Tag Archives: Peran Wanita

Amos 4:1-3

Penghakiman Ke-2 atas Israel, (1) Menegur Wanita yang Kehilangan Pengaruh Baik
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 4:1-3 [ITB])
1 Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: bawalah ke mari, supaya kita minum-minum! 2 Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan. 3 Kamu akan keluar melalui belahan tembok, masing-masing lurus ke depan, dan kamu akan diseret ke arah Hermon, demikianlah firman TUHAN.

Laki-laki adalah kepala keluarga, tetapi perempuan adalah pilar penopang keluarga, terlepas dari tinggi atau rendahnya status mereka di masyarakat, perempuan memiliki pengaruh besar pada anak-anak, suami, dan pekerja yang ada di rumah, karena perempuan adalah bagian penting dari keluarga, sedangkan keluarga adalah struktur masyarakat yang paling mendasar, dampak mereka terhadap masyarakat tidak dapat diremehkan.

Basan adalah tanah tinggi di sebelah timur Sungai Yordan, tanahnya subur, rumput penggembalaan yang subur, dan sapi-sapi Basan sangat gemuk; nabi Amos di sini menggunakan sapi Basan di bukit Samaria untuk menggambarkan para wanita yang tinggal di kota Samaria, mungkin mereka adalah wanita kaya para bangsawan di ibu kota, istri para pejabat di istana, atau istri dan selir dari pengusaha kaya atau pemegang kuasa kedudukan di masyarakat, nabi Amos memanggil mereka untuk mendengarkan hukuman penghakiman Allah terhadap mereka. Mereka memiliki makanan dan tempat tinggal yang mewah yang dikumpulkan dari hasil menindas orang miskin. Mereka menggunakan kekuatan kepala rumah mereka (suami) untuk memeras darah dan keringat orang-orang miskin, mereka memerintahkan tuan-tuannya (para suami IMB, ISH, FAYH dan terjemahan Inggris, atau tuan keluarga / kepala keluarga CUV) mengambil anggur untuk berpesta pora, sikap arogan dan napas bicara yang besar, membuat orang merasakan kekejian yang menjijikkan.

Penghakiman didasarkan pada perjanjian Allah, Allah adalah kudus, umat-Nya harus kudus, tetapi para wanita di kota Samaria tidak berperilaku sebagai umat yang kudus, bahkan berbeda dua kutub yang sedemikian jauh, nabi Amos memperingatkan mereka akan datang masanya, dan hari itu justru adalah kebalikan dari pikiran benak Israel yang berpikir bangsa-bangsa asing akan rebah menyembah, dan Israel akan mendapat penebusan serta ditinggikan; justru kebalikannya yang terjadi, ketika hari itu tiba, Israel akan diadili karena dosa-dosa mereka, para wanita yang makmur seperti sapi betina Basan akan dikait oleh musuh dengan kail ikan, alat rapuh yang seperti itu akan dapat mengait mereka bersama-sama, para wanita ini satu per satu diseret keluar, bahkan tidak ada yang tersisa, mereka diseret keluar melalui tembok kota yang dirusak terbelah, diasingkan ke tanah Hermon, puncak salju sepanjang tahun di timur laut Samaria, tempat menangis dengan sedih, berseru-seru menjerit tanpa ada yang membukakan pintu.

Renungkan:
Wanita adalah penjaga keluarga, dibandingkan wanita pada waktu itu yang korup, bagaimana Tuhan yang kudus mengharapkan wanita hari ini berperilaku berpadanan dengan anugerah panggilan? Amsal 31:10-31 tentang Isteri yang bijak adalah contoh yang baik, perlu sering-sering dibaca, direnungkan, dan dipraktikkan dalam kehidupan.

Para wanita perlu memikirkan tentang hubungan dengan suami, apakah Anda mengarahkan suami Anda saleh mencintai Tuhan dan menghidupi umat kudus Allah? Ataukah seperti wanita Israel di masa lalu, berdosa bersama-sama suaminya, bersama-sama menindas orang miskin, sehingga mengarah kepada penghakiman Allah?

Para wanita yang masih seorang diri, bagaimana Anda kehidupan di rumah rohani dan memengaruhi serta membentuk anak-anak rohani Anda?

Para pria, bagaimana Anda dapat memengaruhi para wanita di keluarga Anda agar mereka mengasihi Tuhan dengan saleh dan menjalani kehidupan Isteri yang bijak dalam Amsal 31:10-31?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Keluaran 15:1-21

