Tag Archives: Mazmur Kemenangan

Lukas 19:36-40

「Arti Raja yang sebenarnya!」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 19:36-40 [ITB])
36 Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan. 37 Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat. 38 Kata mereka: Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!
39 Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu.
40 Jawab-Nya: Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak.

Dalam perikop kemarin, kita berbicara tentang Raja Mesianik yang dijanjikan datang di akhir zaman, yakni yang mengendarai keledai, pewaris takhta Daud raja Yahudi. Dalam ayat hari ini, kita akan menemukan lebih jauh, apakah yang disebut Raja Mesianik sejati, atau bagaimana baru bisa disebut pewaris takhta raja Yahudi sejati, apakah dengan mengandalkan pedang? Atau mengandalkan …

Perikop ini merupakan catatan yang menunjukkan format deskripsi zaman itu ketika raja atau jenderal Romawi Yunani mengalahkan musuh, memasuki kota musuh, yakni yang disebut sebagai memasuki kota dengan kemenangan (triumphal entry). Ada dua unsur penting yang terlibat dalam deskripsi ini (lihat Sejarah Kuno Yahudi Ant.11.8.5 332-336, 1 Mak. 4:46-53):

  • rakyat menaikkan suara bersorak-sorai, menyambut raja yang menang masuk ke kota
  • raja atau jenderal yang menang akan mempersembahkan kurban di kuil untuk menunjukkan bahwa kemenangannya juga diberkati oleh para dewa setempat.

Tetapi dalam ayat hari ini, kita hanya melihat unsur pertama dari langkah kemenangan memasuki kota, Yesus tidak memberikan persembahan korban di Bait Suci, malah sebaliknya Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri. Karena itu, kita ingin bertanya mengapa walaupun Yesus tidak memberikan persembahan korban di Bait Suci, Ia masih masuk ke kota suci Yerusalem dalam format gambaran kemuliaan yang dikenal baik oleh publik ini?

Ketika kita melihat lebih dekat perikop hari ini, kita menemukan ayat 38 merupakan kutipan dari Maz. 118:26 untuk merangkum tindakan masuk ke kota dengan kemuliaan yang dilakukan Yesus. Referensi ini memunculkan aplikasi penting dalam memahami apa makna sebenarnya langkah Yesus memasuki kota dengan kemuliaan.

Ketika kita melihat dengan saksama seluruh Mazmur 118 (klik untuk membaca), kita akan menemukan bahwa Mazmur ini dapat dipandang sebagai mazmur kemenangan raja masuk kota, atau sebagai mazmur raja naik takhta. Kita sering berpikir bahwa ketika raja Daud memasuki kota bermakna ia membawa kemenangan dan raja besar menaklukkan dunia. Jika kita perhatikan Maz. 118:5-7 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. Lalu Maz. 118:10-11 Segala bangsa mengelilingi aku–demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur. Mereka mengelilingi aku, ya mengelilingi aku–demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur. Maz. 118:17-18 Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut. Dari sini akan kita menemukan alasan bahwa raja dipuji, bukan karena ia mampu menguasai dunia atau karena ia memiliki kekuatan dan kebijaksanaan militer. Namun peduli bahwa dalam semua kesusahan dan kesulitan, ia memiliki tekad bahwa ia menanggung semua itu untuk Allah, serta dalam prosesnya dia nyata menunjukkan bahwa ia bergantung pada TUHAN semesta alam.

Raja seperti itu sama sekali berbeda dari deskripsi zaman kuno daerah Timur Dekat atas raja yang naik takhta, para raja mereka diharapkan mampu seperti dewa, membawa rakyat hidup aman tenteram, sandang pangan yang berkelimpahan. Tetapi raja-raja Yahudi harus merendahkan hati, menjadi panutan teladan bagi rakyat, agar mereka dapat belajar bagaimana mengandalkan TUHAN, seperti yang dilakukan raja Yahudi.

Karena itu, deskripsi Lukas tentang masuknya Yesus ke kota adalah tepat menempatkan prafigur nubuat (typos) dari Mazmur 118 pada diri Yesus dan segala yang Ia alami di Yerusalem. (Prafigur nubuat / typos: adalah pra penggambaran atas pengulangan sesuatu yang ada atau terjadi kelak)

Renungkan:

Ketika semua orang bersorak pada Yesus sebagai raja, mereka tetap berhenti berada dalam ideologi sekuler, berpikir bahwa Yesus akan menjadi raja dunia memerintah atas semua negeri (menggulingkan penjajah Romawi). Namun, Lukas membawa kita kembali ke pembahasan raja dalam Mazmur, sehingga kita dapat melepaskan kebenaran yang kita pikir benar oleh diri kita sendiri.

