Tag Archives: Nuh

Kejadian 6:13-22

「Nuh membangun bahtera」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 6:13-22 [ITB])
13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. 15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. 16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. 17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.
22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Nuh adalah keturunan generasi terakhir dari Adam melalui Set sebelum air bah menghancurkan dunia. Mengapa Nuh walaupun hidup dalam masyarakat yang tidak menghormati Allah, korup secara moral, dan penuh kekerasan, namun ia bisa tidak tercemar dalam lumpur dan menjadi mercusuar dalam kegelapan, menyaksikan keadilan kebenaran dan kasih karunia Allah?

Kejadian 6:8-9 memberi tahu kita bahwa ini semua adalah kasih karunia! Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN … Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Alkitab memberitahu kita bahwa segala sesuatu adalah kasih karunia Allah! Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN (6:8) sebelum ia menjadi orang benar dan orang tidak bercela! Urutan ini sangat penting, menjadi orang benar, orang tidak bercela, dan hidup bergaul dengan Allah adalah hasil dan bukti kasih karunia, bukan pahala dari Allah. Kasih karunia Allah mendahului segalanya, kita mendapat kasih karunia bukan karena perbuatan baik, kemampuan atau imbal jasa kita sendiri, itu semua kasih karunia Allah!

Kasih karunia Allah membantu Nuh dalam tiga aspek. Pertama-tama, Nuh mampu menjadi orang benar, ia adalah orang pertama dalam Alkitab yang disebut orang benar (Yohanes 14:15, 1 Yohanes 2:3), yang berarti bahwa dia menyatakan kebenaran dalam hidupnya; yang kedua adalah orang tidak bercela (blameless), yaitu di mata orang lain, dia tidak bercela; yang terakhir adalah hidup bergaul dengan Allah, yang berarti hubungannya dengan Allah sedekat mungkin seperti sahabat yang berjalan bersama. Hidup bergaul dengan Allah berjalan bersama Allah, pertama-tama harus satu hati dengan Allah, dan kedua yakni dalam hidup, perkataan dan perbuatan, di mata Allah tidak tercela, kita harus memilih jalan Allah dan menaati firman Allah.

Kejadian 6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh, mengapa Allah memberitahu Nuh rencana-Nya? Karena dia hidup bergaul dengan Allah maka dia memenuhi syarat untuk mengetahui rahasia Allah, sama seperti Abraham dapat mengetahui bahwa Allah sedang mempersiapkan untuk menghancurkan kota Sodom dan Gomora (Kej. 18:17). Air bah dan kehancuran kedua kota adalah hukuman dari Allah untuk menghakimi kejahatan, jadi kita tidak boleh mengabaikan kekuatan destruktif dan konsekuensi kejahatan.

Perikop yang kita baca hari ini, Kejadian 6:13-22, mencatat bahwa Allah memutuskan menggunakan air bah untuk menghancurkan kejahatan, mencuci bumi sampai bersih, dan membuang darah yang tertumpah oleh orang-orang melakukan kekerasan. Allah terlebih dahulu memberi tahu Nuh tentang rencana-Nya dan menyuruh dia untuk membangun bahtera, dan membawa semua jenis makhluk ke dalam bahtera serta menyiapkan makanan yang cukup. Penghakiman Allah sangat mengerikan, tetapi juga memiliki kasih karunia. Dia menyiapkan bahtera untuk keluarga Nuh yang hormat takut akan Allah.

Ayat 6:14, Allah berkata kepada Nuh Buatlah bagimu sebuah bahtera …, dan di 6:21 bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka …. Kedua kata buatlah / bawalah ini adalah kata kerja perintah (imperatif), Allah Sang Pencipta memerintahkan Nuh untuk terlebih dahulu membangun bahtera, dan kemudian menyimpan makanan yang cukup. Ayat 6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. Ini adalah iman dan ketaatan, bagaimana Allah memerintahkan maka Nuh percaya dan taat melaksanakan sepenuhnya!

