Surat 1 Tesalonika (3)

「Paulus mengunjungi Kota Tesalonika」

Oleh: Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 17:1-5 [ITB])
1 Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi. 2 Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. 3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu. 4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka. 5 Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat.

Dalam dua hari sebelumnya, kita telah menguraikan latar belakang sejarah dan keagamaan Tesalonika. Berdasarkan hal tersebut, hari ini kita akan berdasarkan catatan dalam Kitab Kisah Para Rasul meneliti lebih lanjut keadaan historis Paulus ketika datang ke Tesalonika untuk memberitakan Injil. Menurut Kisah Para Rasul 17, kunjungan Paulus ke Tesalonika terjadi setelah Konsili Yerusalem dan merupakan bagian dari perjalanan misionarisnya yang kedua. Pada tahap awal misinya, Silas adalah rekan kerja utama Paulus (Kis. 15:40), dan kemudian, di Listra, ia mengundang Timotius untuk bergabung dengan mereka (Kis. 16:1–3). Mereka menyeberangi Laut Aegea Utara menuju Eropa, dan setelah memberitakan Injil di Filipi dan meraih keberhasilan, mereka melanjutkan perjalanan ke barat daya, tiba di Tesalonika (Kis. 17:1).

Masa tinggal Paulus di Tesalonika relatif singkat, tetapi memicu perlawanan sengit karena pertobatan banyak orang Yunani yang saleh dan sejumlah besar wanita bangsawan. Beberapa orang Yahudi, yang iri dengan pengaruhnya, menghasut kerusuhan di antara rakyat jelata, memaksa Paulus dan Silas untuk dibawa pergi secara diam-diam dari kota pada malam hari. Bahkan setelah melarikan diri ke Berea, kelompok lawan tanpa henti mengejarnya, akhirnya memaksa Paulus untuk pergi ke selatan ke Athena. Saat berada di Athena, Paulus mengirim Timotius kembali ke utara untuk mengunjungi jemaat, sementara Timotius pergi ke Tesalonika. Pada saat Timotius menyelesaikan kunjungannya dan kembali kepada Paulus, Paulus telah pindah ke Korintus, di mana keduanya kemungkinan besar bertemu kembali. Pada masa inilah 1 Tesalonika ditulis (1 Tes. 3:6).

Menurut laporan Timotius, jemaat Tesalonika meskipun berjuang di bawah penganiayaan, tetap menunjukkan iman, kasih, kesabaran, dan kesetiaan (1 Tes. 3:6-8). Namun, keraguan muncul di dalam jemaat mengenai motif Paulus (1 Tes. 2:2-6), dan ketidakpuasan muncul karena kegagalannya untuk kembali ke Tesalonika (1 Tes. 2:17-3:5). Lebih jauh lagi, ada area yang perlu ditingkatkan dalam pemahaman orang percaya tentang moralitas seksual, praktik kehidupan sehari-hari, pemahaman tentang Kedatangan Kedua Tuhan, dan kasih persaudaraan. Secara keseluruhan, Paulus menanggapi penglihatan Makedonia, menaati bimbingan Tuhan untuk memasuki Makedonia untuk memberitakan Injil (Kis. 16:9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami! Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.). Meskipun ia mengalami pemenjaraan, pencambukan, dan bahkan ancaman terhadap nyawanya, ia tidak pernah meninggalkan misi Injilnya, (1 Tes. 2:2 Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat). Sebaliknya, dengan mengandalkan kasih karunia dan kuasa Allah, ia terus memberitakan Injil, membangun komunitas orang percaya di Tesalonika, termasuk perempuan-perempuan Yunani yang berpengaruh, dan menunjukkan kuasa Injil untuk memperbarui kehidupan bahkan dalam keadaan sulit.

