Yohanes 6:62

「Perpindahan Kemuliaan」

Oleh Rev. Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 6:62 [TB2])
62 Bagaimana jika kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?

Di sini Yesus tidak sedang mengajukan teka-teki teologis, melainkan sebuah sindiran teologis yang mendalam. Beberapa saat sebelumnya, para murid bersungut-sungut merasa terguncang (Τοῦτο ὑμᾶς σκανδαλίζει, Touto hymas skandalizei) dengan perbuatan makan daging dan minum darah, merasa bahwa kata-kata ini terlalu materialistis dan terlalu sulit untuk dicerna, Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?; tetapi pada saat ini Yesus menunjuk pada masa depan yang lebih besar dan bertanya: Bagaimana jika kamu melihat Anak Manusia naik (ἀναβαίνοντα anabainonta) ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?

Ini adalah ketegangan tentang perpindahan. Kita terbiasa dengan kerendahan hati Inkarnasi Firman menjadi manusia, terbiasa dengan Yesus yang nyata dan dapat didiskusikan; tetapi Kenaikan ke Surga mengingatkan kita pada dimensi yang terlupakan: Dia datang dari kekekalan dan kembali ke kekekalan. Jika kita tidak dapat menerima kata-kata-Nya yang sulit di bumi, itu karena pada dasarnya kita tidak mengenali asal usul-Nya.

Kesulitan terbesar dalam iman seringkali adalah kita menyederhanakan Tuhan. Kita mencoba membatasi-Nya dalam logika kita sendiri, tetapi Dia menunjuk ke takhta-Nya dan berkata kepada kita: Dia bukan berasal dari sini, bukan termasuk dunia. Ketika Anda merasa pernyataan ini sangat sulit, cobalah memandang ke atas kepada Anak Manusia yang kembali pada asal-Nya penuh kemuliaan. Hanya ketika kita melihat awal dan akhir surgawi itulah kita dapat menemukan keberanian untuk berdiri teguh di tengah kebingungan kita saat ini.

Inilah Injil.

Refleksi:
1. Cobalah mengingat kapan terakhir kali Anda merasa sangat kecewa pada Tuhan. Apakah Anda menuntut agar Dia menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan logika sempit Anda? Jika Anda menempatkan dilema itu kembali ke dalam dimensi takhta kemuliaan -Nya, bagaimana kekecewaan itu akan berubah sesuatu yang lain?
2. Berapa persentase dari doa harian Anda yang meminta Tuhan untuk turun agar sesuai dengan rencana hidup Anda, lebih daripada meminta-Nya untuk menuntun Anda naik menuju perspektif kekal-Nya?


Renungan pemahaman Injil Yohanes 6:62-7:24
Renungan pemahaman Injil Yohanes

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain



Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 7:8-20

「Janji, Doa, Pujian」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 7:8-20 [TB2])
8 Janganlah bersukacita atas aku, hai
musuhku!
………Sekalipun aku jatuh, aku akan
………bangun lagi,
sekalipun aku duduk dalam gelap,
………TUHAN menjadi terangku.
9 Aku akan menanggung kemarahan
TUHAN,
………sebab aku telah berdosa kepada-Nya,
sampai Ia memperjuangkan perkaraku
………dan menegakkan keadilan bagiku.
Ia akan membawa aku kepada terang,
………sehingga aku melihat keadilan-Nya.
10 Musuhku akan melihatnya
………dan rasa malu ia akan meliputi dia,
yang berkata kepadaku,
………Di mana TUHAN, Allahmu?
Mataku akan memandangi dia;
………sekarang ia diinjak-injak
………seperti lumpur di jalan.

11 Akan datang harinya untuk
membangun kembali pagar tembokmu;
………pada hari itulah perbatasanmu
………akan diperluas.
12 Pada hari itu orang akan datang
kepadamu
………dari Asyur dan kota-kota Mesir,
dari Mesir sampai sungai Efrat,
………dari laut ke laut, dari gunung ke
………gunung.
13 Tetapi, negeri mereka akan menjadi
sunyi sepi gara-gara penduduknya,
………sebagai buah perbuatan mereka.

14 Gembalakanlah umat-Mu dengan
tongkat-Mu,
………kawanan domba milik-Mu sendiri,
yang tinggal sendirian dalam hutan
………di tengah-tengah kebun buah-
………buahan.
Biarlah mereka makan rumput di
Basan dan di Gilead
………seperti pada zaman dahulu kala.
15 Seperti pada waktu Engkau keluar
dari Mesir,
………Aku akan memperlihatkan kepada
………umat-Ku keajaiban-keajaiban!
16 Biarlah bangsa-bangsa melihat ahal itu
dan menjadi malu
………dengan segala keperkasaan mereka.
Biarlah mereka menekap mulut
dengan tangan,
………dan telinga mereka menjadi tuli.
17 Biarlah mereka menjilat debu seperti
ular,
………seperti binatang melata di bumi;
biarlah mereka keluar dengan
gemetar dari kubunya,
………dan datang kepada TUHAN, Allah
………kami, dengan gentar;
………biarlah mereka takut kepada-Mu!
18 Siapakah seperti Engkau Allah yang
mengampuni dosa,
………yang memaafkan pelanggaran sisa
………umat milik-Nya sendiri,
dan tidak bertahan dalam murka-Nya
untuk seterusnya,
………melainkan berkenan menunjukkan
………kasih setia?
19 Kiranya Ia kembali menyayangi kita,
………menghapuskan kesalahan-
………kesalahan kita
dan melemparkan segala dosa kita
………ke dasar laut yang dalam.
20 Kiranya Engkau menunjukkan
kesetiaan-Mu kepada Yakub
………dan kasih-Mu kepada Abraham
seperti yang telah Kaujanjikan
………dengan sumpah kepada nenek
………moyang kami
………sejak dahulu kala!

Mikha 7:8-20 adalah doa dan pujian dari Mikha kepada Allah setelah melihat janji Allah tentang pemulihan bagi umat-Nya. Dalam bagian yang panjang ini, nabi Mikha berbicara kepada tiga pihak yang berbeda, yang dapat dibagi menjadi lima paragraf yang lebih kecil.

Bagian pertama, ayat 8-10, berfokus pada musuh (ayat 10). Mikha tidak menyebutkan siapa musuh yang memiliki gender perempuan ini (tidak terlihat dalam terjemahan bahasa Indonesia). Apakah perempuan ini mewakili orang-orang berkuasa yang menganiaya orang-orang saleh dan benar (ayat 1-6)? Atau apakah dia merujuk kepada bangsa Asyur yang akan menyerang Israel (pasal 4-5)? Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun lagi, ketika nabi Mikha jatuh dan belum menerima pertolongan, dia diejek mengapa Allah yang dia percayai tidak menyelamatkannya? Nabi sangat percaya bahwa Allah akan membela dan membenarkannya. Musuh ini pada akhirnya menerima pembalasan dan diinjak-injak (ayat 10).

Bagian kedua, ayat 11-13, ditujukan kepada bangsa Israel. Bangsa itu dihukum karena dosa-dosa mereka, menyebabkan tanah itu menjadi sunyi sepi. Mereka ditawan ke negeri yang jauh, tetapi pada hari itu, hari pemulihan, mereka akan kembali, dari laut ini sampai laut itu, dari gunung ini sampai gunung itu, kembali ke tanah perjanjian yang telah Allah berikan kepada mereka. Mereka akan membangun kembali tembok-tembok dan memperluas batas-batas tanah itu.

Bagian ketiga, ayat 14-15, menggambarkan doa nabi Mikha kepada Allah dan tanggapan-Nya. Ketika nabi Mikha melihat penglihatan tentang kepulangan kembali dan pemulihan bangsa Israel yang tercerai-berai, ia segera berdoa kepada Allah, meminta-Nya untuk menggembalakan umat-Nya seperti pada zaman dahulu, karena mereka adalah warisan Allah. Kata Aku dalam ayat 15 adalah jawaban Allah atas permintaan nabi; Alkitab berbahasa Inggris menggunakan tanda kurung untuk menunjukkan bahwa pokok bahasan telah beralih ke Allah yang berbicara. Allah berjanji bahwa manusia akan sekali lagi menyaksikan pekerjaan-Nya, sama seperti Ia memimpin bangsa Israel yang diperbudak keluar dari Mesir — sesuatu yang tampaknya mustahil, namun terlaksana!

Bagian keempat, ayat 16-17, nabi Mikha memberitakan perbuatan-perbuatan Allah kepada umat-Nya. Ketika Allah mengatakan bahwa Ia akan menunjukkan keajaiban kepada manusia, itu menandakan penggembalaan-Nya yang berkelanjutan terhadap umat-Nya dan memungkinkan mereka untuk sekali lagi mengalami kuasa-Nya yang besar. Karena itu, nabi Mikha memimpin umat untuk menanggapi Allah, dengan mengatakan, TUHAN, Allah kami. Allah para leluhur Israel tidak hanya diberitakan dalam legenda, tetapi benar-benar menyertai mereka dalam kehidupan mereka.

