Tag Archives: Bersyeba

Amos 8:1-14 (2)

「Penglihatan 4: (2) Penghakiman Ultima Terakhir」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 8:1-14 [ITB])
1 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. 2 Lalu berfirmanlah Ia: Apakah yang kaulihat, Amos? Jawabku: Sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. Berfirmanlah TUHAN kepadaku: Kesudahan telah datang bagi umat-Ku Israel. Aku tidak akan memaafkannya lagi. 3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam.

4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan? 7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir? 9 Pada hari itu akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. 10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih.

11 Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. 12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. 13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus; 14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.

Alat Pengukur (klik untuk memperbesar)

Dalam penglihatan ini, Amos tampaknya merangkum dan menjelaskan kembali berbagai kejahatan umat Israel.

Pertama, orang Israel tampak sangat serius dalam berbagai bentuk-bentuk keagamaan mereka. Mereka berkata, Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum; dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu (Amos 8:5a). Mereka memelihara hari pertama di setiap bulan dan hari Sabat, tetapi yang tampak adalah ketidaksabaran di antaranya, mereka tidak memiliki sukacita kegembiraan merayakannya, tampaknya hanya sejenis tanggung jawab, dan karenanya perlu menangguhkan transaksi bisnis, mereka menantikan agar hari keagamaan ini berlalu agar dapat menjual gandum dan bahan makanan, karena yang mereka sangat cintai adalah keuntungan, lebih daripada mencintai Tuhan.

Kedua, mereka lebih cintai adalah keuntungan daripada kejujuran. Efa atau diterjemahkan sebagai alat pengukur kecil, adalah wadah yang digunakan untuk mengukur gandum (lihat gambar di atas), mereka menggunakan wadah yang lebih kecil dari standar untuk mengukur barang yang dijual, tetapi syikal menjadi lebih besar berarti menggunakan wadah yang lebih besar untuk mengukur uang yang diterima (lihat gambar di atas) – lebih dari yang seharusnya. Sederhananya, mereka menggunakan alat pengukur kecil untuk mengukur volume barang yang dijual, tetapi menggunakan alat pengukur besar untuk mengumpulkan uang, menipu orang dengan skala palsu, ini adalah yang dibenci oleh TUHAN (Amsal 11:1; 20:23). Mereka bahkan menjual terigu rosokan (atau sebagian terjemahan sebagai menjual biji-bijian gandum yang buruk) kepada orang-orang, gandum yang rusak (lih. ISH, CUV) dapat merujuk pada gandum yang telah jatuh di tanah dan membusuk, barang-barang ini memang sudah tidak ada nilainya tetapi dijual kepada orang miskin, bukankah menunjukkan keserakahan mereka?

Yang ketiga adalah bahwa umat Israel sangat menindas dan tidak memiliki belas kasihan pada orang miskin dan orang yang membutuhkan. Nabi Amos menunjukkan bahwa Israel menginjak-injak orang miskin (Amos 2:7; 8:4), membinasakan orang sengsara (Amos 8:4), membeli orang lemah dengan uang (Amos 8:6), dan menukar orang yang miskin dengan sepasang kasut (Amos 2:6; 8:6). Perilaku-perilaku ini memperlihatkan secara nyata hati orang Israel yang tidak memiliki belas kasih, mereka tidak memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, tetapi malah menindas mereka, mengeksploitasi mereka, dan menjadikan mereka budak. TUHAN bukanlah demikian, ketika orang Israel menjadi budak di Mesir, mereka berseru-seru dan memohon karena diperbudak, suara seruan kesedihan mereka didengarkan oleh Allah, dan Allah mengingat perjanjian dengan Abraham, Ishak, dan Yakub (Kel. 2:23-25), Allah mengharapkan umat-Nya punya hati yang memiliki belas kasih dan penuh rahmat.

Yang keempat adalah bahwa ketika Allah berbicara kepada manusia dan mengumumkan hukum kepada umat-Nya, manusia justru memandang rendah Firman Allah, melupakan serta tidak mau mematuhi hukum dan perintah dari Allah. Ketika hari penghakiman tiba, orang jika mau mencari firman Allah, mereka tidak akan dapat menemukannya bahkan jika mereka mencarinya di seluruh penjuru dunia, hanya akan hidup dalam kelaparan dan kehausan rohani. … bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN (Amos 8:11b), bahkan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus, mereka ini merupakan elite masyarakat akan kehilangan kekuatan dan vitalitas.

Akhirnya, orang-orang yang merasa diri penuh kebenaran bahwa dirinya sedang beribadah di tempat kudus, mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria, yang bersumpah demi allah Dan — anak lembu emas yang dibikin oleh Yerobeam I, atau dengan yang bersumpah sambil menunjuk jalan menuju Bersyeba (lih. renungan Amos 5:1-5 klik untuk membuka), mereka berpikir itu adalah hal yang baik dan benar. Namun, mereka tidak mau mengerti bahwa ini adalah menyimpang menjauh dari Allah yang membuat perjanjian dengan mereka, dan mereka menggunakan kepalsuan menggantikan kebenaran, oleh karena itu mereka akan jatuh rebah untuk selama-lamanya (Amos 5:2; 8:14), dan mereka akan binasa.

