「Makna Peperangan Rohani (1)」
Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)
(Ef. 6:10-20 [ITB])
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Alkitab menyebutkan peperangan rohani. Sebenarnya tidak ada perang yang sesungguhnya, perang memerlukan dua pihak, tetapi Allah tidak perlu memulai peperangan untuk melawan Setan. Setan hanya merupakan malaikat yang jatuh, hanyalah ciptaan, antara Tuhan Pencipta dan ciptaan terdapat celah yang sedemikian lebar, Setan tidak memiliki syarat dan kemampuan untuk bertempur melawan Allah. Yesus Kristus hanya perlu menyatakan kemenangan-Nya, itu saja sudah memukul kalah Iblis. (Kiranya kita mengandalkan kuasa Allah dan tidak perlu takut melawan Iblis)
Sedangkan manusia, tidak bisa dengan darah daging pergi berperang dengan Iblis, dan Alkitab meminta kita untuk tidak dikalahkannya. 「Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu」 (Ef. 6:13) 「Perlawanan」dan「 tetap berdiri teguh」adalah yang dua permintaan yang paling penting.
Dengan demikian ini, konsep peperangan rohani tidak bisa dipahami secara harfiah. Di dalam Alkitab terdapat gambaran tentang peperangan rohani, yang terutama menyampaikan tiga pesan:
Pertama, kita harus hati-hati waspada atas tipu muslihat atau trik Iblis, dan jangan sampai ditawan olehnya. 「Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis」(Ef. 6:10-11)
Iblis adalah penipu, dan Alkitab di beberapa tempat menyebut 「tipu muslihat」 dari Iblis. Tapi kita tidak bisa oleh karena demikian itu lalu berasumsi bahwa dia banyak akal, licik berkemampuan hebat, membuat orang tidak bisa bertahan atas dia. Alkitab tidak mengatakan begitu. Kita harus berjaga terhadap penipuan Setan, penipuannya adalah sesuatu yang kita sepenuhnya dapat kita kenali, dan sepenuhnya punya kepastian bisa mencegah tertipu, tanpa perlu IQ kecerdasan tinggi, hanya perlu iman dan kesabaran. Ayat ini merujuk perlengkapan senjata yang harus dipakai dan tidak ada satupun syarat tentang kecerdasan.
Paulus menekankan: supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya (2 Kor. 2:10-11). Trik tipu muslihat Iblis memiliki pola yang tetap: segala sesuatu yang dapat menyebabkan perselisihan di antara orang percaya, perpecahan gereja, semuanya menjadi kesempatan bagi Iblis, yang ia pakai untuk merusak Gereja dan pelayanan Injil, karena itu semua ini mungkin adalah trik Iblis. Paulus menasihati orang percaya agar tidak marah kepada orang untuk waktu yang lama, dan tidak melakukan dosa ketika mereka marah, itulah yang dikatakan dalam Ef. 4:27 「janganlah beri kesempatan kepada Iblis.」 Kita tidak mengatakan bahwa jika ada perselisihan di antara orang percaya, atau jika ada individu yang marah, maka itu adalah hal dari Iblis; tetapi dikatakan bahwa semua perselisihan dapat dimanfaatkan oleh Setan untuk menghancurkan kehidupan rohani kita dan menghancurkan hubungan antar anggota tubuh Kristus.
Dalam bahasa penulisan Paulus, Iblis dan Setan adalah simbol yang sering dipakai, menyamakan semua pelaku kejahatan, seperti para rasul palsu, guru palsu, menyimpang dari kebenaran, merusak kehidupan, dan kehilangan keselamatan. Paulus memperhitungkan semua krisis rohani yang mungkin terjadi atas diri Iblis (1 Tes. 2:6-7 aalah contoh yang baik).
Kita tidak perlu bertanya apa saja tindakan yang datang dari Setan, karena Iblis mewakili semua kejahatan dan korup, segala hal atau orang yang menghasilkan yang jahat dan merusak, walaupun tidak langsung disebabkannya tetapi adalah yang disambut olehnya dengan senang. Setan memiliki berbagai macam serangan terhadap orang-orang percaya, selama dapat membuat efek merusak iman, maka itulah serangannya. Dalam pengalaman pribadinya, Paulus menyebutkan salah satunya adalah kelemahan tubuh (2 Kor 12:7-10).
Jika trik tipu muslihat Iblis memiliki pola yang tetap, perlawanan kita memiliki cara yang tetap. Prinsip dasarnya adalah bahwa kita harus menentang apa pun yang didukung oleh musuh. Kita jangan pernah melakukan apa pun yang Setan senang lihat. Cara yang dipakai Iblis adalah kebencian, maka kita menolak untuk membalas kebencian dengan kebencian, tetapi dengan cinta kasih membalas kebencian; cara yang dipakai Iblis adalah dusta, maka kita harus mampu mengatasinya dengan kejujuran. Jika kita tidak melakukan apa yang dilakukan Iblis, kita tidak akan jatuh dalam trik tipu muslihat Iblis. Membalas kebencian dengan kebencian adalah tipuan Iblis, dan dengan cinta kasih membalas kebencian adalah keberhasilan menghadapi Iblis.
Otoritas dan kemampuan Iblis adalah terbatas, dan dia tidak bisa menang melawan Allah; maka, selama kita mematuhi Allah, Setan tidak mampu melakukan apapun untuk membahayakan kita (1 Yoh. 5:18).
Ini adalah makna yang Paulus katakan dalam surat Efesus pasal enam tentang mengenakan perlengkapan senjata Allah. Kebenaran, keadilan, damai sejahtera, iman, keselamatan, Firman Tuhan, semua ini adalah senjata pertahankan yang menjaga kita dari musuh dan dari bahaya. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan berkonfrontasi dengan Iblis namun tidak akan dicelakainya.
Renungkan:
1. Dalam materi renungan ini tidak dijelaskan tentang kebenaran, keadilan, damai sejahtera, iman, keselamatan, Firman Tuhan, arti dari enam perlengkapan senjata Allah, tapi ini dapat kita dimengerti tidak akan salah. Berpikir tentang satu atau dua dari antaranya dan pikirkan bagaimana Anda dapat dilengkapi dalam hidup?
2. Makna yang paling penting dari perlengkapan senjata Allah adalah penekanan pada kekuatan spiritual dalam menghadapi peperangan rohani, bukan pada darah daging dan kuasa manusia. Renungkan bagaimana bisa Anda lebih mengandalkan kekuatan rohani dalam hidup dan pelayanan?
Daftar renungan pemahaman Surat Efesus (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.