Bagian kelima, ayat 18-20, nabi Mikha memuji karya-karya besar Allah. Mikha menggunakan pertanyaan retoris untuk memuji tiga sifat Allah: Siapakah seperti Engkau Allah yang mengampuni dosa, yang memaafkan pelanggaran sisa umat milik-Nya sendiri, dan tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan menunjukkan kasih setia? Menariknya, ia menggunakan namanya sendiri sebagai pertanyaan. Nama Mikha berarti, Siapakah yang seperti TUHAN? Ia adalah Allah yang memberikan pengampunan (lihat Mazmur 130:4); Ia adalah Tuhan penguasa yang penuh belas kasihan (lihat Ulangan 4:31); Ia adalah Allah yang menunjukkan kasih kepada umat manusia (lihat Nehemia 9:32). Nabi Mikha dua kali menekankan sejak dahulu kala (ayat 14 dan 20), menggunakan peristiwa sejarah untuk menunjukkan bahwa Allah adalah Penguasa yang memelihara bangsa Israel.

Refleksi:
1. Mikha bersaksi, Ia akan membawa aku kepada terang, sehingga aku melihat keadilan-Nya (ayat 9) Apakah ini juga keyakinan Anda?
2. Renungkan tiga sifat Allah yang disebutkan dalam ayat 18-20 (Allah yang mengampuni dosa, menyayangi kita, menunjukkan kasih kesetiaan-Nya), panjatkan doa syukur dan pujian kepada Allah.
3. Hari ini Anda telah selesai membaca seluruh Kitab Mikha. Pencerahan apa yang diberikan Roh Kudus kepada Anda?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 7:1-7

「Mikha meratap sedih」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 7:1-7 [TB2])
1 Betapa celakanya aku! Sebab
keadaanku seperti pemungut sesudah
pengumpulan buah musim panas,
………sesudah pemetikan susulan buah
………anggur:
Tidak ada lagi buah anggur untuk
dimakan,
………atau buah ara yang kusukai.
2 Orang saleh lenyap dari negeri,
………dan tidak ada lagi orang jujur di
………antara manusia.
Mereka semuanya mengincar darah,
………masing-masing menjerat
………sesamanya dengan jaring.
3 Tangan mereka lihai berbuat jahat;
………pemimpin mereka menuntut imbalan,
………hakim menerima suap;
pembesar memberi putusan sesuka
hatinya,
………dan semuanya mereka
………putarbalikkan!
4 Orang yang terbaik di antara mereka
bagaikan onak duri,
………yang paling jujur di antara mereka
………seperti pagar duri.
Telah tiba harinya bagi pengintai-
pengintaimu, hari penghukumanmu.
………Sekarang akan terjadi kegemparan
………di antara mereka!
5 Janganlah mempercayai teman,
………janganlah mengandalkan kawan!
Jagalah pintu mulutmu
………bahkan terhadap perempuan yang
………berbaring di pangkuanmu!
6 Sebab anak laki-laki menghina
ayahnya,
………anak perempuan bangkit melawan
………ibunya,
menantu perempuan melawan ibu
mertuanya;
………musuh seseorang ialah orang-
………orang seisi rumahnya.

7 Tetapi, aku ini akan menanti-nantikan
TUHAN,
………mengharapkan Allah Penyelamatku,
………Allahku akan mendengarkan aku!

Setelah menyampaikan perkataan ilahi Allah tentang penghakiman atas Israel dalam pasal 6 (6:9-16), segera berikutnya dalam pasal 7 (7:8-20) Mikha memberitakan penglihatan terakhir yang ia terima dari Allah tentang pemulihan. Sebelum mengungkapkan janji Allah kepada umat-Nya tentang hari itu, nabi Mikha mengucapkan ratapan yang menyayat hati.

Nabi berduka atas hukuman yang diderita bangsa Israel. Karena hukuman Allah terhadap bangsa Israel (6:13), bangsa itu akan jatuh ke dalam keadaan kehancuran (6:13, 16). Dalam pasal 7, ayat 1-7, nabi menggunakan kata ganti aku sebanyak delapan kali, yang mencerminkan ratapannya atas penderitaan bangsa itu (ayat 1-6) dan ia iman percaya dirinya kepada Allah (ayat 7).

Mikha Sebagai pengintai bagi umat Allah (ayat 4), ia tidak memisahkan diri dari mereka atau berdiri di posisi moral yang tinggi untuk menghukum mereka. Ia berkata, Betapa celakanya aku! (ayat 1), dan kemudian menggunakan dua metafora untuk mengungkapkan perasaannya tentang malapetaka yang akan datang. Ia seperti buah yang dipanen di musim panas — di tengah teriknya musim panas, jika buah tidak diletakkan di tempat yang sejuk tepat waktu setelah dipetik, buah itu akan cepat membusuk; ia juga seperti anggur yang tersisa, hanya potongan-potongan, yang tersisa di pohon adalah anggur yang tidak dapat dimakan. Situasi yang menyedihkan ini membuat nabi Mikha merindukan untuk mencicipi buah ara matang pertama (Tidak ada lagi buah anggur untuk dimakan, atau buah ara yang kusukai.

Penglihatan Mikha bergeser dari kehancuran sekitar bangsa itu kepada alasan-alasan yang menyebabkan penghakiman Allah terhadap umat itu. Ia melihat kekejaman di seluruh kota, dan orang-orang berbohong dan menipu (ayat 6:12). Yang membuatnya sedih adalah orang-orang saleh dan jujur telah lenyap dari masyarakat, dimusnahkan oleh mereka, mereka semuanya mengincar darah masing-masing menjerat sesamanya dengan jaring. Siapakah mereka? Mereka adalah raja-raja, hakim-hakim, dan bangsawan-bangsawan yang berkuasa (ayat 3). Mereka tidak menegakkan keadilan, tetapi mahir dalam kejahatan, memeras suap, dan memuaskan keinginan pribadi mereka. Mereka bersekongkol satu sama lain, sekelompok elit sosial yang mementingkan diri sendiri; namun, di mata nabi, mereka tidak lebih dari onak duri, pagar berduri. Ketika Tuhan menghakimi, mereka pasti akan berada dalam kegemparan (ayat 4).

Raja dan hakim, yang seharusnya menegakkan keadilan, malah menggunakan perangkap untuk memburu saudara-saudara mereka sendiri. Bukan hanya keadilan yang rusak dalam masyarakat, tetapi hubungan antar manusia juga rusak: tetangga tidak dapat dipercaya, teman dekat tidak dapat diandalkan, suami dan istri tidak mengatakan yang sebenarnya, anak laki-laki membenci ayah mereka, anak perempuan menentang ibu mereka, dan menantu perempuan menentang ibu mertua mereka (ayat 5-6). Tragisnya, musuh seseorang adalah anggota keluarganya sendiri (ayat 6b). Gambaran nabi ini menyerupai penglihatan tentang hari-hari terakhir (lihat 2 Timotius 3:1-5).

Masyarakat tempat Mikha tinggal telah hancur total dalam hal hubungan dan ketertiban di semua tingkatan. Nabi itu, di satu sisi, meratapi negeri yang didiaminya, dan di sisi lain, menyatakan imannya yang teguh kepada Allah, dengan berkata, aku ini akan menanti-nantikan TUHAN, mengharapkan Allah Penyelamatku, Allahku akan mendengarkan aku! (ayat 7). Dalam ayat ini, Mikha empat kali menggunakan kata aku, ku. Meskipun orang-orang saleh sangat langka di masyarakat, ia tetap teguh pada imannya. Nabi menanti-nantikan Allah; kata menanti-nantikan adalah ungkapan umum yang digunakan oleh penyair dan nabi, yang menandakan pandangan penuh harapan kepada Allah, dan karena itu matanya tertuju kepada Allah. Ia sangat percaya pada keselamatan Allah, bahwa Allah akan bertindak sesuai dengan waktu-Nya, dan karena itu ia dengan teguh menantikan pemeliharaan Allah. Ia percaya bahwa Allah adalah Penguasa yang mendengar doa umat-Nya, Tuhan bersedia menanggapi permintaan mereka.

