「Iman mengakui Yesus Kristus」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Flp. 2:7b-8 [ITB])
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
7b…..mengambil rupa seorang hamba,
…………..dan menjadi sama dengan manusia (ὁμοίωμα / homoioma)
8 …..Ia telah merendahkan diri-Nya
…………..dan taat
.. ….sampai mati,
…………..bahkan sampai mati di kayu salib.
(Rom. 8:2-3 [ITB])
2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa (ὁμοίωμα) karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging
Sebuah kisah mampu menarik perhatian orang, di antaranya memiliki 「titik peralihan」 dari pengembangan plot, sering kali berisi beberapa hal yang bertentangan dengan harapan pembaca, atau konflik dengan pandangan arus utama yang ada. Dalam kisah tentang Kristus, sebagian 「titik peralihan」 meliputi seluruh perjalanan hidupnya dari lahir sampai mati, namun, melihat tulisan Paulus tentang perjalanan hidup-Nya ini, kita tidak dapat melihat pernyataan apa pun yang berhubungan dengan dosa manusia. Apa yang Paulus pikirkan?
Sebaliknya jika kita bandingkan Rom. 8:2-3, Paulus memakai pendekatan yang sama sekali berbeda untuk membuat interpretasi tentang 「rupa」 Kristus, Kristus menjelma dalam rupa 「daging」, tidak berarti sama seperti kita yang melakukan dosa kejahatan, Allah tidak menyetujui dosa kejahatan kita, tidak berbuat dosa bersama dengan manusia! Dalam Surat Roma, Allah mengakui bahwa manusia yang 「cenderung condong kepada dosa」 (likeness to the sinful flesh of human), Ia membuat diri-Nya tidak hanya 「memiliki kelayakan」 mewakili kita menderita atas dosa, yang lebih penting, Ia telah membuat hukum yang lain selain daripada hukum dosa dan hukum maut untuk kita. Karena Kristus meskipun 「menjadi daging serupa dengan daging yang dikuasai dosa」, daging yang bisa 「cenderung condong kepada dosa」, tetapi Dia tidak berdosa, Yesus tidak pernah melakukan dosa! Hukum yang datang dari Dia menganugerahkan memberi hidup, dengan demikian membentuk kontras yang tajam dengan hukum dosa kita. Kristus yang tidak berdosa kontras dengan Adam yang berdosa, manusia yang berdosa. Kristus yang memberi hidup kontras dengan Adam yang membawa kematian. Sesama Manusia berdosa tidak dapat menolong manusia berdosa.
Tapi itu bukan fokus dari pesan yang hendak disampaikan 「Hymne Kristus」 di Surat Filipi. Di sini, objek dari pengakuan Kristus adalah kita dalam hidup sehari. Bicara terus terang, 「outlook」 Kristus atau 「rupa」 (ὁμοίωμα / homoioma / keserupaan) adalah rupa yang serupa dengan kita orang-orang biasa. Ia sehari-harinya makan, bergerak, bertindak, memiliki kemampuan dan harus membuat keputusan moral, tepat sama tidak berbeda dengan kita. Oleh karena itu Paulus di akhir 2:7 mengatakan Kristus bukan hanya 「menjadi sama dengan manusia」 (ἐν ὁμοιώματι ἀνθρώπων γενόμενος / en homoiōmati anthrōpōn genomenos / taking on the likeness of men), juga orang lain dapat memastikan dan mengakui bahwa Dia datang menjelma sama seperti kita, memiliki rupa manusia (σχήματι εὑρεθεὶς ὡς ἄνθρωπος / schēmati heuretheis hōs anthrōpos / being found in fashion as a man, ayat 8a).
Dalam peran Kristus di sini bukan untuk dikontraskan dengan Adam atau siapa pun manusia yang berdosa di dalam 「Adam」. Melalui Yesus Sang Hamba mengakui penderitaan kehidupan kita, Paulus merefleksikan perlunya setiap hamba Allah untuk menderita bagi Injil. Melalui pengalaman menderita di dunia, Kristus yang penuh dengan kodrat manusia ini mendemonstrasikan dan menyatakan kebenaran keadilan Allah (anugerah keselamatan) dan menyediakan kerangka penafsiran kerangka berpikir bagi Paulus yang dalam menghadapi situasi kesulitan di depan mata.
Kristus tidak takluk pada manusia atau rezim pemerintahan. Ketika orang melihat salib Kristus dan pemenjaraan Paulus sebagai kegagalan, 「Hymne Kristus」 menunjukkan bahwa Kristus secara proaktif mengosongkan diri, merendahkan diri, untuk menggenapi rencana Allah. Dalam hidup-Nya itu, Kristus terus tiada henti memilih penderitaan dan penghinaan dari manusia, bahkan sampai kematian di atas salib. Kehidupan seperti ini mencerminkan kesetiaan dan ketaatan Kristus kepada Allah Bapa. Jika Allah dalam kisah penderitaan Kristus adalah adil benar, tidak ada kesalahan, tidak ada kekeliruan, rencana keselamatan-Nya dalam penderitaan Paulus juga adil benar, tidak ada kesalahan, tidak ada kekeliruan. Paulus tidak melakukan kesalahan, ketika orang meragukan bagaimana mungkin pemenjaraan Paulus bisa mengekspos kemuliaan Allah, maka penderitaan Kristus meletakkan bukti yang paling indah bagi kesaksian Paulus, juga membuka fondasi baru bagi jemaat Filipi yang sudah mulai kebingungan untuk mengenal penyertaan Allah.
Apakah Paulus ada membuat kesalahan?
Apakah saya ada membuat salah?
Apakah Anda ada membuat kesalahan?
Renungkan:
• Apakah dalam kisah Anda akhir-akhir ini ada plot yang tidak berjalan dengan baik? Bagaimana hal ini mempengaruhi hubungan Anda dengan Tuhan?
• Menurut Anda apakah gereja atau masyarakat kehilangan iman? Apakah menurut Anda orang Kristen perlu mempertahankan ini? Mengapa?
• Apakah Anda bersedia membayar harga demi pandangan nilai atau iman Anda?
Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)
Renungan pemahaman semua Surat Filipi
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.