「Berhenti untuk Berkemah dan Melanjutkan Perjalanan」
Yakub berhenti dan berkemah bukan karena perjalanan jauh dan bermalam, tetapi ternyata memiliki makna yang sangat dalam, Alkitab tidak membuat catatan yang tanpa arti.
(Kej. 46:1-4 [ITB])
1Jadi berangkatlah Israel dengan segala miliknya dan ia tiba di Bersyeba, lalu dipersembahkannya korban sembelihan kepada Allah Ishak ayahnya.
2Berfirmanlah Allah kepada Israel dalam penglihatan waktu malam: 「Yakub, Yakub!」 Sahutnya: 「Ya, Tuhan.」
3Lalu firman-Nya: 「Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. 4Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti.」
(Bacalah Kej. 46., dapat klik di sini untuk membuka) Yakub memimpin seluruh keluarga turun ke Mesir, untuk berkumpul kembali dengan Yusuf, membuat kisah hidupnya dan Yusuf mencapai akhir yang sempurna. Dan inti yang paling terutama adalah di Bersyeba, Allah di malam hari di tengah-tengah penglihatan memberikan penyataan kepada dirinya.
(1) Penulis mencatat ia adalah 「Israel」. Semenjak ia di tempat penyeberangan sungai Yabok dirubah namanya, penulis tetap banyak menyebut ia 「Yakub」, hanya saat ia tahu Yusuf masih hidup, hendak menjemput ia pergi Mesir berkumpul kembali, barulah kisah banyak memakai 「Israel」. Ini adalah 「Israel」 yang seluruhnya baru.
(2) Daftar nama 「bani Israel」yang turun ke Mesir. 「Bani Israel」 terjemahan langsungnya adalah 「para anak-anak Israel」 (bǝnê yiśrā’ēl, Kej. 46:8), penjelasan nats adalah 「Yakub beserta keturunannya」 (ya‘ăqōb ûbānāyw). Daftar nama ini di ayat 27 ini (Kej. 46:27) mirip dengan Kel. 1:1-5, di sana juga dikatakan 「total 70 orang」. Angka 「70」 adalah mewakili angka sempurna dari anggota keluarga umat pilihan Allah, berkoresponden dengan catatan kitab Kejadian tentang 70 bangsa yang mewakili semua bangsa-bangsa (Kej. 10). Secara sastra, daftar nama ini juga menghubungkan catatan kitab Kejadian tentang Yakub dengan catatan tentang umat Israel keluar dari Mesir.
(3) Yakub mengapa berhenti dan berkemah di Bersyeba? Dalam sejarah, 「Bersyeba」 (bǝ’ēr šeba‘) makna aslinya adalah 「sumur tempat bersumpah」, memperingati di sini Ishak dengan Abimelekh bersumpah membuat perjanjian (Kej. 26:26-33).
Secara teologi, Ishak di sini pernah menggali sumur, malam itu TUHAN menampakkan diri kepada dia, janji yang diberikan kepada Abraham dilanjutkan kepada dia, lalu ia membangun mezbah di sini, memohon nama TUHAN (Kej. 26:23-25). Pengalaman Yakub di sini juga mirip, ia 「mempersembahkan korban kepada Allah Ishak ayahnya」, Allah juga berkata kepada ia: 「Aku adalah Allah ayahmu」. Menunjukkan pewarisan rohani.
Secara geografis, Bersyeba adalah perbatasan tanah perjanjian dengan Mesir. Di sini dapat terlihat penampilan dari rohani Yakub melampaui Abraham dan Ishak. Tiga orang nenek moyang semua pernah karena mengalami bencana kelaparan dan ingin meninggalkan tanah perjanjian, tetapi hanya Yakub yang dalam perjalanan menghentikan langkah, sampai Allah memberi ia petunjuk barulah ia mengambil tindakan langkah selanjutnya.
Sebenarnya Yakub sudah punya cukup alasan yang sangat baik untuk turun ke Mesir, termasuk kebutuhan yang sangat nyata (tanah itu mengalami bencana kelaparan yang besar), panggilan dari orang terdekat (dari Yusuf yang masih hidup), bukti dari lingkungan (Firaun dengan meriah menyambut), tetapi semua ini tidak sebanding dengan jaminan langsung dari Allah: 「janganlah takut pergi ke Mesir」, dapat terlihat bahwa saat itu Yakub merasa sangat takut. Apa yang ia takuti? Mungkin yang paling ia takuti adalah berjalan di luar kehendak Allah, seperti yang dilakukan Abraham dan Ishak. Tetapi yang terlebih penting adalah janji penyertaan Allah, bersama-sama dia turun ke Mesir, dan memberi jaminan bahwa Yusuf pasti akan mengatupkan kelopak matanya, menyertai dirinya di jalan terakhir dalam hidup, membawa ia kembali dimakamkan di tanah perjanjian.
Renungkan: Perubahan apa yang engkau alami akhir-akhir ini? Kita punya berkat bisa membaca tiga pasal berurutan melihat keluarga besar Israel perubahan hidup yang baru, tindakan dan moral yang mulia, khususnya Yehuda, Yusuf dan Yakub. Ini adalah 「Israel」 yang seluruh baru, 「bani Israel」yang seluruh baru.
Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).