Refleksi:
1. Mari bersama berdoa untuk orang-orang percaya menghidupi kesalehan dan mempraktikkan kebenaran dalam masyarakat.
2. Kiranya Tuhan melindungi etika dan ketertiban sosial, serta keluarga-keluarga orang percaya! Bagaimana Anda mempraktikkan kehidupan keluarga Kristen?
3. Ayat 7 mengatakan, aku ini akan menanti-nantikan TUHAN, mengharapkan Allah Penyelamatku, Allahku akan mendengarkan aku! Renungkanlah ini: apakah Anda ingin menjadikan ayat emas ini sebagai motto hidup Anda?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 6:9-16

「Kelakuan jahat, buah akibatnya」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 6:9-16 [TB2])
9 Dengarlah, TUHAN berseru kepada
kota,
………– sungguh bijaksana untuk takut
………kepada nama-Nya —
Dengarlah, hai suku bangsa dan
orang kota!
10 Bukankah di rumah orang fasik masih
ada harta benda kefasikan
………dan takaran efa yang kurang
………dan terkutuk itu?
11 Akankah Aku membenarkan
………neraca palsu atau pundi-pundi
………berisi batu timbangan yang
………curang?
12 Orang-orang kaya di kota itu
melakukan banyak kekerasan,
………penduduknya berkata dusta
dan lidah dalam mulut mereka penuh
tipu daya.
13 Aku pun memukul engkau hingga sakit,
………menanduskan engkau oleh karena
………dosamu.
14 Engkau akan makan, tetapi tidak
menjadi kenyang,
………dan kelaparan tetap ada padamu.
Engkau akan mengamankan sesuatu,
tetapi tidak dapat menyelamatkannya,
………dan apa yang kauselamatkan,
………akan Kuserahkan kepada pedang.
15 Engkau ini akan menabur, tetapi tidak
akan menuai,
………engkau akan mengirik buah
………zaitun, tetapi tidak akan
………mengurapi dirimu dengan
………minyaknya;
………engkau akan mengirik buah
………anggur, tetapi tidak akan minum
………anggurnya.
16 Engkau telah berpaut pada ketetapan-
ketetapan Omri
………dan kepada segala perbuatan
………keluarga Ahab.
………Engkau telah bertindak menurut
………rancangan mereka,
sehingga Aku membuat engkau
menjadi tandus
………dan pendudukmu menjadi sasaran
………ejekan.
………Demikianlah kamu akan menanggung
………cela umat-Ku.

Pada bagian pertama pasal 6, Mikha memperkenalkan teguran Allah kepada bangsa Israel (ayat 1-5) dan tuntutan iman (ayat 6-8); pada bagian kedua (ayat 9-16), ia menunjukkan kejahatan mereka dan kemudian menyampaikan penghakiman. Nabi Mikha dua kali menggugat umat itu atas dosa-dosa mereka dan hukuman Allah. Silakan lihat tabel di bawah ini:

Allah dengan jelas menyatakan tuntutan-Nya terhadap kehidupan iman: berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu (ayat 8). Apakah umat Allah telah memenuhi tuntutan ini? Allah pertama-tama memanggil umat-Nya: Dengarlah, hai suku bangsa dan orang kota! (ayat 9). Mendengarkan firman Allah dan prinsip bahwa sungguh bijaksana untuk takut kepada nama-Nya adalah sangat penting. Namun, dapatkah umat Allah memahami perasaan Allah? Mikha merasakan bahwa Allah telah mencapai batas kesabaran-Nya terhadap bangsa Israel. Allah melihat ketidakbenaran di antara umat itu (ayat 10), dan bertanya, Akankah Aku membenarkan? (ayat 11). Allah telah bersabar, mengampuni, dan berharap akan kembalinya umat itu, tetapi sifat-Nya tidak mudah marah terus diinjak-injak oleh umat itu. Sekarang Allah ingin umat-Nya mendengarkan gugatan dan hukuman yang ditujukan kepada mereka.

Nabi itu tanpa ampun menyebut mereka adalah rumah orang fasik (NIV –you wicked house), mereka menggunakan timbangan yang curang serta takaran yang kurang dan terkutuk (bahasa aslinya adalah wicked measures). Masalah-masalah ini merasuki seluruh kota: penduduknya berkata dusta dan lidah dalam mulut mereka penuh tipu daya (ayat 12). Orang-orang itu tidak hanya serakah dan menipu, tetapi juga dipenuhi dengan kekejaman kekerasan. Allah tidak dapat lagi menoleransi umat-Nya tidak memiliki keadilan dan belas kasihan, sehingga Dia mengutuk mereka: Aku pun memukul engkau hingga sakit, menanduskan engkau oleh karena dosamu (ayat 13). Hukuman Allah ada dua: mengalami kelaparan dan menderita pedang. Nabi Mikha menggambarkan kesulitan yang akan dialami umat itu (ayat 14-15):
Engkau akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang (ayat 14a)
Engkau ini akan menabur, tetapi tidak akan menuai,
engkau akan mengirik buah zaitun, tetapi tidak akan mengurapi dirimu dengan minyaknya;
engkau akan mengirik buah anggur, tetapi tidak akan minum anggurnya (ayat 15)

Orang Israel selain akan mengalami kelaparan, juga akan menderita malapetaka fisik dan pertumpahan darah:
Engkau akan mengamankan sesuatu, tetapi tidak dapat menyelamatkannya,
dan apa yang kauselamatkan, akan Kuserahkan kepada pedang (ayat 14b)

Dalam ayat 16, nabi Mikha memberikan gugatan kedua kepada umat itu: mereka telah melakukan dosa-dosa Omri dan Ahab. Sejak awal Mikha telah menunjukkan dalam pasal 1 bahwa dosa-dosa kerajaan Israel utara telah menyebar ke kerajaan Yehuda selatan: sebab lukanya tidak dapat sembuh, sudah sampai ke Yehuda, sudah mencapai pintu gerbang bangsaku, bahkan ke Yerusalem! (1:9). Mereka telah meniru dan mengikuti dosa-dosa kedua raja terburuk dari kerajaan utara. 1 Raj. 16:29-34 mencatat perbuatan jahat Ahab: … Ahab bin Omri memerintah dua puluh dua tahun lamanya atas Israel di Samaria. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya. Seakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya. Kemudian ia membuat mezbah untuk Baal itu di kuil Baal yang didirikannya di Samaria. Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya

Refleksi:
1. Bangsa Israel pernah menantang prinsip dasar Allah! Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Galatia 6:7). Pengingat apa yang diberikan ayat ini kepada Anda?
2. Jika Roh Kudus memanggil Anda hari ini: Takut akan nama Tuhan adalah hikmat! bagaimana Anda akan menanggapi undangan-Nya?
3. Ajaran Amsal: … karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan (Amsal 16:6b). Jika Roh Kudus membantu Anda menemukan dosa-dosa tersembunyi, mintalah kepada Tuhan untuk menguatkan Anda agar menjauhkan diri dari kejahatan!


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 6:1-8

「Iman yang diharapkan oleh Allah」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 6:1-8 [TB2])
1 Dengarlah apa yang difirmankan TUHAN:
………Bangkitlah, ajukanlah gugatanmu di
hadapan gunung-gunung,
………dan biarlah bukit-bukit mendengar
………suaramu!
2 Dengarlah, hai gunung-gunung,
gugatan TUHAN,
………dan pasanglah telinga, hai dasar-
………dasar bumi!
Sebab TUHAN mempunyai gugatan
terhadap umat-Nya,
………dan Ia beperkara dengan Israel.

3 Umat-Ku, apakah yang telah
Kulakukan kepadamu?
………Dengan apakah engkau telah
………Kulelahkan? Jawablah Aku!
4 Sesungguhnya Akulah yang menuntun
engkau keluar dari tanah Mesir,
………membebaskan engkau dari tempat
………perbudakan
dan mengutus Musa memimpinmu,
………beserta Harun dan Miryam.
5 Umat-Ku, ingatlah apa yang dirancang
………oleh Balak, raja Moab,
apa jawaban
………Bileam bin Beor kepadanya,
dan perjalanan dari Sitim sampai ke
Gilgal,
………supaya engkau menyadari perbuatan-
………perbuatan TUHAN yang adil.

6 Dengan apakah seharusnya aku pergi
menghadap TUHAN
………dan sujud kepada Allah yang di
………tempat tinggi?
Haruskah aku pergi menghadap Dia
dengan kurban bakaran,
………dengan anak lembu berumur setahun?
7 Berkenankah TUHAN kepada ribuan
domba jantan,
………kepada puluhan ribu curahan
………minyak?
Haruskah kupersembahkan anak
sulungku karena pelanggaranku
………dan anak kandunganku karena
………dosaku sendiri?

8 Hai manusia, telah diberitahukan
kepadamu apa yang baik.
………Apakah yang dituntut TUHAN darimu
selain berlaku adil, mencintai
kesetiaan,
………dan hidup dengan rendah hati di
………hadapan Allahmu?

Dua pasal terakhir kitab Mikha memasuki siklus baru penghakiman dan janji. Nabi Mikha mengajukan kecaman yang ketiga kali terhadap bangsa Israel serta menyatakan penghakiman dan hukuman Allah, juga pesan berisi janji-Nya kepada umat-Nya. Pasal Enam merupakan babak baru gugatan dan hukuman, yang dapat dibagi menjadi tiga bagian: perdebatan aktif Allah dengan umat-Nya (ayat 1-5), tuntutan iman dari Allah terhadap umat-Nya (ayat 6-8), dan pengumuman hukuman Allah atas bangsa Israel (ayat 9-16).

