Tag Archives: Kasdim

Yeremia 51:1-19

「Angin Perubahan Bertiup Menuju Babel」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 51:1-19 [ITB])
1 Beginilah firman TUHAN: “Sesungguhnya, Aku menggerakkan terhadap Babel, terhadap penduduk negeri orang-orang Kasdim, suatu semangat pemusnah. 2 Aku akan mengirim ke Babel penampi-penampi yang akan menampinya dan yang akan menyapu bersih negerinya, sebab mereka mengepungnya dari segala pihak pada hari malapetaka. 3 Hendaklah si pemanah membidikkan panahnya kepada orang yang membidik dan kepada orang yang berbaju zirah! Janganlah merasa sayang akan teruna-terunanya, tumpaslah segala tentaranya! 4 Orang-orang yang terbunuh akan rebah di negeri orang-orang Kasdim dan orang-orang yang luka parah di jalan-jalannya — 5 sungguh, Israel dan Yehuda tidak ditinggalkan sebagai janda oleh Allahnya, oleh TUHAN semesta alam — sebab negeri orang Kasdim penuh dengan kesalahan terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel.
6 Larilah dari tengah-tengah Babel, hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya, supaya kamu jangan tertumpas karena kesalahannya! Sebab inilah waktu pembalasan bagi TUHAN; Ia membayar ganjaran kepadanya.
7 Babel tadinya seperti piala emas di tangan TUHAN yang memabukkan seluruh bumi. Bangsa-bangsa minum dari anggurnya, itulah sebabnya bangsa-bangsa menjadi gila.
8 Tiba-tiba Babel jatuh dan pecah, ratapilah dia! Ambillah balsam untuk lukanya, mungkin ia menjadi sembuh!
9 Kami tadinya mau menyembuhkan Babel, tetapi ia tidak dapat disembuhkan; tinggalkanlah dia, marilah kita pulang masing-masing ke negerinya! Sungguh, penghukumannya sudah sampai ke langit, sudah menjangkau awan-awan!
10 TUHAN telah membuat segala kebenaran kita menjadi nyata; marilah kita ceritakan di Sion perbuatan TUHAN, Allah kita!
11 Lancipkanlah anak-anak panah, siapkanlah perisai-perisai! TUHAN telah membangkitkan semangat raja-raja Media, sebab rencana-Nya terhadap Babel ialah untuk memusnahkannya: itulah pembalasan TUHAN, pembalasan karena bait suci-Nya!
12 Angkatlah panji-panji terhadap tembok-tembok Babel, perkuatlah penjagaan! Tempatkanlah orang-orang jaga, persiapkanlah penghadangan! Sebab TUHAN telah merencanakan dan melaksanakan juga apa yang diancamkan-Nya terhadap penduduk Babel.
13 Hai engkau yang tinggal di tepi sungai besar, yang mempunyai kekayaan besar, akhir hidupmu sudah datang, batas hidupmu sudah sampai!
14 TUHAN semesta alam telah bersumpah demi diri-Nya sendiri: Sungguhpun engkau penuh dengan manusia-manusia seperti belalang, tetapi orang akan mengangkat pekik pertempuran terhadapmu.
15 TUHANlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya.
16 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya.
17 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas akan menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya,
18 semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum.
19 Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam!

Ayat yang kita baca hari ini juga menjelaskan alasan dan proses kehancuran kerajaan Babel.

Dalam pasal 50, nabi Yeremia sekali lagi menyebutkan bahwa Allah menghukum Babel karena kesombongannya. Allah memilih Babel sebagai hamba-Nya untuk melaksanakan perintah Allah, maka dia harus taat dan mematuhi firman Allah.

Yeremia mulai pasal 48 berbicara tentang Mesir, Moab, dan bangsa-bangsa asing lain sampai pasal 51 kerajaan Babel dihancurkan, mereka semua memiliki dosa yang sama yakni terkait erat dengan penyembahan berhala. Orang yang menyembah berhala, ia akan menuruti hawa nafsunya, karena dewa-dewa palsu tidak akan menghukum para pendosa, ini juga merupakan penyebab utama korupsi sosial.

Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa orang memiliki kuasa karena pemberian Allah dan dipilih untuk menjadi hamba-Nya, karena itu sungguh tidak ada alasan untuk bermegah di hadapan Allah. Hal yang sama berlaku untuk kerajaan Babel, besar kekuatannya karena pemberian Allah, dia harus menjadi pelayan-Nya untuk menghakimi Yehuda dan bangsa-bangsa lain. Namun dengan itu dia menjadi sombong dan merasa dirinya setara dengan Allah (lih. 50:31-32), menghadapi Allah dengan sikap arogan, mendatangkan murka Allah, maka Allah memilih kerajaan Persia sebagai ganti hamba-Nya, untuk menghukum Babel.

Yer. 51:1-10 menjelaskan bahwa kerajaan Babel sama berharganya dengan piala emas di tangan Allah, tetapi sekarang telah menjadi objek untuk dibuang. TUHAN mengizinkan bangsa-bangsa untuk menyerang dan menghancurkannya, pada saat yang sama umat Allah diberi kesempatan untuk melepaskan diri dari perbudakan.

Inilah yang Allah katakan dalam ayat 1 Sesungguhnya, Aku menggerakkan terhadap Babel, terhadap penduduk negeri orang-orang Kasdim, suatu semangat pemusnah.
Semangat pemusnah yaitu bangkitnya seorang penghancur datang menyerang Babel. Konsonan dari kata Leb Kamai (berarti jantung musuhku) dalam bahasa Ibrani jika dibaca terbalik menjadi kata Kasdim, ini merupakan kode atau sandi orang Yahudi yang menunjuk kepada orang Babel. Allah menghancurkan Babel adalah agar umat-Nya dapat kembali ke tanah air mereka dan membangun kembali kehidupan dan iman mereka.

Yer. 51:11-14, nabi Yeremia menggunakan cara pengulangan untuk menggambarkan pasukan yang dengan perlengkapan penuh sudah siap menyerang Babel, sudah dipastikan Babel memulai menapak jalan kehancuran.

Yer 51:15-19 hampir identik dengan Yer. 10:12-16. Ini adalah puisi memuji kuasa kedaulatan Allah Pencipta, isinya menekankan bahwa Allah yang berjanji untuk menghancurkan Babel adalah Tuhan yang berkuasa besar dan penuh bijaksana. Dia adalah Pencipta, puisi ini menggunakan bagian dari alam, awan, kilat, dan hujan untuk membantu orang memahami kebesaran dan kuasa kekuatan Allah, melampaui segala rezim pemerintahan di bumi ini dan segala dewa berhala ciptaan manusia.

Renungkan:

Apakah Anda memiliki kesulitan mengakui kekalahan dan menghadapi pengajaran pendisiplinan? Melarikan diri dan menghindari tanggung jawab seringkali bukan solusi yang baik, marilah kita berdoa bagi diri kita sendiri.

Tolong renungkan kalimat berikut: Kita menerima pendisiplinan bukanlah berarti menyerah pada kesalahan dan dosa, tetapi merendahkan diri taat di hadapan Tuhan.


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.