Renungkan:
Lima kejahatan besar orang Israel: cinta manfaat keuntungan lebih daripada Tuhan, cinta kepentingan keuntungan lebih daripada kejujuran, mengabaikan orang-orang yang tak berdaya di antara masyarakat, memberontak dan tidak patuh terhadap firman Allah, dan menyembah ilah-ilah palsu. Perlu direnungkan secara mendalam, introspeksi, bertobat, dan menghidupi iman.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Kej. 46:1-4

「Berhenti untuk Berkemah dan Melanjutkan Perjalanan」

Yakub berhenti dan berkemah bukan karena perjalanan jauh dan bermalam, tetapi ternyata memiliki makna yang sangat dalam, Alkitab tidak membuat catatan yang tanpa arti.

(Kej. 46:1-4 [ITB])
1Jadi berangkatlah Israel dengan segala miliknya dan ia tiba di Bersyeba, lalu dipersembahkannya korban sembelihan kepada Allah Ishak ayahnya.
2Berfirmanlah Allah kepada Israel dalam penglihatan waktu malam: 「Yakub, Yakub!」 Sahutnya: 「Ya, Tuhan.」
3Lalu firman-Nya: 「Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. 4Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti.」

(Bacalah Kej. 46., dapat klik di sini untuk membuka) Yakub memimpin seluruh keluarga turun ke Mesir, untuk berkumpul kembali dengan Yusuf, membuat kisah hidupnya dan Yusuf mencapai akhir yang sempurna. Dan inti yang paling terutama adalah di Bersyeba, Allah di malam hari di tengah-tengah penglihatan memberikan penyataan kepada dirinya.

(1) Penulis mencatat ia adalah 「Israel」. Semenjak ia di tempat penyeberangan sungai Yabok dirubah namanya, penulis tetap banyak menyebut ia 「Yakub」, hanya saat ia tahu Yusuf masih hidup, hendak menjemput ia pergi Mesir berkumpul kembali, barulah kisah banyak memakai 「Israel」. Ini adalah 「Israel」 yang seluruhnya baru.

(2) Daftar nama 「bani Israel」yang turun ke Mesir. 「Bani Israel」 terjemahan langsungnya adalah 「para anak-anak Israel」 (bǝnê yiśrā’ēl, Kej. 46:8), penjelasan nats adalah 「Yakub beserta keturunannya」 (ya‘ăqōb ûbānāyw). Daftar nama ini di ayat 27 ini (Kej. 46:27) mirip dengan Kel. 1:1-5, di sana juga dikatakan 「total 70 orang」. Angka 「70」 adalah mewakili angka sempurna dari anggota keluarga umat pilihan Allah, berkoresponden dengan catatan kitab Kejadian tentang 70 bangsa yang mewakili semua bangsa-bangsa (Kej. 10). Secara sastra, daftar nama ini juga menghubungkan catatan kitab Kejadian tentang Yakub dengan catatan tentang umat Israel keluar dari Mesir.

(3) Yakub mengapa berhenti dan berkemah di Bersyeba? Dalam sejarah, 「Bersyeba」 (bǝ’ēr šeba‘) makna aslinya adalah 「sumur tempat bersumpah」, memperingati di sini Ishak dengan Abimelekh bersumpah membuat perjanjian (Kej. 26:26-33).

Secara teologi, Ishak di sini pernah menggali sumur, malam itu TUHAN menampakkan diri kepada dia, janji yang diberikan kepada Abraham dilanjutkan kepada dia, lalu ia membangun mezbah di sini, memohon nama TUHAN (Kej. 26:23-25). Pengalaman Yakub di sini juga mirip, ia 「mempersembahkan korban kepada Allah Ishak ayahnya」, Allah juga berkata kepada ia: 「Aku adalah Allah ayahmu」. Menunjukkan pewarisan rohani.

Secara geografis, Bersyeba adalah perbatasan tanah perjanjian dengan Mesir. Di sini dapat terlihat penampilan dari rohani Yakub melampaui Abraham dan Ishak. Tiga orang nenek moyang semua pernah karena mengalami bencana kelaparan dan ingin meninggalkan tanah perjanjian, tetapi hanya Yakub yang dalam perjalanan menghentikan langkah, sampai Allah memberi ia petunjuk barulah ia mengambil tindakan langkah selanjutnya.

Sebenarnya Yakub sudah punya cukup alasan yang sangat baik untuk turun ke Mesir, termasuk kebutuhan yang sangat nyata (tanah itu mengalami bencana kelaparan yang besar), panggilan dari orang terdekat (dari Yusuf yang masih hidup), bukti dari lingkungan (Firaun dengan meriah menyambut), tetapi semua ini tidak sebanding dengan jaminan langsung dari Allah: 「janganlah takut pergi ke Mesir」, dapat terlihat bahwa saat itu Yakub merasa sangat takut. Apa yang ia takuti? Mungkin yang paling ia takuti adalah berjalan di luar kehendak Allah, seperti yang dilakukan Abraham dan Ishak. Tetapi yang terlebih penting adalah janji penyertaan Allah, bersama-sama dia turun ke Mesir, dan memberi jaminan bahwa Yusuf pasti akan mengatupkan kelopak matanya, menyertai dirinya di jalan terakhir dalam hidup, membawa ia kembali dimakamkan di tanah perjanjian.

Renungkan: Perubahan apa yang engkau alami akhir-akhir ini? Kita punya berkat bisa membaca tiga pasal berurutan melihat keluarga besar Israel perubahan hidup yang baru, tindakan dan moral yang mulia, khususnya Yehuda, Yusuf dan Yakub. Ini adalah 「Israel」 yang seluruh baru, 「bani Israel」yang seluruh baru.

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).