「Apakah hukum bertentangan dengan janji-janji Allah?」
Oleh Rev. Leung Kwok Keung (梁國權)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Galatia 3:21-22 [TB2])
21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak.
Sebab, andai kata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. 22 Namun, Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya berdasarkan iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
Bulan ini kita akan merenungkan Galatia 3:21-6:18; sedangkan untuk 1:1-3:20, kita sudah membacanya pada bulan April 2024 (Klik untuk membaca Galatia 1-3).
Banyak terjemahan menempatkan ayat 3:21-22 sebagai bagian dari paragraf berikutnya (ayat 3:23 dan seterusnya). Ini mungkin karena pernyataan dalam ayat 22 bahwa 「Kitab Suci telah 『mengurung』 segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa」 sangat mirip dengan isi ayat 23, 「Sebelum 『iman』 itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan 『dikurung』 sampai 『iman』 itu telah dinyatakan.」 Namun, karena Paulus masih membahas 「janji-janji Allah」 dalam ayat 21, kedua ayat ini harus ditempatkan di paragraf 3:15-20 yang membahas tentang 「Hukum dan Janji」 (lihat renungan Galatia 3:15-16, 「Suatu wasiat yang telah disahkan (1)」 tanggal 27 April 2024). Artinya, setelah membahas hubungan antara 「hukum」 dan 「janji」 (3:15-18), Paulus mengajukan dua pertanyaan dengan yang ia jawab sendiri. Pertanyaan pertama adalah: 「untuk apa hukum Taurat?」 (3:19); Sekarang, ia mengajukan pertanyaan kedua: 「Apakah hukum Taurat bertentangan dengan janji-janji Allah?」 (3:21)
Kata 「bertentangan」 juga dapat diterjemahkan sebagai 「melawan」 (CUV Mandarin) atau 「kontradiktif.」 Jawaban Paulus atas pertanyaan ini tegas: 「Sama sekali tidak!」 Hukum dan janji sama sekali tidak bertentangan. Alasan Paulus (ayat 21b -22) terdiri dari dua bagian. Pertama, kalimat bersyarat/conditional sentence (ayat 21b) menyajikan alasan mengapa hukum dan janji tidak bertentangan dari perspektif negatif; kemudian, kalimat deklaratif (ayat 22) menyatakan efek negatif dan positif dari hukum, dari sudut pandang yang berbeda memberikan alasan lain mengapa hukum dan janji tidak bertentangan.
Kalimat bersyaratnya adalah 「andai kata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.」 Klausa bersyarat ini memiliki dua bagian: klausa bersyarat (if clause) yang menyatakan 「jika hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan」 adalah tidak demikian; klausa hasil (main clause) yang menyatakan 「memang kebenaran berasal dari hukum Taurat」 juga tidak demikian. Kata asli untuk 「diberikan」 adalah 「menganugerahkan,」 siapa yang 「menganugerahkan」nya? Jawabannya tentu saja 「Allah.」 Klausa bersyarat berarti 「andai kata Allah telah memberikan hukum Taurat yang memungkinkan manusia dibenarkan dan hidup melalui ketaatan pada hukum itu,」 maka klausa utama 「memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.」 Tetapi 「andai kata」 ini tidak benar, karena Allah tidak memberikan hukum yang memungkinkan manusia dibenarkan dan hidup melalui ketaatan pada hukum itu. Oleh karena itu, kebenaran tidak didasarkan pada hukum Taurat. Karena hukum Taurat tidak memiliki fungsi membenarkan dan memberi kehidupan, maka hukum Taurat tidak memiliki hubungan yang 「kontradiktif」 atau 「saling bertentangan」 dengan janji-janji Allah yang hanya dapat diterima manusia melalui iman.
Jadi, apa fungsi hukum Taurat? Jawabannya adalah: 「Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya berdasarkan iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.」 Bagian pertama, 「Kitab Suci (melalui hukum Taurat) telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa,」 menyoroti aspek negatif hukum Taurat; 「mengurung」 atau 「memenjara,」 berarti bahwa di bawah hukum Taurat, setiap orang adalah orang berdosa. Tujuan Kitab Suci (atau Allah) dalam melakukan hal ini terlihat pada bagian kedua: 「supaya berdasarkan iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya」 (supaya janji-janji yang datang melalui iman kepada Yesus Kristus dapat diberikan kepada orang-orang yang percaya)
Refleksi:
Di bawah kehendak Allah, hukum Taurat bukanlah pilihan bagi manusia dalam hal pembenaran. Karena dalam pembenaran, peran hukum Taurat hanyalah untuk membuat orang menyadari dosa mereka, untuk membuat setiap orang mengakui bahwa mereka adalah orang berdosa. Satu-satunya cara untuk diberkati adalah dengan menerima janji-janji Allah dengan iman. Apakah Anda mengakui bahwa Anda adalah orang berdosa? Apakah Anda bersedia menerima janji-janji Allah dengan iman?
Renungan pemahaman Surat Galatia 3-6
Renungan pemahaman semua Surat Galatia
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Galatia 3-6 ditulis oleh Rev. Dr. Leung Kwok Keung (梁國權) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.