Gelombang kecaman ketiga ini sangat keras dan mengejutkan, dalam dua ayat pertama menggunakan empat kali kata gugatan. Allah secara aktif menggugat umat-Nya, sebuah adegan yang mirip dengan memimpin persidangan di pengadilan: Dengarlah apa yang difirmankan TUHAN: Bangkitlah, ajukanlah gugatanmu di hadapan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu! Dengarlah, hai gunung-gunung, gugatan TUHAN, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai gugatan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel (ayat 1-2). Allah duduk di kursi hakim, dan terdakwa adalah orang Israel. Siapakah jurinya? Gunung-gunung dan bumi itu sendiri! Umat itu mengerti, seperti kata-kata Musa di padang gurun ketika ia memimpin orang Israel untuk membuat perjanjian dengan Allah: Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu (Ulangan 30:19)

Allah memiliki hubungan perjanjian dengan bangsa Israel; mereka adalah komunitas perjanjian dan perlu hidup sesuai dengan tuntutan perjanjian. Sekarang Allah mengajukan dua pertanyaan retoris kepada bangsa Israel: Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! (ayat 3) Allah menjawab pertanyaan-pertanyaan-Nya dengan tiga peristiwa sejarah, sehingga menunjukkan bahwa bangsa Israel telah melupakan kasih karunia penebusan-Nya. Pertama, Allah menebus bangsa Israel dari perbudakan di Mesir (Keluaran 1-15); kedua, peristiwa Bileam (lihat Bilangan 22-24), terutama apa yang terjadi dalam perjalanan dari Sitim sampai ke Gilgal (ayat 5; lihat Bilangan 22; 25:1; Yosua 4:19-20); ketiga, para leluhur meninggalkan Mesir, mengembara di padang gurun, dan sekarang berdiri di Tanah Perjanjian. Allah dua kali meminta umat itu untuk mengingat peristiwa-peristiwa sejarah ini agar mereka memahami perbuatan-perbuatan TUHAN yang adil (ayat 5).

Seorang tak bernama, mewakili umat menjawab dari tempat duduk para tertuduh. Allah mengajukan dua pertanyaan retoris kepada umat itu, tetapi orang ini menggandakannya, mengajukan empat pertanyaan kepada Allah. Allah bertanya kepada umat itu apa yang telah Dia lakukan sehingga membuat mereka kesal, dan jawaban orang ini berkaitan dengan persembahan ketika menghadap Allah (ayat 6-7). Dia bertanya kepada Allah persembahan apa yang harus dipersembahkan ketika menyembah-Nya. Haruskah seekor anak sapi berumur satu tahun dipersembahkan sebagai kurban bakaran? Apakah itu cukup? Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? (ayat 7a). Orang ini tampaknya menggunakan hiperbola untuk mengungkapkan tuntutan Allah. Jika Allah berkenan kepada persembahan, maka marilah kita mempersembahkan ribuan domba jantan dan puluhan ribu curahan minyak! Dari tuntutan persembahan yang dikemukakan orang ini, kata-katanya, dan nadanya, beberapa peneliti berpendapat bahwa dia menggunakan ironi untuk mengungkapkan seberapa banyak yang harus dipersembahkan untuk memenuhi tuntutan Allah. Jika Allah berkenan dengan kurban bakaran dan anak sapi berumur satu tahun, mengapa tidak mempersembahkan seribu kali, sepuluh ribu kali lebih banyak? Jika Allah berkenan dengan persembahan kurban hewan, bukankah mempersembahkan anak-anak akan lebih menyenangkan-Nya?

Sebagai tanggapan atas kesalahan teologis dan pandangan moral orang itu, Mikha menegurnya dalam ayat 8. Allah bukan saja membenci pengorbanan manusia hidup, tetapi juga dengan tegas melarang perbuatan jahat ini (lihat 2 Raj. 23:10; 2 Tawarikh 28:3). Allah mengharuskan umat-Nya untuk merayakan hari raya di hadapan-Nya tiga kali setahun (pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun, lihat Keluaran 23:14), dan bahwa mereka Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, (Ulangan 16:16). Merayakan hari raya adalah waktu yang penuh sukacita, dan mengenai persembahan, Allah dengan jelas menyatakan: masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu (Ulangan 16:17).

Sesungguhnya, Allah tidak menilai persembahan berdasarkan penampilan luarnya; jumlah kuantitas bukanlah kuncinya. Nabi Mikha dalam ayat 8 menunjukkan bahwa Allah menghargai perilaku iman: Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Apakah yang dituntut TUHAN darimu selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? Allah tidak membutuhkan darah hewan; Ia membutuhkan dua sifat dalam umat-Nya. Pertama, dalam perilaku mereka, mereka harus adil dan benar; perilaku Allah adalah adil dan benar (ayat 5) harus tercermin dalam umat-Nya. Kedua, dalam hubungan mereka dengan orang lain, mereka harus memiliki belas kasihan dan berjalan bersama Allah.

Dalam ayat 9-16, Allah akan mengungkapkan dosa-dosa umat itu dan menjatuhkan hukuman.

Refleksi:
1. Bagaimana Anda dapat menghindari terjebak dalam pergumulan jumlah kuantitas saat memberi persembahan? Renungkan firman Tuhan: manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati (1 Samuel 16:7). Selain itu, renungkan pujian Yesus terhadap janda miskin yang memberi dua keping uang receh (lihat Markus 12:41-44).
2. Apakah TUHAN itu berkenan kepada kurban bakaran dan kurban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada kurban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan (1 Samuel 15:22) Inspirasi apa yang diberikan ayat ini kepada Anda?
3. Renungkan keadaan pribadi Anda dalam hal menegakkan keadilan kebenaran, melakukan belas kasihan, dan berjalan bersama Allah. Tindakan apa yang telah Anda ambil untuk mempraktikkan prinsip-prinsip ini?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 5:10-15

「Tindakan Allah di hari akhir」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 5:10-15 [TB2])
10 Pada waktu itu,
………demikianlah firman TUHAN,
Aku akan melenyapkan kuda-kudamu
dari antara kamu
………dan akan menghancurkan kereta-keretamu.
11 Aku akan melenyapkan kota-kota
negerimu
………dan akan meruntuhkan seluruh kubumu.
12 Aku akan melenyapkan ilmu-ilmu sihir
dari tanganmu,
………dan para peramal tidak akan ada
………lagi padamu.
13 Aku akan melenyapkan patung-
patungmu
………dan tugu-tugu berhalamu dari
………tengah-tengahmu.
Engkau tidak akan lagi sujud
menyembah
………buatan tanganmu.
14 Aku akan mencabut tiang-tiang
berhalamu dari tengah-tengahmu
………dan akan memusnahkan kota-kota
………pemujaanmu.
15 Aku akan membalas dendam
………dalam murka dan dengan kobaran
………amarah,
………kepada bangsa-bangsa yang tidak
………mau mendengarkan.

Pesan ketiga Mikha dalam pasal 5 berkaitan dengan tindakan Allah pada hari itu. Nabi Mikha melihat sebuah penglihatan tentang kedatangan pertama Mesias (ayat 1-4) dan penebusan umat sisa (ayat 5-9). Dalam pesan keduanya, tujuh kali ia menggunakan kata kunci akan (NIV – will, will be). Dalam ayat 10-15, ia memilih kata kunci lain, Aku akan (NIV – I will). Tema pesan nyang disampaikan nabi Mikha bergeser dari janji (ayat 5-9) ke penghakiman (ayat 10-15), dari Allah akan menyelamatkan keturunan Yakub yang tersisa menjadi Aku akan menghancurkan!

Dalam ayat 10-15, Allah menggunakan kata ganti orang pertama, Aku, untuk menjelaskan apa yang akan Dia lakukan di hari akhir. Di setiap ayat, Allah berkata Aku akan! Apa yang pasti akan Dia lakukan? Alkitab terjemahan bahasa Inggris empat kali menggunakan I will destroy, sedangkan terjemahan bahasa Indonesia menggunakan Aku akan melenyapkan, terjemahan bahasa Mandarin menggunakan kata-kata yang berbeda, seperti memotong habis, memusnahkan, dan menyingkirkan, tetapi intinya sama. Allah akan menghancurkan dua jenis hal berikut:

1. Penghancuran Militer (ayat 10-11), yang dibagi menjadi dua bagian. Pertama, sarana militer; Allah akan membunuh kuda-kuda dan menghancurkan kereta-kereta perang, kemudian kota-kota dan benteng-benteng. Ketika rakyat mendengar pesan nabi Mikha, mereka mungkin dipenuhi keraguan. Ayat 5-9 menjanjikan keselamatan bagi sisa keturunan Yakub; mengapa kemudian, dalam sekejap mata, Allah harus menghakimi mereka? Mereka dapat lega ketika mendengar pesan dalam ayat 15, menyadari bahwa kemarahan dan murka Allah adalah pembalasan terhadap bangsa-bangsa yang tidak taat kepada-Nya. Oleh karena itu, ayat 10-11 merujuk kepada bangsa-bangsa, bukan bangsa Israel.

