「Rupa Allah yang sulit diterima manusia」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Flp. 2:5-7a [ITB])
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, …
5 Hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan Kristus Yesus,
6………Ia walaupun adalah rupa Allah,
………………tidak berkeras mempertahankan
………………………kesetaraan dengan Allah
7 ………………melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,
………mengambil rupa seorang hamba, …
Hidup di abad ke-21, 「menemukan」 gambar Allah mungkin tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Dari gereja katedral Gothic, salib yang menjulang, bangunan gereja yang mencolok, atau pertunjukan artis yang bersinar menyilaukan dan sebagainya, berbagai 「gambar rupa」 ini lebih atau kurang mungkin ingin menampilkan manifestasi kemuliaan Tuhan, hendak membuat orang dapat menemukan Tuhan, agar orang menyaksikan kasih karunia dan kemuliaan-Nya?
Paulus hidup di abad pertama, tidak mengalami hal-hal yang demikian membuat dia bertemu Tuhan. Ia terjebak dalam penjara, bagaimana bisa membedakan bimbingan Tuhan, bagaimana bisa tahu situasi dirinya dipenjarakan adalah bertujuan memuliakan Kristus? Flp. 2:5-11 「Himne Kristus」 adalah 「kisah Kristus」 yang ditulis oleh Paulus ketika dia terjebak di penjara dan dia tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Dari peristiwa ini, dapat dilihat bahwa Paulus dari gambar lain telah melihat rupa kemuliaan Tuhan (μορφῇ θεοῦ / morphe theos): rupa Yesus Sang hamba (μορφὴν δούλου / morphe doulos – the form of a servant). Ketika kaisar Romawi satu per satu meninggikan diri, memaksa orang untuk menyembah kaisar, mereka membuat diri mereka menjadi dewa surgawi, diri mereka hendak menampilkan sinar kilau 「keilahian」, tetapi Yesus mengosongkan diri-Nya (ἑαυτὸν ἐκένωσεν / heauton ekenōsen), melepaskan segalanya untuk memberkati dunia, sehingga kita melihat gambar Allah dalam versi lain; ketika kaisar Romawi sangat ingin memperjuangkan berbagai kehormatan dan keuntungan diri, Yesus tidak membiarkan fakta 「kesetaraan diri-Nya dengan Allah Bapa」 sebagai alasan keuntungan-Nya sendiri. Demi keuntungan manfaat orang lain (lihat Filipi 2:3-4 「tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri」), Kristus 「mengosongkan diri」, dengan keilahian-Nya Ia datang ke dunia, rela menjadi budak, menjadi contoh bagi kita sebuah teladan hamba Allah yang setia.
Dari sudut pemikiran pendewaan kaisar Romawi yang populer saat itu atau dari harapan kebanyakan orang, adalah sangat sulit untuk diterima jika hendak melihat kemuliaan Allah dari gambar hamba yang rendah hati, tidak dapat diterima, itu anti-intelektual, bahkan membuat orang merasa mual! Tapi Paulus yang terperangkap dalam penjara, justru dalam situasi dirinya terperangkap itu, melalui karakter keilahian yang mengambil 「rupa hamba」 ia melihat Tuhan menyertai dia. Dengan kata lain, fokus dari 「Himne Kristus」 bukanlah apologetika pembelaan tentang keilahian Kristus di dunia, keilahian Kristus ada pada diri-Nya sejak kekal sampai kekal, tidak 「hilang」 atau 「jatuh lepas」 ketika Ia datang ke dunia. 「Himne Kristus」 bertujuan menyatakan Kristus adalah 「pemegang peran yang utama」 (a narrative protagonist), melalui penderitaan perjalanan hidup di dunia, Ia memenuhi kesetiaan-Nya kepada Allah, agar orang dapat melihat rupa Allah. 「Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya」 (Yoh. 1:18). Melalui kisah Kristus, Paulus menemukan dasar penyertaan Allah bersamanya; melalui Yesus Sang hamba yang kasat mata, Paulus melihat yang tak terlihat bahkan Allah yang diam tidak bersuara.
Perhatikan, Paulus bukan penganut paham penyiksa diri. Dia tidak berpikir bahwa menderita itu sendiri membawakan kekuatan mistik yang transenden, atau jalan pintas orang bisa langsung datang kepada Allah. Melalui 「kisah Kristus Sang perantara」 yang memikul kehidupan orang lain, Paulus mengidentifikasi penyertaan Allah bersama dirinya. Demikian juga, demi manfaat kebaikan jemaat Filipi maka Paulus berharap keluar dari penjara, tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan mereka supaya mereka makin maju dan bersukacita dalam iman (Flp. 1:25). 「Himne Kristus」 bukan menaikkan cerita tentang Yesus Juru Selamat, tetapi Yesus Sang hamba.
Renungkan:
• Keberdosaan manusia dengan mudah mengajar orang untuk kecenderungan mementingkan diri sendiri. Setelah Anda percaya Tuhan, apakah 「sifat alamiah」 Anda ini diubahkan oleh Kristus? Hari ini bagaimana Anda dapat meniru Kristus, merealisasikan menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri?
• Bila Anda sepenuh hati menyerahkan diri kepada Tuhan, apakah Anda pernah mengalami tahap Tuhan hanya diam, dan peduli menolong Anda? Ambillah cara berpikir Yesus yang ada di dalam 「Himne Kristus」, untuk melihat cerita hidup Anda, apa yang Anda lihat? Apakah ini berbeda dengan yang Anda lihat sebelumnya?
Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)
Renungan pemahaman semua Surat Filipi
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.