「Teladan Paulus (2)」
Oleh: Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Tes. 2:1-4 [TB2])
1 Kamu sendiri pun memang tahu, Saudara-saudara bahwa kedatangan kami di antara kamu tidaklah sia-sia. 2 Tetapi, sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 3 Sebab, nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 4 Sebaliknya, sama seperti Allah telah menganggap kami layak sehingga Ia mempercayakan Injil kepada kami, demikianlah kami berbicara, bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji hati kita.
Dalam 1 Tesalonika 2:4, Paulus menyatakan, 「sama seperti Allah telah menganggap kami layak sehingga Ia mempercayakan Injil kepada kami, demikianlah kami berbicara, bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji hati kita.」 Kata 「menganggap layak」 dalam teks bahasa asli adalah kata kerja yang sama dengan kata 「menguji,」 dan keduanya dalam bentuk lampau sempurna, menekankan tindakan masa lalu yang hasilnya berlanjut hingga saat ini. Ini menunjukkan bahwa Paulus dan rekan-rekannya telah menjalani ujian Allah dan diakui, sehingga dipilih untuk menjalankan misi pemberitaan Injil, dan keadaan terpilih ini tetap berlaku hingga saat ini. Allah memilih Paulus untuk mempercayakan 「Injil Allah」 — pemberian tanggung jawab yang sangat berharga ini — ke tangan Paulus, agar ia dapat dengan setia memberitakannya.
Kemudian Paulus menggunakan kontras yang kuat untuk menunjukkan bahwa mereka memberitakan Injil 「bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji hati kita.」 Di sini, 「menyenangkan manusia」 dan 「menyenangkan Allah」 jelas ditempatkan dalam pertentangan. Melalui struktur 「bukan … melainkan … 」, Paulus dengan tegas menanggapi tuduhan bahwa ia menyimpan motif egois dan menggunakan kata-kata sanjungan untuk menyenangkan orang. Ia menekankan bahwa tujuan utama pelayanan dirinya dan rekan-rekannya adalah 「Allah, yang menguji hati orang.」
「Hati」 yang disebutkan di sini tidak hanya merujuk pada tingkat emosional, tetapi lebih kepada inti kehidupan batin seseorang — Allah berbicara kepada mereka, di sanalah kehidupan iman berakar, dan perilaku moral dinilai. Patut dicatat bahwa dalam teks bahasa aslinya kata 「menguji」 digunakan dalam bentuk waktu sekarang, menunjukkan bahwa Allah tidak hanya memilih dan menguji Paulus dan rekan-rekannya di masa lalu, tetapi terus memeriksa hati dan tindakan mereka hingga sekarang. Pemeriksaan ilahi yang berkelanjutan ini juga menunjukkan kenyataan untuk memberikan pertanggungjawaban di hadapan takhta penghakiman Allah dan Kristus di akhir zaman (lihat Roma 14:10; 2 Kor. 5:10 「Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.」).
Inilah sebabnya mengapa orientasi pelayanan Paulus dan rekan-rekannya tampak sangat jelas: setelah diuji oleh Allah dan hidup di bawah ujian-Nya yang terus-menerus untuk waktu yang lama, mereka semata-mata berfokus untuk menyenangkan Dia. Kesadaran rohani ini menjaga motif pelayanan mereka tetap murni, dan metode pemberitaan Injil mereka tidak mengandung tipu daya atau keegoisan, tetapi sepenuhnya didasarkan pada kesetiaan kepada perintah Allah.
Refleksi:
Jika kita menengok kembali pelayanan kita di masa lalu, apakah kita pernah berfokus pada menyenangkan manusia dan mengabaikan untuk menyenangkan Tuhan? Dalam hal ini, bagaimana Anda dapat mengandalkan kasih karunia dan bimbingan Tuhan untuk belajar menyelaraskan kembali fokus pelayanan Anda dan mengembalikannya kepada menyenangkan Tuhan sebagai intinya?
Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 1 Tesalonika ditulis oleh Rev. Dr. Josh Ip Cho-suen (葉祖漩) yang dipublikasi pada bulan Mei 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.