2. Penghancuran Agama (ayat 12-14), yang memiliki dua aspek. Aspek pertama adalah adopsi kebiasaan pagan asing oleh bangsa Israel; oleh karena itu, Allah akan menyingkirkan sihir dari umat mereka sehingga mereka tidak akan lagi mempunyai peramal (ayat 12). Musa telah memperingatkan bangsa Israel ketika mereka memasuki Kanaan agar tidak mengikuti kebiasaan buruk di daerah setempat yang mempraktikkan ramalan (lihat Ulangan 18:9-14). Ternyata umat Allah telah terlibat dalam sihir dan ramalan, tidak sepenuhnya percaya kepada Allah. Mereka berkonsultasi dengan peramal, bukan bertanya kepada Allah Tuhan atas kehidupan. Sekarang Allah akan mereformasi kehidupan dan perilaku keagamaan umat itu, mengoreksi tindakan mereka yang keliru. Aspek kedua adalah penyembahan berhala bangsa Israel; Allah akan menghancurkan berhala dan tugu-tugu berhala (NIV –sacred stones) yang ada di antara umat itu, sehingga mereka tidak akan lagi sujud menyembah buatan tangan mereka. Ayat 14 Aku akan mencabut tiang-tiang berhalamu dari tengah-tengahmu dan akan memusnahkan kota-kota pemujaanmu, nabi Mikha secara khusus menunjukkan penyembahan mereka terhadap tugu-tugu Asyera berhala Kanaan (lihat BISH Tugu-tugu Dewi Asyera di negerimu akan Kurobohkan, dan kota-kotamu yang berbenteng akan Kuhancurkan, NIV Asherah poles). Karena itu, Allah berfirman akan menghancurkan Asyera dari antara mereka, memusnahkan berhala-berhala mereka.

Sepanjang sejarah Israel, Allah dengan tegas memperingatkan umat-Nya agar tidak melakukan apa yang dibenci-Nya: Kalau kamu membuat mezbah untuk TUHAN Allahmu, jangan menaruh patung berhala kayu lambang Asyera di sebelahnya, dan jangan mendirikan tiang untuk memuja berhala, karena TUHAN Allahmu membenci perbuatan itu (Ulangan 16:21-22, ISH). Ketika umat Israel mendengar pesan Mikha tentang tindakan-tindakan yang akan dilakukan Allah, mereka teringat betapa banyak raja yang mengandalkan Allah telah berusaha untuk menghapus penyembahan Asyera (lihat 1 Raj. 15:13; 2 Raj. 18:3-4; 23:6, 14-15).

Ketika Mesias datang kedua kali, kemuliaan Allah (majesty) dan kemegahan Allah (greatest) akan memenuhi bumi (ayat 4).

Refleksi:
1. Allah adalah Raja yang berdaulat: Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada (Mazmur 33:9). Apakah ini keyakinan Anda? Dapatkah Anda sepenuhnya menerima dan tunduk pada kedaulatan mutlak Allah?
2. Musa memperingatkan bangsa Israel agar tidak melakukan petenungan, peramalan, penelaah (lihat Ulangan 18:10); Petrus juga menunjukkan kepada orang-orang percaya pada zamannya: Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. … penyembahan berhala yang terlarang (lihat 1 Petrus 4:3), yang semuanya bertentangan dengan kehendak Allah. Renungkanlah apakah saat ini Anda masih terlibat dalam kepercayaan atau praktik paganisme yang tidak menyenangkan Allah.
3. Berhala tidak selalu berupa benda fisik. Jika Anda masih memiliki berhala di dalam hati Anda, yang menghalangi Anda untuk menyembah Allah secara tunggal, mintalah Roh Kudus untuk membantu Anda menyingkirkannya.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 5:1-9

「Janji bahwa Mesias menjadi Pemimpin」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 5:1-9 [TB2])
1 Sekarang, engkau harus mendirikan
tembok bagimu;
………pagar pengepungan telah mereka
………dirikan melawan kita,
dengan tongkat mereka memukul
………pipi orang yang memerintah Israel.
2 Tetapi, engkau, hai Betlehem Efrata,
………hai yang terkecil di antara kaum-
………kaum Yehuda,
dari antaramu akan bangkit bagi-Ku
………seorang yang akan memerintah Israel,
yang asalnya sudah sejak dahulu,
………sejak zaman dahulu.
3 Sebab itu, ia akan membiarkan
mereka
………sampai waktu perempuan yang
………sedang melahirkan telah melahirkan.
Lalu selebihnya dari saudara-
saudaranya
………akan kembali kepada anak-anak Israel.
4 Ia akan teguh menggembalakan mereka
dalam kekuatan TUHAN,
………dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya.
Mereka akan tinggal tetap,
………sebab sekarang kebesarannya
akan sampai ke ujung bumi,
………5 Dia akan menjadi damai sejahtera.
Apabila Asyur masuk ke negeri kita
………dan memasuki puri-puri kita,
kita akan membangkitkan melawan
dia tujuh gembala,
………bahkan delapan pemimpin rakyat.
6 Mereka akan menggiring negeri Asyur
dengan pedang
………dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus.
Ia akan melepaskan kita dari Asyur,
………apabila ia memasuki negeri kita
………dan menginjak wilayah kita.
7 Sisa keturunan Yakub akan ada
………di antara banyak bangsa
seperti embun dari TUHAN
………seperti rintik hujan ke atas tumbuh-
………tumbuhan
yang tidak mengharapkan orang
………dan tidak menanti-nantikan anak manusia.
8 Sisa keturunan Yakub akan ada di
antara bangsa-bangsa,
………di tengah-tengah banyak bangsa
seperti singa di antara binatang hutan,
………seperti singa muda di antara
………kawanan kambing domba:
ke mana pun ia pergi, ia menerkam
dan mencabik,
………tidak ada yang melepaskan.
9 Tanganmu akan diangkat melawan
para lawanmu,
………dan semua musuhmu akan dilenyapkan!

Dalam pasal 5, nabi Mikha menyampaikan tiga pesan mengenai masa depan. Dalam ayat 1-9, ia memberitakan identitas Mesias yang akan datang dan keselamatan-Nya bagi umat sisa, sedangkan dalam ayat 10-15, ia mengumumkan reformasi dan pembaharuan agama dan iman umat Allah.

Mikha 5:1-9 dapat dibagi menjadi dua bagian. Ketika musuh-musuh Israel dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel (ayat 1), mereka memang tidak berdaya untuk melawan, karena raja-raja bangsa itu tidak kompeten dan penasihat-penasihat mereka tidak mampu memimpin bangsa itu melawan musuh (lihat Mikha 4:9 Mengapa sekarang engkau berteriak dengan keras? Tidak adakah raja di tengah-tengahmu? Atau sudah binasakah penasihatmu, sehingga engkau dicengkeram rasa sakit seperti perempuan yang sedang melahirkan?). Nabi Mikha melihat dua penglihatan pada waktu yang berbeda. Ayat 2-4 adalah penglihatan tentang kedatangan pertama Mesias; di sini, nabi Mikha menyatakan janji besar dari Allah kepada umat sebagai tanggapan atas kesulitan mereka: hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari antaramu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, … (ayat 2a).

Penglihatan ini mengungkapkan identitas Mesias kepada umat Allah. Pertama, Ia adalah seorang penguasa (NIV – a ruler) yang akan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di Gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya (4:7); Ia duduk di atas takhta Daud, seperti yang dijanjikan Allah kepada Daud, dengan berkata, Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya (2 Samuel 7:16). Daud lahir di Betlehem (lihat 1 Samuel 16:1), Mesias besar Israel di masa depan memilih untuk dilahirkan di kota tanpa nama ini (lihat Lukas 2:4)! Kedua, Ia adalah Allah AKU ADALAH AKU, Allah yang ada oleh Diri-Nya dan ada kekal, yang asalnya sudah sejak dahulu, sejak zaman dahulu (ayat 2b). Yohanes bersaksi, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah (Yohanes 1:1-2). Ketiga, Ia adalah seorang Gembala yang dalam kekuatan Allah dan dalam nama Allah, melindungi dan menggembalakan mereka (ayat 4a). Keempat, kebesaran dan kemuliaan-Nya akan meluas hingga ke ujung bumi (ayat 4b). Penglihatan ini menunjukkan bahwa Mesias adalah Raja yang kekal dan Gembala umat Allah!

