakuanmu tidak selaras dengan ketetapan-ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku tidak kamu lakukan; bahkan engkau melakukan peraturan-peraturan bangsa-bangsa yang di sekitarmu.』」
13 Maka sedang aku bernubuat, matilah Pelaca bin Benaya. Lalu aku sujud dan berseru dengan suara nyaring, kataku: Aduh, Tuhan ALLAH, apakah Engkau menghabiskan sisa Israel?

Pesan dalam paragraf ini melimpah, kita akan merenungkan dalam dua hari, dan hari ini kita akan merefleksikan tentang para pemimpin yang disebutkan dalam paragraf ini.

Ayat 1 menyebutkan bahwa Roh Allah mengangkat Yehezkiel dan membawanya ke gerbang timur Bait Suci, yang merupakan pintu masuk utama Bait Suci. Pengalaman diangkat oleh roh ini sama dengan pengalaman Yehezkiel sebelumnya (Yeh. 8:3), jadi ini mungkin termasuk dalam pengalaman yang sama dengan pasal 8 – 10, tetapi bisa juga merupakan pengalaman diangkat oleh roh yang lain. Tetapi bagaimanapun juga, Roh Allah mengangkat nabi Yehezkiel ke Bait Suci, mengharapkan dia melihat para pemimpin ini dari sudut pandang Allah. Orang-orang mungkin menganggap para pemimpin ini sebagai pilar penting untuk keselamatan Yehuda, serta kesalehan dan teladan tentang mencintai Allah, namun sudut pandang manusia seringkali tidak lengkap, karena para pemimpin ini pandai menutupi kejahatan mereka sendiri dan menggunakan penampilan luar yang indah untuk melepaskan diri dari dosa-dosa mereka. Namun, Yehezkiel dipilih oleh Allah dan memiliki kesempatan diangkat oleh Roh Allah untuk melihat dari sudut pandang Allah, semua perbuatan jahat para pemimpin itu telanjang di depan Yehezkiel, dapat diyakini bahwa ini sangat mengejutkan Yehezkiel. Ternyata manusia melakukan, dan Allah benar-benar melihat serta memperhatikan.

Ayat 1 menyebutkan bahwa ada dua puluh lima orang di pintu gerbang timur Bait Suci. Hal ini mengingatkan pembaca akan berita serupa yang disebutkan di teks sebelumnya (Yeh. 8:16). Dua puluh lima orang ini berada di pintu masuk, serambi dan mezbah di Bait Suci TUHAN, dengan punggung membelakangi TUHAN, mereka menyembah matahari di timur, TUHAN juga telah berkata bahwa mereka melakukan perbuatan-perbuatan keji di antara orang-orang Yehuda, dan bahwa mereka juga melakukan kekerasan, telah membangkitkan amarah Allah (Yeh. 8:17). Oleh karena itu, dua puluh lima orang ini adalah penyembah berhala dan orang yang kejam, kesalahan agama mereka telah menyebabkan kerusakan moral mereka, penampilan saleh mereka di Gerbang Timur menjijikkan, dan penampilan saleh mereka menyembunyikan motif jahat untuk melakukan kekerasan, adalah sekelompok orang-orang munafik.

Selain itu, ayat 1 secara khusus menyebutkan nama dua orang pemimpin. Yang pertama adalah Yaazanya bin Azur, yang mungkin bukan orang yang sama dengan Yaazanya bin Safan yang disebutkan di atas (Yeh. 8:11), karena nama ayah mereka berbeda, tetapi dalam bahasa Ibrani, kata bin (anak) dapat diartikan sebagai anak cucu, jadi ada mungkin antara Safan dan Azur adalah hubungan ayah-anak, dan salah satu dari mereka mungkin adalah kakek dari Yaazanya, tetapi bagaimanapun apakah itu Yaazanya yang sama atau dua orang yang berbeda, yang pasti orang ini merupakan pemimpin setelah 597 SM, adalah orang yang dikenal Yehezkiel. Pelaca bin Benaya adalah pemimpin lain yang dicatat dalam ayat 1, orang ini memiliki peran yang lebih menonjol dalam pasal ini, karena ayat 13 menyebutkan orang ini lagi dan menunjukkan bahwa ketika Yehezkiel mengucapkan kata-kata dari Allah, orang tersebut langsung mati, dapat diperkirakan bahwa kata-kata Allah tersebut ditujukan kepada orang ini. Dapat terlihat bahwa para petinggi Yaazanya dan Pelaca pada waktu itu merupakan orang-orang yang hendak dipukul oleh Allah, mereka secara penampilan luar seperti takut hormat terhadap Allah, dan terlihat memiliki penampilan yang saleh, tetapi mereka adalah penyembah berhala dan orang-orang kejam pelaku kekerasan. Mereka mengira bisa bersembunyi dari langit dan menutupi mata manusia lain, tetapi Yehezkiel melihat kebenaran dari mata pandang Allah – kebobrokan para pemimpin yang sangat dihormati ini.