Menang. Nyanyian pujian bagi TUHAN

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 15:1-21 [ITB])
1 Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi:
Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN,
sebab Ia tinggi luhur,
………kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.
2 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku,
………Ia telah menjadi keselamatanku.
Ia Allahku, kupuji Dia,
………Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.
3 TUHAN itu pahlawan perang;
………TUHAN, itulah nama-Nya.
4 Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut;
………para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau.
5 Samudera raya menutupi mereka;
………ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
6 Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu,
………tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.
7 Dengan keluhuran-Mu yang besar Engkau meruntuhkan
………siapa yang bangkit menentang Engkau;
Engkau melepaskan api murka-Mu,
………yang memakan mereka sebagai tunggul gandum.
8 Karena nafas hidung-Mu segala air naik bertimbun-timbun;
………segala aliran berdiri tegak seperti bendungan;
………air bah membeku di tengah-tengah laut.
9 Kata musuh: Aku akan mengejar,
………akan mencapai mereka,
………akan membagi-bagi jarahan;
nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka,
………akan kuhunus pedangku;
………tanganku akan melenyapkan mereka!
10 Engkau meniup dengan taufan-Mu,
………lautpun menutupi mereka;
………sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang hebat.
11 Siapakah yang seperti Engkau,
………di antara para allah, ya TUHAN;
siapakah seperti Engkau,
………mulia karena kekudusan-Mu,
………menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur,
………Engkau pembuat keajaiban?
12 Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu;
………bumipun menelan mereka.
13 Dengan kasih setia-Mu
………Engkau menuntun umat yang telah Kautebus;
dengan kekuatan-Mu
………Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.
14 Bangsa-bangsa mendengarnya,
………merekapun menggigil;
………kegentaran menghinggapi penduduk tanah Filistin.
15 Pada waktu itu gemparlah para kepala kaum di Edom,
………kedahsyatan menghinggapi orang-orang berkuasa di Moab;
………semua penduduk tanah Kanaan gemetar.
16 Ngeri dan takut menimpa mereka,
………karena kebesaran tangan-Mu mereka kaku seperti batu,
………sampai umat-Mu menyeberang, ya TUHAN,
………sampai umat yang Kauperoleh menyeberang.
17 Engkau membawa mereka dan Kaucangkokkan mereka
………di atas gunung milik-Mu sendiri;
………di tempat yang telah Kaubuat kediaman-Mu, ya TUHAN;
………di tempat kudus, yang didirikan tangan-Mu, ya TUHAN.
18 TUHAN memerintah kekal selama-lamanya.
19 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut.
20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.
21 Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Keluaran 15:1-18 adalah Nyanyian Tepi Laut yang terkenal, yang dibuat setelah Musa memimpin bangsa Israel melepaskan diri dari kejaran tentara Firaun, mengalami keajaiban air laut terbelah. Pujian ini menggambarkan semua pengalaman mendebarkan dari pertempuran TUHAN untuk orang Israel, menghancurkan orang Mesir dengan tangan perkasa, dan orang Israel berjalan menyeberangi laut di tanah kering.

Nyanyian Musa ini menunjukkan tiga tema teologis yang penting: kemenangan TUHAN atas musuh-musuh-Nya (ayat 1-12), menetapkan Bait Suci sebagai pusat peribadatan (ayat 13-17), dan memerintah sebagai Raja kekal selama-lamanya (ayat 18). Fungsi sastra puisi ini tepat sebagai jembatan yang menghubungkan bagian pertama dari Keluaran (bebas dari perbudakan Mesir) dan bagian kedua (perjanjian Sinai dan pembangunan Kemah Suci).

Miryam memimpin para wanita bernyanyi, memukul rebana, menari dan memuji Allah (Kel. 15:20-21), membuat seluruh narasi Keluaran (Kel. Pasal 1 – 5) berakhir pada klimaks. Keluaran pasal 1 – 2 mencatat secara rinci partisipasi dua belas wanita dalam pekerjaan menyelamatkan orang Israel (dua bidan, ibu dan saudara perempuan Musa, putri Firaun, dan tujuh putri dari Yitro imam Midian), lalu di pasal 15 juga dengan pujian Miryam dan para wanita mengakhiri narasi keluaran, yang menunjukkan bahwa Allah sangat mementingkan partisipasi dan kontribusi wanita dalam karya keselamatan-Nya.

Dalam mitologi Timur Dekat kuno, ketika pertempuran para dewa berakhir, pemenang akan membangun kuil dan menjadi raja. Tema ini juga diadopsi dan muncul dalam nyanyian Musa. Paruh pertama Keluaran berbicara tentang keselamatan bangsa Israel, yang menunjukkan bahwa Allah adalah pemenang (pasal 1-15). Paruh kedua berbicara tentang mendirikan pusat-pusat ibadah: Gunung Sinai adalah tempat kudus sementara (Kel. pasal 19-24), dan Kemah Suci adalah tempat kudus (bait suci) bergerak (Kel. pasal 25-40)

Adapun tema TUHAN memerintah, terus berkembang dalam nyanyian-nyanyian pujian dalam Pentateukh (Lima Kitab Musa). Nyanyian kedua Bileam menjelaskan: … TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka (Bil. 23:21) dan dalam nyanyian kematian Musa dikatakan: Ia menjadi raja di Yesyurun (mengacu pada orang Israel), ketika kepala-kepala bangsa datang berkumpul, yakni segala suku Israel bersama-sama (Ul. 33:5).

Renungkan:
(1) Setiap tindakan Allah adalah anugerah, layak kita naikkan rasa syukur dan pujian kita: baik itu penciptaan oleh Dia dan pemeliharaan dari Dia, penyertaan dan pimpinan-Nya, penebusan dan pengampunan dosa dari Dia, menjaga dan mendidik disiplin.
(2) Trilogi pelayanan Yesus juga mencakup kemenangan atas musuh (salib), pendirian ibadah (gereja), dan kemuliaan sebagai Raja (datang kedua kali).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.