Benarkah? Apakah kebenaran benar-benar membuat kita melepaskan semua pengistimewaan diri kita sendiri? (Merasa diri kitalah yang pantas)


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Keluaran 15:1-21

Menang. Nyanyian pujian bagi TUHAN

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 15:1-21 [ITB])
1 Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi:
Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN,
sebab Ia tinggi luhur,
………kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.
2 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku,
………Ia telah menjadi keselamatanku.
Ia Allahku, kupuji Dia,
………Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.
3 TUHAN itu pahlawan perang;
………TUHAN, itulah nama-Nya.
4 Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut;
………para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau.
5 Samudera raya menutupi mereka;
………ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
6 Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu,
………tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.
7 Dengan keluhuran-Mu yang besar Engkau meruntuhkan
………siapa yang bangkit menentang Engkau;
Engkau melepaskan api murka-Mu,
………yang memakan mereka sebagai tunggul gandum.
8 Karena nafas hidung-Mu segala air naik bertimbun-timbun;
………segala aliran berdiri tegak seperti bendungan;
………air bah membeku di tengah-tengah laut.
9 Kata musuh: Aku akan mengejar,
………akan mencapai mereka,
………akan membagi-bagi jarahan;
nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka,
………akan kuhunus pedangku;
………tanganku akan melenyapkan mereka!
10 Engkau meniup dengan taufan-Mu,
………lautpun menutupi mereka;
………sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang hebat.
11 Siapakah yang seperti Engkau,
………di antara para allah, ya TUHAN;
siapakah seperti Engkau,
………mulia karena kekudusan-Mu,
………menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur,
………Engkau pembuat keajaiban?
12 Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu;
………bumipun menelan mereka.
13 Dengan kasih setia-Mu
………Engkau menuntun umat yang telah Kautebus;
dengan kekuatan-Mu
………Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.
14 Bangsa-bangsa mendengarnya,
………merekapun menggigil;
………kegentaran menghinggapi penduduk tanah Filistin.
15 Pada waktu itu gemparlah para kepala kaum di Edom,
………kedahsyatan menghinggapi orang-orang berkuasa di Moab;
………semua penduduk tanah Kanaan gemetar.
16 Ngeri dan takut menimpa mereka,
………karena kebesaran tangan-Mu mereka kaku seperti batu,
………sampai umat-Mu menyeberang, ya TUHAN,
………sampai umat yang Kauperoleh menyeberang.
17 Engkau membawa mereka dan Kaucangkokkan mereka
………di atas gunung milik-Mu sendiri;
………di tempat yang telah Kaubuat kediaman-Mu, ya TUHAN;
………di tempat kudus, yang didirikan tangan-Mu, ya TUHAN.
18 TUHAN memerintah kekal selama-lamanya.
19 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut.
20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.
21 Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Keluaran 15:1-18 adalah Nyanyian Tepi Laut yang terkenal, yang dibuat setelah Musa memimpin bangsa Israel melepaskan diri dari kejaran tentara Firaun, mengalami keajaiban air laut terbelah. Pujian ini menggambarkan semua pengalaman mendebarkan dari pertempuran TUHAN untuk orang Israel, menghancurkan orang Mesir dengan tangan perkasa, dan orang Israel berjalan menyeberangi laut di tanah kering.

Nyanyian Musa ini menunjukkan tiga tema teologis yang penting: kemenangan TUHAN atas musuh-musuh-Nya (ayat 1-12), menetapkan Bait Suci sebagai pusat peribadatan (ayat 13-17), dan memerintah sebagai Raja kekal selama-lamanya (ayat 18). Fungsi sastra puisi ini tepat sebagai jembatan yang menghubungkan bagian pertama dari Keluaran (bebas dari perbudakan Mesir) dan bagian kedua (perjanjian Sinai dan pembangunan Kemah Suci).

Miryam memimpin para wanita bernyanyi, memukul rebana, menari dan memuji Allah (Kel. 15:20-21), membuat seluruh narasi Keluaran (Kel. Pasal 1 – 5) berakhir pada klimaks. Keluaran pasal 1 – 2 mencatat secara rinci partisipasi dua belas wanita dalam pekerjaan menyelamatkan orang Israel (dua bidan, ibu dan saudara perempuan Musa, putri Firaun, dan tujuh putri dari Yitro imam Midian), lalu di pasal 15 juga dengan pujian Miryam dan para wanita mengakhiri narasi keluaran, yang menunjukkan bahwa Allah sangat mementingkan partisipasi dan kontribusi wanita dalam karya keselamatan-Nya.

Dalam mitologi Timur Dekat kuno, ketika pertempuran para dewa berakhir, pemenang akan membangun kuil dan menjadi raja. Tema ini juga diadopsi dan muncul dalam nyanyian Musa. Paruh pertama Keluaran berbicara tentang keselamatan bangsa Israel, yang menunjukkan bahwa Allah adalah pemenang (pasal 1-15). Paruh kedua berbicara tentang mendirikan pusat-pusat ibadah: Gunung Sinai adalah tempat kudus sementara (Kel. pasal 19-24), dan Kemah Suci adalah tempat kudus (bait suci) bergerak (Kel. pasal 25-40)

Adapun tema TUHAN memerintah, terus berkembang dalam nyanyian-nyanyian pujian dalam Pentateukh (Lima Kitab Musa). Nyanyian kedua Bileam menjelaskan: … TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka (Bil. 23:21) dan dalam nyanyian kematian Musa dikatakan: Ia menjadi raja di Yesyurun (mengacu pada orang Israel), ketika kepala-kepala bangsa datang berkumpul, yakni segala suku Israel bersama-sama (Ul. 33:5).

Renungkan:
(1) Setiap tindakan Allah adalah anugerah, layak kita naikkan rasa syukur dan pujian kita: baik itu penciptaan oleh Dia dan pemeliharaan dari Dia, penyertaan dan pimpinan-Nya, penebusan dan pengampunan dosa dari Dia, menjaga dan mendidik disiplin.
(2) Trilogi pelayanan Yesus juga mencakup kemenangan atas musuh (salib), pendirian ibadah (gereja), dan kemuliaan sebagai Raja (datang kedua kali).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.