Renungkan:
Sebagai pemimpin (di rumah, di lingkungan sekitar, di tempat usaha, dll), kita semua perlu kesadaran bahwa Allah melihat, agar memastikan bahwa kita berkenan kepada Tuhan dan menjauh dari kejahatan. Jika kita masih hidup dengan persekongkolan, berdoa agar kita semua memiliki keberanian untuk bertobat, menghentikan hal-hal yang buruk dan kembali kepada kebenaran. Apakah kita bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 1:47

「Melihat Yesus, Yesus melihat, melihat diri sendiri」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:47 [ITB])
47 Kata Filipus kepadanya: Mari dan lihatlah!
Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!

Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: 「Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!」

Natanael akhirnya datang kepada Yesus — sama seperti setiap murid sejati, tanpa kecuali.

Teks tersebut menekankan bahwa Yesus juga melihat (Εἶδεν Eíden) Natanael. Seperti yang dikatakan kemarin, ini adalah pandangan Allah (visio Dei). Yesus melihat Natanael, Dia bukan hanya sekadar melihat. Kita tidak bisa meremehkan setiap Kristus melihat. Itu bukan melihat yang biasa-biasa saja, juga bukan melihat yang tidak disadari, yang tidak ada makna, atau sekadar melihat secara biologis atau fisik.

Kristus melihat Natanael, yang dilihat oleh Dia adalah Natanael secara utuh dan keseluruhan diri. Natanael, sebagai ciptaan Allah, roh, tubuh, dan penampilannya, semuanya merupakan milik Allah dan dikasihi oleh Tuhan. Kristus melihat Natanael, Dia tidak hanya melihat tubuh Natanael, tetapi juga jiwanya. Seperti yang dikatakan Perjanjian Lama: … Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati (1 Samuel 16:7). Kristus melihat hati Natanael , apa yang ada di dalam dia, seluruh keberadaan dari dirinya.

Benar bahwa penglihatan Tuhan, ini juga merupakan penglihatan Natanael. Natanael melangkah mengambil tindakan dan menerima ajakan Filipus: Mari dan lihatlah! Jadi dia datang dan melihat. Natanael melihat Kristus, dan Kristus melihat dia. Natanael tidak hanya melihat penampilan luar Yesus, ia juga melihat kemuliaan Kristus — bukan karena kemampuan Natanael, tetapi karena kemuliaan itu sendiri. Kemuliaan tidak akan luput dari perhatian penglihatan orang. Siapapun yang memiliki kesempatan untuk diterangi oleh kemuliaan ini pasti akan melihatnya.

Saat Natanael dan Kristus saling bertemu, justru saat itulah melihat pandangan Allah (visio Dei). Kita melihat Kristus, dan Kristus juga melihat kita. Tidak hanya demikian, melaluipandangan Allah (visio Dei), kita juga melihat diri kita sendiri. Di sini, Yesus Kristus sendiri berkata lihat (Ἴδε Íde). Kita bertanya, kepada siapa Dia berbicara? Jelas, Natanael juga telah melihat dirinya sendiri, Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!

Karena perjumpaan dengan Kristus, karena melihat ini, maka dia melihat dirinya lebih lagi.