Refleksi:
Paulus menanggapi penglihatan di Makedonia, menaati bimbingan Tuhan, dan pergi ke Makedonia untuk memberitakan Injil, hanya untuk mengalami pemenjaraan, cambukan, dan bahkan ancaman terhadap nyawanya. Ia tidak meninggalkan misi yang dipercayakan kepadanya oleh Tuhan karena bahaya terhadap nyawanya atau penganiayaan oleh orang Yahudi; sebaliknya, ia mengandalkan kasih karunia dan kuasa Tuhan di tengah kesulitan dan terus dengan setia memberitakan Injil. Di Tesalonika, ia memimpin banyak orang Yunani yang saleh untuk beriman, termasuk banyak perempuan terkemuka, menunjukkan bahwa Injil dapat memberikan pengaruh yang mendalam dan kekal bahkan dalam keadaan yang tampaknya tidak menguntungkan. Pengalaman Paulus juga membuat kita memikirkan kembali misi para murid. Memberitakan Injil adalah misi orang percaya, tetapi hasilnya terletak pada kedaulatan Tuhan. Seringkali, ketika kita membagikan iman kita, kita tidak mengetahui dampaknya, dan mungkin kita tidak melihat hasilnya segera; namun, Tuhan dapat menggunakan satu kehidupan untuk memengaruhi kehidupan lain, dan bahkan memperluas pengaruh spiritual melalui orang-orang yang berpengaruh. Pada akhirnya, ini mengarah pada pertanyaan penting: Apakah kita bersedia mengikuti teladan Paulus dan berpegang teguh pada misi Injil bahkan di tengah kesulitan dan ketidakpastian? Apakah kita bersedia keluar dari zona nyaman kita dan pergi ke tempat-tempat di mana Injil dibutuhkan, dengan setia mempersembahkan diri kita di bawah bimbingan Tuhan, dan mempercayakan semua hasilnya kepada-Nya? Kiranya kita, di tengah pergumulan dan keraguan, tetap memilih untuk percaya kepada Tuhan yang memanggil kita, karena Dia setia dan akan menyelesaikan pekerjaan-Nya melalui ketaatan manusia.


Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 1 Tesalonika ditulis oleh Rev. Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩) yang dipublikasi pada bulan Mei 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Surat 1 Tesalonika (2)

「Kota Tesalonika yang penuh dewa-dewa berhala」

Oleh: Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Tes. 1:9-10 [TB])
9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, 10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

Dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika, Paulus menunjukkan bahwa mereka telah berpaling dari berhala dan berbalik kepada Allah, melayani Allah yang hidup dan benar, dan menantikan Anak-Nya turun dari surga (1 Tesalonika 1:9-10). Berharga diperhatikan bahwa kata berhala-berhala digunakan dalam bentuk jamak dalam teks aslinya εἰδώλων eidōlōn menunjukkan bahwa orang-orang percaya di Tesalonika pada waktu itu tidak menghadapi satu objek penyembahan tunggal, melainkan lingkungan keagamaan yang penuh dengan berbagai penyembahan berhala, yang membutuhkan transformasi yang komprehensif dan menyeluruh.

Secara historis, penduduk Tesalonika sangat dipengaruhi oleh kultus kekaisaran selama periode Romawi. Sekitar tahun 27 SM, sebuah kuil dibangun dengan cepat di kota itu untuk menghormati Julius Caesar yang didewakan (deified Julius Caesar); kemudian, selama pemerintahan Augustus, sebuah kuil kekaisaran diselesaikan di pusat kota. Kuil ini terkenal karena deretan kolomnya yang megah dan menjulang tinggi, serta menyimpan patung Julius Caesar dan dewi Romawi, yang melambangkan kota inti kekaisaran. Lebih jauh lagi, prasasti menunjukkan bahwa kultus Roma itu sendiri dan pelindungnya telah ada sejak Republik Romawi, yang mencerminkan ideologi kekaisaran yang mengakar kuat di wilayah tersebut.

Namun, Tesalonika bukan hanya pusat pemujaan dewa-dewa Yunani dan Romawi tradisional, tetapi juga kota yang menyatukan beragam budaya dan tradisi keagamaan. Yang sangat menonjol adalah pemujaan dewi Mesir, Isis. Bentuk pemujaan ini, yang termasuk dalam agama mistik, menekankan pengalaman keagamaan yang lebih pribadi dibandingkan dengan pemujaan kekaisaran atau upacara publik dewa-dewa tradisional, menawarkan kepada para penganutnya hubungan yang lebih intim dan pribadi dengan dewa-dewi. Menurut deskripsi, Isis dianggap sebagai dewi yang terlibat dalam penciptaan dan penetapan tatanan di alam semesta, termasuk mengatur pergerakan matahari, bulan, dan bintang, serta membangun tatanan dalam kehidupan manusia, seperti membangun pertanian, memupuk cinta antara pria dan wanita, dan mengajarkan orang cara menyembah dewa dan mempraktikkan keadilan.

Selain dewi Isis, prasasti-prasasti tersebut juga menegaskan pemujaan Dionysus oleh penduduk Tesalonika, yang terutama terlihat dalam konsepsi Dionysus, yang menyatakan bahwa para penganutnya dapat mencapai kebahagiaan di akhirat melalui persatuan dengan yang ilahi, sehingga terbebas dari rasa takut akan kematian dan melampaui batasan seksual serta batasan moral umum. Berharga diperhatikan bahwa tidak semua dewa yang disembah oleh penduduk Tesalonika memiliki nama yang jelas; terkadang, ekspresi kepercayaan agama mencerminkan upaya orang Romawi yang filosofis untuk memahami, secara abstrak, konsepsi ilahi yang melampaui figur-figur politeistik tradisional.