Dalam penglihatan keduanya, nabi melihat tindakan Allah terhadap sisa keturunan Yakub (ayat 7 dan 8). Pembaca dapat dengan jelas mengamati struktur dan kata kunci ayat 5-9 dalam Alkitab berbahasa Inggris; nabi Mikha sengaja tujuh kali menggunakan kata akan (NIV – will, will be) dan empat kali kata seperti (NIV – like). Ayat 5-9 menampilkan struktur berbentuk kiastik/kipas:
A. Menghukum Asyur (ayat 5)
B. Menginjak-injak istana dan perbatasan (ayat 5, 6)
C. Sisa keturunan Yakub (ayat 7)
C’ Sisa keturunan Yakub (ayat 8)
B’ Terinjak-injak dan tercabik-cabik, tak seorang pun datang menyelamatkan mereka (ayat 8)
A’ Musuh-musuh semuanya telah dilenyapkan (ayat 9)

Inti dari bagian ini adalah umat Allah (bagian tengah, C dan C’). Meskipun sisa keturunan Yakub tersebar di antara banyak bangsa (ayat 7) dan negeri-negeri (ayat 8), mereka akan diselamatkan oleh Allah (ayat 5). Bagaimana Allah akan menyelamatkan umat-Nya? Nabi Mikha menggunakan dua metafora. Pertama, mereka akan dipelihara seperti embun dan seperti rintik hujan (ayat 7), dan dipenuhi dengan kekuatan hidup. Kedua, mereka akan mencabik-cabik musuh mereka seperti singa dan seperti singa muda (ayat 8). Setelah Allah menghukum para penyerbu yakni Asyur, umat Allah akan menikmati kedamaian karena Mesias ini adalah Raja damai sejahtera (ayat 5), seperti yang ditunjukkan oleh nabi Yesaya: nama-Nya disebutkan orang … Raja Damai (Yesaya 9:6).

Refleksi:
1. Silakan renungkan identitas Mesias dan pikirkan identitas mana yang paling Anda butuhkan untuk memperdalam hubungan Anda dengan Juruselamat.
2. Sang Mesias … dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya (ayat 4), dan keturunan Yakub yang tersisa tidak bersandar pada manusia, mereka tidak mengharapkan orang dan tidak menanti-nantikan anak manusia (ayat 7). Inspirasi apa yang Anda peroleh dari hal ini?
3. Umat Allah tahu bahwa meskipun sisa keturunan Yakub seperti singa, hukuman atas musuh-musuh mereka ada di tangan Allah (ayat 9). Demikian pula, Tuhan Yesus Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil (1 Petrus 2:23). Renungkanlah teladan Juruselamat.


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 4:8-13

「Sion mendapat anugerah penebusan」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 4:8-13 [TB2])
8 Adapun engkau, hai Menara Kawanan
Domba,
………hai Bukit Putri Sion,
kepadamu akan datang
………dan akan kembali pemerintahan
………yang dahulu,
………kerajaan atas Putri Yerusalem.

9 Mengapa sekarang engkau berteriak
dengan keras?
………Tidak adakah raja di tengah-tengahmu?
Atau sudah binasakah penasihatmu,
………sehingga engkau dicengkeram
………rasa sakit seperti perempuan yang
………sedang melahirkan?
10 Menggeliatlah dan mengeranglah,
………hai Putri Sion, seperti perempuan
………yang sedang melahirkan!
Sebab sekarang engkau harus keluar
dari kota
………dan tinggal di padang,
………engkau harus berjalan sampai ke
………Babel.
Di sanalah engkau akan dilepaskan,
………di sanalah engkau akan ditebus
………oleh TUHAN
………dari tangan musuhmu.

11 Sekarang banyak bangsa
………berkumpul melawan engkau.
Kata mereka, Biarlah dia dicemarkan,
………biarlah mata kita liar memandangi Sion!
12 Tetapi, mereka tidak mengetahui
rancangan TUHAN;
………mereka tidak mengerti keputusan-Nya,
bahwa Ia akan menghimpunkan mereka
………seperti berkas gandum ke tempat
………pengirikan.
13 Bangkitlah dan iriklah, hai Putri Sion,
………sebab tandukmu akan Kubuat
………seperti besi,
dan kukumu akan Kubuat seperti
tembaga,
………sehingga engkau menghancurleburkan
………banyak bangsa;
engkau akan mengkhususkan
rampasan mereka bagi TUHAN
………dan kekayaan mereka bagi TUHAN
………seluruh bumi.

Perikop 4:1-7 mencatat Mikha melihat penglihatan tentang damai sejahtera mengenai Sion dan Yerusalem pada hari-hari terakhir (ayat 1) dan pada hari itu (ayat 6). Dalam ayat 8, penglihatan itu bergeser dari pemandangan yang jauh ke masa kini. Nabi menggunakan kata kerja sekarang sebanyak tiga kali (ayat 9, 10, dan 11) untuk membantu pendengarnya memahami pergeseran tema ini — bahwa hal itu sedang terjadi saat ini. Lebih jauh lagi, perkataan ilahi itu sebelumnya terkait semua bangsa bergeser menjadi engkau, mu sebanyak lima belas kali (terjemahan RCUV, TB2 menerjemahkannya menjadi sebanyak 16 kali. Intinya: jumlahnya cukup banyak), yang merujuk kepada penduduk Yerusalem pada waktu itu. Pesan damai sejahtera apa yang ingin disampaikan nabi Miikha kepada rakyat yang mendengarkannya?

Damai sejahtera dalam ayat 1-7 berkaitan dengan keturunan bangsa itu. Setelah itu di ayat 8, nabi tersebut mengubah pendekatannya dalam menyampaikan pesan kepada orang-orang sezamannya. Dalam bagian ini, ia dengan cermat menguraikan seluruh proses pemulihan, dengan menjabarkan lima langkah berikut:

Pertama, ada janji pemulihan (ayat 8), dan kekuasaan akan dikembalikan ke Sion, dan kerajaan akan dikembalikan ke Yerusalem. Dua penyebutan tentang kembalinya kekuasaan menunjukkan bahwa kekuasaan Yehuda akan hilang terlebih dahulu, dan kemudian dipulihkan kembali. Jadi, bagaimana mereka kehilangan kekuasaan itu? Nabi Mikha kemudian mengajukan tiga pertanyaan retoris kepada umat itu: Mengapa sekarang engkau berteriak dengan keras? Tidak adakah raja di tengah-tengahmu? Atau sudah binasakah penasihatmu, sehingga engkau dicengkeram rasa sakit seperti perempuan yang sedang melahirkan? (ayat 9)

Kedua, akankah umat itu mengalami penderitaan, sakit seperti seorang wanita yang melahirkan, karena mereka tidak mendapat bimbingan dari seorang raja atau penasihat? Dalam ayat 9-10, nabi Mikha dua kali berbicara tentang rasa sakit dan tiga kali menggunakan metafora persalinan untuk menggambarkan kesedihan umat karena ditawan ke Babel.

Ketiga, penebusan. Meskipun rasa sakit saat melahirkan itu nyata, rasa sakit itu akan berlalu, dan sukacita kedatangan kehidupan baru akan menutupi rasa sakit sebelumnya. Nabi Mikha dua kali menekankan: Di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu. (ayat 10b). Apa yang akan dialami oleh umat Allah di tanah penawanan yang penuh penderitaan adalah penebusan Allah.

Keempat, bangsa-bangsa bangkit melawan Sion dan berusaha mempermalukannya. Mungkin rakyat telah mengalami kesombongan dan fitnah Sanherib, raja Asyur, di Yerusalem pada masa Hizkia (lihat 2 Raja-raja 18; Yesaya 36). Pada waktu itu, orang-orang memang menangis dan menderita, dan raja serta penasihat mereka tidak dapat menyelamatkan mereka; namun, nabi Mikha menggunakan kontras untuk membuat orang-orang melihat karya Allah. Mereka yang menentang Yerusalem menentang Allah. Orang-orang, penasihat, dan raja tidak berdaya, tetapi Allah akan campur tangan; karena Allah adalah Raja dan Penasihat umat. Silakan lihat tabel di bawah ini:

Bagaimana Allah akan berurusan dengan musuh-musuh yang menyakiti umat-Nya? Allah akan mengumpulkan mereka seperti berkas gandum ke tempat pengirikan, dan akan mengubah tanduk Sion menjadi besi dan kuku-kuku Yerusalem menjadi tembaga, sehingga menghancurkan banyak bangsa (ayat 13). Orang-orang tentu akan gembira mendengar penglihatan-penglihatan ini, tetapi pembaca mungkin bertanya-tanya: Bukankah pasal ini merupakan pesan damai sejahtera? Mengapa pasal ini menggambarkan pembalasan? Ayat 3 mengatakan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas, tetapi sekarang menjadi tandukmu akan Kubuat seperti besi, dan kukumu akan Kubuat seperti tembaga, sehingga menghancurkan banyak bangsa. Kontrasnya sangat mencolok!

Inilah tepatnya penglihatan yang dilihat nabi Mikha, yang oleh para peneliti digambarkan sebagai nabi melihat dua puncak gunung (mountain peaks). Yang satu adalah janji damai sejahtera yang jauh, di mana umat Allah akan ditebus dari kesulitan pengasingan; yang lain adalah masa transisi pertentangan dengan bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, umat harus terlebih dahulu mengalami penawanan dan permusuhan sebelum penebusan dan damai sejahtera datang kepada mereka!