Renungkan:
Kristus telah melihat Anda. Anda telah melihat Kristus. Selama kita haus untuk melihat Dia dan menanggapi ajakan Mari dan lihatlah!, Kita pasti akan dapat melihat. Kita hanya perlu melihat dengan tenang dan pasif untuk membiarkan Kristus melihat hati kita. Kita juga pasti akan dapat melihat, dalam perjumpaan ini kita lebih bisa melihat diri kita sendiri sampai bagian yang terdalam.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:46B

「Lihat!」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:47A [ITB])
47A Kata Filipus kepadanya: Mari dan lihatlah!

Call of Nathaniel

Filipus mencoba memulai dialog agama dengan Natanael. Namun, dia gagal.

Filipus kehabisan cara. Dia mencoba untuk menggunakan upaya terbaiknya, melalui metode mengandalkan otoritas dan kebijaksanaan dunia untuk mencoba meyakinkan orang bahwa Yesus adalah Kristus. Namun, upaya tersebut gagal. Masalahnya bukan pada Filipus sendiri — bukan kemampuannya, bukan kebijaksanaannya, bukan cara komunikasinya, tetapi didasarkan pada ketidakmungkinan mendasar: dialog agama antara orang tidak dapat membuat orang memahami Kristus dengan kata-kata semata.

Oleh karena itu, Filipus mengakhiri metode ini, dan dia hanya dapat kembali ke metode yang paling dasar, yaitu metode dirinya dan murid lainnya:
Datang dan lihatlah! (ἔρχου καὶ ἴδε érchou kaí íde)

Seperti ajakan Yohanes Pembaptis: lihatlah! (Ἴδε) (1:36), Filipus juga mengundang Natanael untuk melihat-Nya secara langsung. Yesus Kristus Sang terang bagi dunia. Dia datang ke dunia untuk menyinari semua orang di dunia. Dalam terang kemuliaan ini, mereka semua pasif. Cahaya sejati telah bersinar, orang-orang di dunia hanya melakukan satu hal dasar dan sederhana atas kemuliaan ini: lihatlah! Nyatanya, melihat adalah hal yang paling mendasar dan langsung. Itu bahkan tidak bisa disebut tindakan. Melihat adalah kontak paling mendasar antara jiwa terhadap dunia. Tidak memerlukan kekuatan apapun untuk melihat. Melihat adalah hubungan paling dasar antara orang yang melihat dan Terang mulia itu.

Oleh karena itu, kita memikirkan panggilan Yesus kepada dua murid Yohanes Pembaptis: Marilah kamu lihat (1:39) (ἔρχεσθε καὶ ὄψεσθε érchesthe kaí ópsesthe). Melihat adalah hasil yang tak terhindarkan, selama seseorang datang kepada Yesus, mereka akan dapat melihat kemuliaan Kristus. Tentu saja, di sini undangan Filipus ke Natanael sangat mendesak, dia menggunakan bentuk perintah imperatif dalam kedua frasa mari (datanglah) atau lihatlah. Hubungan kita dengan terang kemuliaan Kristus, di satu sisi kita bertindak pasif, ketika kita datang kepada Yesus, kita pasti dilihat oleh cahaya ini. Namun, di sisi lain kita bertindak aktif, pada saat yang bersamaan kita juga secara aktif melihat terang kemuliaan ini.

Seperti yang ditulis oleh teolog Jerman, Nicholas dari Cusa (1401–1464) dalam《De Visione Dei (Pandangan Allah)》, bahwa dalam hal Pandangan Allah, itu bukan hanya berbicara tentangmelihat Allah (objective genitive), tetapi juga tentang Allah melihat (subjective genitive).

Oleh karena itu, siapa pun yang berusaha untuk melihat terang kemuliaan Kristus, dan siapa pun yang secara aktif mencari Terang ini, ia pasti menemukan, dia terlebih dahulu diterangi oleh Terang ini dan dengan demikian ia dilihat.

Renungkan:
Terang Kristus selalu menerangi kita. Kita berada dalam kondisi pasif. Namun, kita berinisiatif membuka mata sekaligus menyaksikan Terang ini. Kombinasi inisiatif dan kepasifan ini adalah hubungan kita dengan Terang ini.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.