「Hari keempat dan kelima penciptaan」
Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kej. 1:14-25 [ITB])
14 Berfirmanlah Allah: 「Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.」 Dan jadilah demikian. 16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
20 Berfirmanlah Allah: 「Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.」 21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: 「Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.」 23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
24 Berfirmanlah Allah: 「Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.」 Dan jadilah demikian. 25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Perikop Alkitab hari ini mencatat penciptaan Allah pada hari keempat dan kelima. Pada hari keempat penciptaan, Allah menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang, muncul dan menerangi bumi. Pada hari kelima, Dia menciptakan makhluk di dalam air, burung-burung di langit, dan binatang-binatang di muka bumi.
Dalam catatan penciptaan dunia ini, penulis menggunakan struktur sastra yang dituliskan dengan cermat, mengekspresikan pola yang diciptakan oleh Allah. Misalnya, penciptaan pada hari pertama adalah tertuju mengatasi 「kegelapan」, hari kedua mengatasi 「samudera (jurang dalam)」, dan hari ketiga ditujukan mengatasi 「belum berbentuk dan kosong (kekacauan dan kekosongan)」. Hari keempat ditambah yang sudah diciptakan hari pertama, hari kelima ditambah hari kedua, dan hari keenam ditambah hari ketiga.
Hari pertama dan kedua menangani lingkungan untuk keberadaan manusia, uraiannya relatif singkat; hari ketiga hingga kelima, karena penciptaan lebih berkaitan langsung dengan manusia, jadi pencatatannya lebih panjang; hari keenam paling detail, karena Ini tentang penciptaan manusia. Struktur sastra ini dengan jelas menunjukkan bahwa 「manusia」 adalah pusat dan puncak ciptaan Allah.
Catatan penciptaan selain struktur juga menggunakan gaya dan ide yang mirip dengan puisi, sehingga kita tidak boleh memaknai Alkitab sebagai 「karya ilmiah 」. Catatan penciptaan dapat disamakan dengan surat keluarga yang dituliskan Allah Bapa Surgawi kepada anak ciptaan yang Ia kasihi, bukanlah cetak biru untuk seorang insinyur.
Pada hari keempat penciptaan (Kejadian 1:14-19), Alkitab menggunakan penulisan yang relatif panjang untuk mencatat 「benda-benda penerang」 di langit, karena di zaman penulis banyak orang yang salah memahami 「benda-benda penerang」 di langit matahari, bulan, dan bintang dianggap dewa. Penulis dengan jelas menyatakan bahwa semuanya itu diciptakan oleh Allah, dan orang tidak boleh menyembahnya. Tetapi karena benda-benda penerang di langit itu juga diciptakan oleh Allah, maka 「baik」 di mata-Nya, dan tidak akan ditolak oleh Allah hanya karena orang-orang kafir menyembah benda-benda penerang di langit itu.
Allah menciptakan makhluk di air, burung di langit, dan hewan di bumi pada hari kelima (Kejadian 1:20-23). Kejadian 1:22 mengatakan: 「Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: 『Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.』」. Ini adalah pertama kalinya Alkitab menyebut Allah 「memberkati」, penulis menjelaskan bahwa Allah sangat memandang penting agar makhluk-makhluk itu 「berkembang biak」, karena ini adalah dasar pemenuhan kehendak Allah agar bertambah banyaklah serta memenuhi seluruh muka bumi.
Renungkan:
• Manusia adalah yang memiliki roh, paling bijaksana dan berhikmat di atas segala ciptaan lain, apakah kita layak menyandang gelar ini?
Renungan pemahaman Kitab Kejadian
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.