Dalam konteks intrik keagamaan dan politik yang intens inilah, pada abad pertama Masehi, kelompok-kelompok yang penuh permusuhan membawa beberapa jemaat utama Paulus ke hadapan otoritas setempat untuk menuntut mereka, khususnya menargetkan para pengajar, menuduh mereka mengganggu dunia. Yason menerima mereka, dan mereka menentang perintah kaisar, dengan mengklaim bahwa ada Raja lain bernama Yesus (Kis. 17:6-7, Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat. Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari, dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus.』」). Tuduhan ini mencerminkan ketegangan dan konflik permusuhan terhadap Kekristenan awal yang muncul di lingkungan politeisme dan ideologi kekaisaran.

Refleksi:
Kota kuno Tesalonika dipenuhi dengan beragam penyembahan berhala yang mencerminkan multikulturalisme. Berhala-berhala ini mencakup berbagai aspek kehidupan: yang berkaitan dengan mata pencaharian dan panen petani, yang berkaitan dengan pernikahan dan keluarga, yang berkaitan dengan penciptaan dan tatanan kosmik, yang berkaitan dengan cara menghadapi kematian dan kehidupan setelah kematian, dan bahkan bentuk-bentuk penyembahan yang berkaitan dengan kaisar Romawi yang telah meninggal. Di antara banyak berhala ini, orang-orang tersebut memilih untuk berpegang teguh pada berhala-berhala yang sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri, mencari keamanan, makna, dan harapan. Mungkin orang percaya saat ini mendapati diri mereka dalam situasi banyak dewa-dewa berhala, yang berwujud maupun tidak berwujud. Bagaimana orang percaya berperilaku, bagaimana tetap setia pada iman mereka, dan bagaimana mempraktikkan iman mereka menjadi masalah yang tak terhindarkan. Pada saat yang sama, perlu untuk merenungkan bagaimana membawa Injil ke dalam situasi-situasi yang dipenuhi dengan berbagai nilai dan orientasi kepercayaan ini, sehingga iman Kristen dapat benar-benar disaksikan dan diberitakan.


Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 1 Tesalonika ditulis oleh Rev. Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩) yang dipublikasi pada bulan Mei 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Surat 1 Tesalonika (1)

「Kota Tesalonika di bawah kekuasaan Yunani dan Romawi」

Oleh: Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Tes. 1:1 [TB2])
1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius. Kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Anugerah dan damai sejahtera menyertai kamu.

Para pembaca yang terkasih, Salam sejahtera. Saat kita memasuki Mei 2026, kita akan memulai studi kita tentang pesan dalam Surat 1 Tesalonika. Sebelum menyelami teks itu sendiri, beberapa hari pertama akan berfokus pada latar belakang sejarah, memperkenalkan perkembangan Tesalonika, situasi keagamaan dan politiknya, perjalanan Paulus, serta waktu, tempat, dan alasan penulisan surat ini. Kami berharap pemahaman tentang latar belakang ini akan membantu kita lebih akurat memahami isi surat tersebut, memahami pesan yang ingin disampaikan Paulus, dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang Firman Allah.

Secara historis, Tesalonika didirikan pada tahun 316 SM oleh Jenderal Cassander dalam masa pemerintahan Kekaisaran Yunani. Cassander awalnya adalah seorang jenderal di bawah Alexander Agung dan kemudian menjadi salah satu penerusnya. Ia menamai kota itu menurut nama istrinya, yang merupakan putri Philip II dan saudara tiri Alexander Agung. Dalam masa Kekaisaran Romawi, terutama pada abad ke-2 SM, Republik Romawi secara bertahap membangun sistem kekaisarannya; pada tahun 146 SM, Makedonia secara resmi dimasukkan ke dalam Kekaisaran Romawi sebagai sebuah provinsi, dan Tesalonika terletak di dalamnya.

Tesalonika, yang terletak di pantai Aegea dengan pelabuhan alami, berfungsi sebagai pusat transportasi vital ke pedalaman Makedonia dan pusat distribusi barang. Lokasinya di jalur utama yang menghubungkan Roma ke Timur semakin meningkatkan nilai strategisnya. Berdasarkan lokasi geografis dan ukuran kotanya, Tesalonika kemudian ditetapkan sebagai ibu kota provinsi baru. Di bawah pemerintahan Romawi, kota ini secara bertahap berkembang menjadi pusat perdagangan utama antara Timur dan Barat, dan juga berfungsi sebagai benteng penting untuk pertahanan maritim.

