「Kesalahan yang Tidak Boleh Dilanggar Lagi」
Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.
(Maz. 127:1-5 [ITB])
1Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.
Bagaimana hubungan Maz. 127:3-5 dengan teks sebelumnya? Apa yang sebenarnya Pemazmur ingin kita pahami?
Melalui perihal 「buah kandungan」, Pemazmur hendak memberitahukan kepada kita bahwa anak adalah pemberian Allah, bukan oleh karena usaha manusia. Pada kenyataannya, di dalam hal 「bereproduksi (buah kandungan)」 apa yang dapat dilakukan oleh manusia? Sebenarnya sangat sedikit. Seluruh proses reproduksi, meskipun kita juga terlibat, tetapi justru bukanlah melalui apa yang kita dapat perhitungkan, sehingga mencapai tujuan bereproduksi. Itulah yang dikatakan, bahwa bukan kita yang memiliki kemampuan untuk menciptakan makhluk kecil, yang indah yang bisa berjalan, berbicara, dan tumbuh besar, kita hanya peserta saja.
Ini adalah pemikiran yang Pemazmur ingin katakan ─ Tuhan tidak hanya memegang kendali atas ruangan tempat melahirkan dan menjaga seluruh proses; kebenarannya adalah bahwa segala sesuatu yang ada dalam kehidupan berada di tangan Tuhan, Dia adalah pencipta, dan juga pemelihara keberadaan, yang benar-benar membuat kita 「tidak akan mendapat malu」, bukanlah karena keinginan pribadi kita yang digenapi, juga bukanlah karena kehidupan kita yang dilakukan dengan usaha kerja keras, terlebih lagi bukan cara kerja kita yang dihalalkan, tapi semuanya semata-mata hanya karena Allah! Oleh karena itu, kehidupan yang memiliki Allah adalah yang paling diberkati (TCV menerjemahkan ayat 3 sebagai 「anak adalah karunia Tuhan; cucu adalah berkat yang Ia anugerahkan kepada kita」, di sini menekankan 「berkat yang merupakan bagian dirinya」 tidak hanya 「hadiah pemberian」) .
Ketika Sang Pemazmur berkata,「Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu」, apa sebenarnya yang hendak ia sampaikan? 「Panah」 milik prajurit paling penting adalah tangkai panah harus lurus, jika tidak demikian maka bidikannya tidak akan tepat sasaran; dengan kebenaran yang sama, Pemazmur hendak memberitahukan kepada kita, perihal yang penting bukan hanya bagaimana menjadi orang tua, fakta bahwa integritas dari anak-anak juga merupakan hal yang paling penting, dan ini juga merupakan bukti 「diberkati」. Hal ini tidak mengherankan bahwa Maz. 128:1 「Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!」 merupakan pendukung paling kuat bagi Mazmur 127 ini. Sebuah ayat Alkitab sederhana sebagai tanggapan atas Mazmur 127, terlebih lagi membuat kesimpulan yang penting bagi raja Salomo.
Renungkan: Mungkin kita semua lupa tentang peristiwa 「Menara Babel」 yang tercatat kitab Kej. 11, bahkan kita tidak benar-benar berputar meninggalkan 「Menara Babel」, raja Salomo juga demikian, kita juga demikian telah menginjakkan kaki pada jalur yang sama dengan 「orang-orang dunia」 (Kej. 11:1). Ternyata, selama ini, kami belum berhasil menyingkirkan kesalahan yang sama ini!
Daftar renungan pemahaman Mazmur Ziarah (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).