Allah Sang Pencipta berkata kepada Nuh di 6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. Allah membuat perjanjian dengan Nuh sebelum menurunkan air bah, yang sekali lagi menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang Maha Kasih karunia.

Renungkan:
• Ada himne pujian yang mengingatkan kita: Percaya dan taat, karena tidak ada jalan lain untuk bahagia di dalam Kristus selain percaya dan taat. Apakah Anda bersedia berkenan kepada Allah?


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 2:1-10

Lahir dan pertemuan ajaib

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 2:1-10 [ITB])
1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; 2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. 3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; 4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.
5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.
6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: Tentulah ini bayi orang Ibrani.
7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri? 8 Sahut puteri Firaun kepadanya: Baiklah. Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. 9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu. Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.
10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: Karena aku telah menariknya dari air.

Pasal ini mulai beralih kepada satu keluarga dan seseorang, keluarga ini berani melanggar perintah Firaun, dan anak laki-laki yang lahir dari keluarga ini kelak menjadi penyelamat Israel.

Catatan peristiwa ini penuh dengan ironi dan kejutan, serta merupakan model sastra hikmat. Pertama-tama telah melanjutkan pasal 1, hikmat dan keberanian tiga wanita bidan menyelamatkan nyawa bayi laki-laki itu merusak strategi Firaun: pertama, ibu anak itu, yang secara harfiah mengikuti instruksi Firaun dan memasukkan anak itu ke sungai Nil. Dan anak bayi itu diletakkan dalam peti pandan (tēbâ) dalam bahasa Ibrani asli adalah kata yang sama dengan bahtera Nuh (tēbâ), menunjukkan bagaimana Nuh dan keluarganya diselamatkan dari banjir, anak tersebut juga mengalami banjir diselamatkan.

Kedua, putri Firaun tidak setuju dengan perintah ayahnya, mengadopsi anak ini, yang menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas, dan keberanian moralnya kemudian juga mempengaruhi anak tersebut.

Ketiga, kakak perempuan anak itu, dengan kecerdasan dan keberaniannya, menyarankan agar putri Firaun membiarkan dia mencarikan seorang seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani (ia tidak mengatakan mencarikan ibu kandung anak itu) untuk merawat anak itu bagi putri Firaun. Lihat, setelah anak dibawa pulang kepada ibunya dan dirawat, bahkan menerima bayaran upah, keluarga ini bukankah menikmati hal indah yang tak terjangkau ini.

Bagian catatan peristiwa ini mempertahankan ketegangan kisah, sama sekali belum menyebutkan satu nama pun, tidak menyebutkan nama laki-laki dari keluarga Lewi itu juga nama perempuan Lewi istrinya, sampai pasal 6 barulah menjabarkan silsilah keluarga ini. Juga tidak lebih dulu menyebutkan bahwa anak ini memiliki saudara perempuan, dan bahkan sampai pasal 4 baru disebutkan bahwa dia masih memiliki seorang kakak laki-laki. Tentu saja, nama putri Firaun tidak disebutkan. Semua ketegangan hanya memiliki satu tujuan, orang hanya harus memperhatikan orang yang akan diutus untuk menyelamatkan Israel. Putri Firaun menamainya Musa (mōšeh), yang berarti mengatakan: Karena aku telah menariknya dari air (ayat 10), yang menandakan pekerjaan keselamatannya di kemudian hari, (Yesaya 63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? …).

Hati manusia dikuatkan oleh kasih karunia, meskipun Allah tidak bersuara berbicara, tangan-Nya terus bekerja. Rencana-Nya jauh melampaui apa yang manusia inginkan dan pikirkan, dan itu memberi orang sukacita.

Renungkan:
(1) Dalam kesulitan yang berat, Allah selalu memberi jalan kepada orang. Ketika Anda bersandar dan mempercayakan kepada Dia, Dia akan melakukannya untuk Anda.
(2) Keselamatan ajaib dari Allah pasti memiliki tujuan yang lebih besar.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.