Pada masa inilah Senat Romawi mulai membangun jalan utama melintasi Makedonia, yang kemudian dikenal sebagai Via Egnatia. Sepanjang jalan ini, para pelancong dan pedagang dapat melakukan perjalanan ke barat menuju pantai Adriatik dan kemudian dengan perahu langsung ke Roma; atau ke timur laut menuju Filipi, sekitar 120 kilometer jauhnya, yang membentang hingga kota-kota dan desa-desa di lembah Sungai Danube. Sebagai perbandingan, Tesalonika jauh lebih besar daripada kota pedalaman Filipi, dan statusnya sebagai kota pelabuhan memberinya peran yang lebih signifikan dalam pembangunan regional.

Pada tahun 31 SM, Oktavianus mengalahkan Antonius dalam pertempuran laut, mengantarkan era baru yang dianggap sebagai era perdamaian dan menetapkan titik awal sejarah yang baru. Pada zaman Paulus, Tesalonika ditetapkan sebagai kota bebas, yang diperintah oleh seorang pejabat lokal (Kis.17: 6). Istilah pejabat lokal, yang juga ditemukan dalam dokumen resmi dan prasasti dari Kekaisaran Romawi, merujuk pada seorang pejabat administratif yang mengelola kota-kota di provinsi Makedonia, kurang lebih setara dengan gubernur zaman modern. Selain itu, populasi Yahudi yang signifikan tinggal di kota itu, yang menyebabkan pendirian sinagoge, yang menjadi tempat penting bagi pemberitaan Injil oleh Paulus.

Saat ini, Tesalonika telah berganti nama menjadi Thessaloniki dan merupakan kota terbesar kedua dan tersibuk di Yunani. Kota kuno Tesalonika pada zaman Paulus terletak di bawah kota metropolitan modern ini; melalui penggalian arkeologi dan penelitian sejarah di kota kontemporer, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang kota kuno ini dan pemahaman yang lebih komprehensif tentang konteks sejarah dan sosial di mana Surat 1 Tesalonika ditulis.

Refleksi:
Secara historis, Tesalonika berada di bawah kekuasaan Yunani dan Romawi sampai di zaman Paulus hidup, sangat dipengaruhi oleh budaya Helenistik. Lebih jauh lagi, jalan raya kuno dan pelabuhan yang ramai mendorong kemakmurannya, bahkan menjadikan Tesalonika sebagai ibu kota provinsi Makedonia. Bayangkan Anda adalah Paulus, datang ke kota ini untuk memberitakan Injil. Bagaimana Anda akan mendekati orang-orang dan membagikan iman Anda? Jika Anda seorang Yahudi atau non-Yahudi yang tinggal di perantauan, perlu mencari nafkah atau menghidupi keluarga Anda, bagaimana Anda akan menemukan peluang untuk menetap, membangun diri, dan menjalankan iman Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 1 Tesalonika ditulis oleh Rev. Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩) yang dipublikasi pada bulan Mei 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Galatia 5:22-26

「Hidup bersandar Roh Kudus」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Galatia 5:22-26 [ITB])
22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 6:6-8

「xxx」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mikha 6:6-8 [ITB])
6 Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN
………dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi?
Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran,
………dengan anak lembu berumur setahun?
7 Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan,
………kepada puluhan ribu curahan minyak?
Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku
………dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?
8 Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik.
………Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu:
selain berlaku adil, mencintai kesetiaan,
………dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 1:6-10

「Berkobar-kobar seperti api」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(2 Timotius 1:6-10 [ITB])
6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Matius 28:18-20

「Jadikanlah semua bangsa murid-Ku」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Matius 28:18-20 [ITB])
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Petrus 29-10

「Memasyurkan kebajikan Kristus」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(1 Petrus 29-10 [ITB])
9 Namun, kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
10 Kamu, yang dahulu bukan umat Allah,
………tetapi sekarang telah menjadi umat-Nya,
yang dahulu tidak dikasihani
………tetapi sekarang telah beroleh belas kasihan.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mazmur 23

「TUHAN, Gembalaku」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 23 [ITB])
1 Mazmur Daud.
TUHANlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
………2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
………3 Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar
demi nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
………aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku;
………gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang meneguhkan aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku,
………di hadapan lawan-lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
………pialaku penuh melimpah.
6 Kebaikan dan kasih setia belaka akan mengikuti aku,
………seumur hidupku;
dan aku akan tinggal dalam Rumah TUHAN
………sepanjang masa.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 15:1-8

「Terhubung dengan Kristus」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Yohanes 15:1-8 [ITB])
1 Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.