Refleksi:
1. Renungkan apakah pikiran dan rencana pribadi Anda sejalan dengan kehendak Tuhan.
2. Pernahkah Anda mengalami situasi di mana Anda tidak memiliki penasihat untuk memberi Anda nasihat atau tidak ada pemimpin untuk membimbing Anda? Sekarang mintalah kepada Tuhan untuk menjadi Tuhan dalam hidup Anda dan Penasihat Ajaib (Yesaya 9:6)!
3. Selain sang nabi melihat masa transisi dari masa kini menuju janji yang jauh di masa depan, Paulus juga berkata, Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami (2 Korintus 4:17). Dapatkah Anda memahami inti dari ayat yang berharga ini?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 4:1-7

「Mendaki Gunung TUHAN」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 4:1-7 [TB2])
1 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir:
………gunung tempat Rumah TUHAN
akan tegak melampaui puncak
gunung-gunung
………dan menjulang di atas bukit-bukit.
Bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
………2 dan banyak suku bangsa akan
………pergi serta berkata,
………Mari, kita naik ke gunung TUHAN,
………ke Rumah Allah Yakub,
supaya Ia mengajarkan jalan-jalan-Nya
kepada kita,
………dan supaya kita berjalan di
………jalur-Nya;
sebab dari Sion akan terbit pengajaran,
………dan firman TUHAN dari Yerusalem.
3 Ia akan menjadi hakim antara banyak
bangsa,
………dan memutuskan perkara bagi
………suku-suku bangsa yang besar
………sampai ke tempat yang jauh.
Mereka akan menempa pedang-pedangnya
menjadi mata bajak,
………dan tombak-tombaknya menjadi
………pisau pemangkas;
bangsa tidak akan lagi mengangkat
pedang melawan bangsa lain,
………dan mereka tidak akan lagi belajar
………perang.
4 Tetapi, mereka masing-masing akan
duduk di bawah pohon anggurnya
………dan di bawah pohon aranya tanpa
………ada yang menggentarkan,
………sebab TUHAN Semesta Alam
………sendiri yang mengatakannya.
5 Sekalipun segala bangsa berjalan
………masing-masing demi nama
………ilahnya,
kita akan berjalan
………demi nama TUHAN Allah kita
untuk seterusnya dan selama-lamanya.

6 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN,
………Aku akan mengumpulkan mereka
………yang lumpuh,
menghimpunkan mereka yang terhalau
………dan mereka yang telah Kucelakakan.
7 Mereka yang lumpuh akan Kutetapkan
sebagai sisa yang menjadi tunas baru,
………dan mereka yang diusir sebagai
………suatu bangsa yang kuat,
TUHAN akan menjadi raja atas mereka
di Gunung Sion,
………dari sekarang sampai selama-lamanya.

Setelah dalam pasal tiga Mikha memberitakan teguran Allah kepada para pemimpin dan hukuman bagi keluarga Yakub, kemudian dalam pasal empat ia menyampaikan janji-janji Allah. Pasal empat adalah pesan damai sejahtera. Di hari-hari mendatang (ayat 1 dan 6), penebusan Allah akan datang kepada umat-Nya. Pasal ini dapat dibagi menjadi dua bagian: pada bagian pertama (ayat 1-7), objeknya adalah semua bangsa, dan bentuk waktunya adalah masa depan; pada bagian kedua (ayat 8-13), objeknya adalah engkau, dengan penekanan pada sekarang (empat kali).

Fokus dari Mikha pasal 1-3 adalah hukuman terhadap Yakub dan Yerusalem. Dalam pasal 4, fokus bergeser dari penghakiman ke pesan damai sejahtera dan janji. Meskipun pesan tersebut masih berpusat pada Yerusalem, penekanannya adalah pada penebusan umat yang tersisa. Pesan damai sejahtera ini memiliki tiga bagian: pertama, bangsa-bangsa menerima pengajaran di Gunung Sion (ayat 1-2); kedua, Allah membawa damai sejahtera kepada semua bangsa (ayat 3-5); dan ketiga, Allah mengumpulkan umat yang tersisa (ayat 6-7).

Para pembaca telah memperhatikan kemiripan yang mencolok antara Mikha 4:1-2 dan Yesaya 2:2-4 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat Rumah TUHAN akan tegak melampaui puncak gunung-gunung dan menjulang di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada kita, dan supaya kita berjalan di jalur-Nya; sebab dari Sion akan terbit pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem. Ia akan menghakimi antara bangsa-bangsa dan memutuskan perkara bagi banyak suku bangsa. Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang melawan bangsa lain, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Ini menunjukkan bahwa kedua nabi tersebut hidup sezaman dan menerima pesan damai sejahtera yang sama dari Allah. Mikha melihat bahwa di hari-hari terakhir, bangsa-bangsa akan datang ke Gunung Sion untuk menyembah TUHAN, karena ada Bait Allah di gunung itu. Nabi Mikha menggambarkan gunung tempat Bait itu sebagai tegak melampaui puncak gunung-gunung dan menjulang di atas bukit-bukit (ayat 1). Meskipun Gunung Sion bukanlah gunung yang tinggi, gunung suci ini menarik orang-orang dari segala bangsa untuk menerima firman Allah yang penuh kasih karunia. Nabi Mikha menunjukkan bahwa Yerusalem memainkan peran sentral dalam rencana Allah, dengan menyatakan, dari Sion akan terbit pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem (ayat 2). Oleh karena itu, bangsa-bangsa rela mendaki gunung-gunung dan menyeberangi lembah untuk datang ke Sion untuk mencari Allah, firman pengajaran-Nya, dan jalan-jalan-Nya. Nabi menggunakan jalan dan jalur sebagai metafora, yang merupakan ajaran Kitab Kebijaksanaan (lihat Mazmur 25:4, 9-10; 27:11; Ayub 19: 8; Amsal 1:15), mengajarkan orang bagaimana menjalani hidup yang menyenangkan berkenan kepada Allah dan bagaimana berjalan di jalan yang diberkati.

Ayat 1 dan 2 menggambarkan bangsa-bangsa yang datang ke Bait Allah, sedangkan ayat 3-5 menggambarkan kehadiran Allah di antara bangsa-bangsa. Pada hari-hari terakhir, Allah akan datang di antara bangsa-bangsa untuk menghakimi dan menentukan yang benar dan yang salah. Penghakiman dan penentuan yang benar dan yang salah ini bukanlah hukuman, melainkan penekanan pada damai sejahtera dan kemakmuran bangsa-bangsa di bawah pemerintahan Allah. Ketika Allah damai sejahtera hadir, bangsa-bangsa tidak akan lagi menggunakan pedang dan tombak; senjata perang akan menjadi bajak untuk menabur dan sabit untuk menuai. Orang-orang tidak perlu lagi belajar peperangan, tetapi akan kembali ke rumah mereka untuk menanam pohon buah-buahan dan menikmati kehidupan yang damai. Inilah janji yang dibuat sendiri oleh TUHAN Semesta Alam Yang Mahakuasa.

Ketika membaca ayat 5 Sekalipun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama ilahnya, kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk seterusnya dan selama-lamanya. Orang mungkin melihat situasi yang tampaknya berlawanan dengan klimaks: mengapa semua bangsa bertindak atas nama dewa-dewa mereka sendiri? Bukankah hari itu seharusnya menjadi hari pemerintahan Allah dan pertobatan semua bangsa? Para peneliti menunjukkan bahwa ketika nabi Mikha memberitakan pesan ilahi dan melihat realitas keagamaan umat Allah, sekelompok orang yang, berbeda dengan mereka yang bertindak atas nama dewa-dewa mereka sendiri, adalah pengikut setia Allah, umat yang bersedia menerima firman dan jalan-jalan-Nya dari Dia di gunung suci, semuanya bertekad untuk bertindak atas nama Allah.

Kalimat pertama dari TUHAN Semesta Alam sendiri yang mengatakannya, adalah pernyataan damai kepada semua bangsa (ayat 3-5), dan kalimat kedua adalah pernyataan keselamatan-Nya kepada umat sisa (ayat 6-7). Allah akan mengumpulkan umat sisa, tetapi siapakah mereka? Ada berapa kategori? Apakah mereka tiga kategori yang disebutkan dalam ayat 6 — yang lumpuh, yang terhalau, yang telah Kucelakakan — atau dua kategori yang disebutkan dalam ayat 7 —yang lumpuh, dan yang diusir?? Karena kedua kalimat ini sejajar, yang terhalau dan yang telah Kucelakakan merujuk pada kategori yang sama: orang-orang yang telah dihukum dan diusir Allah ke negeri-negeri yang jauh. Mereka akan dibawa kembali oleh Allah, dan Allah sendiri akan memerintah atas mereka.

Bagian ini dimulai dengan Bait TUHAN (ayat 1), di tengahnya berisi firman perkataan TUHAN (ayat 4 dan 5, dua kali), dan diakhiri dengan TUHAN memerintah sebagai Raja (ayat 7).

Refleksi:
1. Renungkan pentingnya firman Tuhan dalam gereja, dengan mengacu pada ajaran dan firman Allah di Yerusalem (ayat 2b). Berdoalah agar gereja Anda tetap berpegang teguh pada otoritas Alkitab dan pelayanan pengajarannya.
2. Renungkan kerinduan Anda akan firman Tuhan dan jalan-jalan-Nya, dan apakah Anda bersedia bertindak dalam nama Tuhan.
3. Dahulu kala, umat beriman meneriakkan slogan, Apa yang Akan Dilakukan Yesus? (WWJD, What Would Jesus Do?), merenungkan kehidupan mereka dan menyatakan bahwa saya akan bertindak dengan cara yang sama jika Yesus berada dalam situasi saya. Apakah ini merupakan tekad Anda?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mikha 3:1-12

「Mengecam pemuka yang tidak adil dan tidak benar」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 3:1-12 [TB2])
1 Kemudian kataku: Dengarlah,
hai para pemuka Yakub,
………dan para pemimpin kaum Israel!
Bukankah selayaknya kamu
mengetahui keadilan,
………2 hai kamu yang membenci kebaikan
………dan yang mencintai kejahatan?
Kamu yang mencabik kulit
tubuh bangsaku
………dan daging dari tulang-tulangnya;
3 yang makan daging bangsaku,
………dan mengulitinya;
yang meremukkan tulang-tulangnya,
………dan mencincangnya seperti daging
………dalam kuali,
………seperti daging dalam belanga.
4 Mereka kelak akan berseru-seru
kepada TUHAN,
………tetapi Ia tidak akan menjawab mereka;
Ia akan menyembunyikan wajah-Nya
terhadap mereka pada waktu itu,
………karena kejahatan-kejahatan yang
………mereka lakukan.

5 Beginilah firman TUHAN terhadap
para nabi,
………yang menyesatkan bangsaku.
Apabila ada yang dikunyah gigi
mereka,
………mereka menyerukan damai.
Terhadap orang yang tidak menyuapi
mulut mereka,
………mereka menyatakan perang.
6 Sebab itu, hari akan menjadi malam
bagimu tanpa penglihatan,
………dan menjadi gelap bagimu tanpa
………tenungan.
Matahari akan terbenam bagi
para nabi itu,
………dan hari menjadi kelam bagi
………mereka.
7 Para pelihat akan mendapat malu
………dan tukang-tukang tenung akan
………mendapat cela;
mereka sekalian akan menekap mulut,
………sebab tidak ada jawaban dari
………Allah.
8 Tetapi, aku ini penuh dengan kekuatan,
………dengan Roh TUHAN, dengan keadilan
………dan keperkasaan,
untuk menyatakan kepada Yakub
pelanggarannya
………dan kepada Israel dosanya.

9 Dengarlah ini, hai para pemuka
kaum Yakub,
………dan para pemimpin kaum Israel!
Hai kamu yang muak terhadap keadilan
………dan yang membengkokkan semua
………yang lurus,
10 hai kamu yang mendirikan Sion
dengan darah
………dan Yerusalem dengan kelaliman!
11 Para pemukanya memutuskan hukum
karena suap,
………dan para imamnya memberi pengajaran
………karena bayaran,
para nabinya menenung karena uang,
………padahal mereka katanya
………bersandar kepada TUHAN:
Bukankah TUHAN ada di tengah-
tengah kita!
………Malapetaka tidak akan menimpa
………kita!
12 Oleh sebab itu, gara-gara kamu
………Sion akan dibajak seperti ladang,
Yerusalem akan menjadi timbunan
puing,
………dan gunung Bait Suci akan menjadi
………bukit yang menghutan.

Dalam pasal satu, Mikha menegur umat karena ketidaksetiaan mereka dalam ibadah dan agama; dalam pasal dua, ia mengkritik perbuatan jahat dan penindasan yang dilakukan terhadap orang-orang lemah; dan dalam pasal tiga, ia menuduh para pemimpin melakukan ketidakadilan dan ketidakbenaran. Pasal ini dapat dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan dengarlah (ayat 1 dan 9) dan Beginilah firman TUHAN (ayat 5), dan seluruh pasal ini memiliki struktur berbentuk kiastik/kipas, seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
A. Dengarlah (ayat 1)
B. Keadilan (justice) (ayat 1)
C. Mencintai kejahatan (love evil) (ayat 2)
D. Nabi (ayat 5)
E. Demikianlah firman TUHAN (ayat 5)
D’ Nabi (ayat 6-7)
C’ Pelanggaran (transgression) (ayat 8)
B’ Keadilan (ayat 8)
A’ Dengarlah (ayat 9)

Dalam ayat 1-4, Mikha mengajukan pertanyaan retoris kepada para pemimpin Yakub dan para penguasa kaum Israel: Bukankah selayaknya kamu mengetahui keadilan? (Tidakkah kamu tahu apa itu keadilan?) (ayat 1). Pertanyaan ini memiliki dua arti. Pertanyaan nabi mengharapkan para pemimpin untuk menjawab dengan tegas, Ya, bahwa mereka tahu apa itu keadilan! Karena selayaknya ( tanggung jawab mereka Terjemahan Lü Zhenzhong) adalah untuk memahami apa itu keadilan dan untuk memeluk keadilan (NIV –embrace,) karena itulah peranan mereka. Sebagai pemimpin, mereka memiliki tanggung jawab untuk mempraktikkan dan mempromosikan keadilan. Jika mereka gagal mempraktikkan keadilan, mereka akan dihakimi atas tindakan mereka. Kemudian, Mikha secara langsung mengecam mereka sebagai kelompok yang membenci kebaikan dan yang mencintai kejahatan (ayat 2; NIV – hate good and love evil). Nabi Mikha menggunakan kata-kata yang mengerikan untuk menggambarkan perbuatan jahat mereka: menguliti orang, mencabik daging dari tulang, memakan daging umat Allah, dll. (ayat 2-3)! Ketika Allah menghakimi dosa-dosa mereka, Allah akan menyembunyikan wajah-Nya dari mereka (ayat 4).

Bagian kedua (ayat 5-8) adalah teguran Allah terhadap kelompok pemimpin lain. Mereka adalah para nabi! Kelompok nabi ini disebut nabi-nabi yang menyesatkan umat Allah (ayat 5). Tugas seorang nabi adalah untuk menyampaikan kehendak Allah (forth-telling) dan mengumumkan tindakan Allah di masa depan (foretelling); namun, para nabi ini hanya peduli dengan memuaskan rasa lapar mereka. Jika seseorang memberi mereka makanan, para nabi mengucapkan kata-kata damai; jika tidak, mereka mengucapkan kata-kata serangan menyatakan perang (ayat 5). Umat disesatkan oleh para nabi, percaya bahwa mereka akan menemukan kedamaian atau menyinggung Allah, yang memengaruhi hati mereka dan pemahaman mereka tentang kehendak Allah. Allah akan menghukum mereka dengan cara ini: para nabi ini akan jatuh ke dalam kegelapan, tidak dapat melihat penglihatan; hanya akan ada malam, dan mereka tidak akan menerima penyingkapan ilahi (ayat 6), karena Allah tidak akan menjawab doa mereka (ayat 7). Posisi seorang nabi seharusnya adalah untuk dengan setia dan adil menyampaikan pesan Allah kepada umat Allah sesuai dengan apa yang diterima dari Allah. Ketika Mikha mendengar penghukuman Allah atas para nabi yang tidak berpegang pada tanggung jawab mereka yang semestinya, ia mengucapkan nazar: aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk menyatakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya (ayat 8)

Oleh karena itu, dalam ayat 9-12, Mikha menunjukkan kejahatan para pemimpin politik dan agama pada masa itu, yang menghina keadilan dan memutarbalikkan kebenaran (ayat 9, NIV). Mereka menyelewengkan pelayanan ilahi menjadi alat untuk menghasilkan uang, sampai-sampai para pemimpin membuat keputusan karena suap, para imam mengajar karena imbalan, dan para nabi menyampaikan wahyu karena uang. Mereka membangun Sion dengan darah manusia dan Yerusalem dengan dosa. Mereka bahkan menyatakan, Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Malapetaka tidak akan menimpa kita! (ayat 11). Para pemimpin menyesatkan, dan rakyat pun disesatkan. Dalam keadaan seperti itu, akan ada konsekuensi serius — Allah akan menjadikan Yerusalem tanah tandus (ayat 12). Hukuman mereka akan sama dengan hukuman Israel: Samaria menjadi tanah tandus di padang gurun (bdk. Mikha 1:5-6).

Refleksi:
1. Kata keadilan muncul tiga kali dalam Mikha 3. Silakan renungkan prinsip-prinsip keadilan yang Anda hidupi dalam berurusan dengan orang dan berbagai hal.
2. Para pemimpin telah kehilangan fokus pada tanggung jawab mereka, yang menyebabkan konsekuensi serius. Doakan para pemimpin masyarakat dan gereja, agar mereka tetap setia pada aspirasi awal mereka.
3. Mikha berkata, aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, … (ayat 8). Seberapa banyak Anda memahami pernyataan ini? Dan bagaimana Anda dapat mengalaminya?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.