1 Kor. 4:8-9

Kami adalah tahanan hukuman mati! Kami menjadi tontonan!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:8-9 [ITB])
8 Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu.
9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.

Di era kekaisaran Romawi, tempat berkumpul paling banyak adalah di Koloseum Romawi (Colosseum, Amphitheatre), di mana banyak pangeran, bangsawan, pembesar dan warga sipil menyaksikan adegan berdarah banyak budak yang saling membunuh. Adegan kejam ini pada saat itu adalah acara yang paling diminati penuh antusias oleh orang Romawi, di beberapa arena besar dihadiri puluhan ribu orang. Mereka akan diadakan di arena perlombaan kereta perang, pertarungan hidup dan mati para gladiator, dengan macan tutul dan singa serta pertarungan binatang lainnya, dan eksekusi secara brutal terpidana mati. Banyak narapidana yang dijatuhi hukuman mati dilempar ke tengah-tengah kumpulan binatang buas dan dimakan hidup-hidup. Di era tiran Nero, orang Kristen bahkan disalibkan dan dibakar hidup-hidup sebagi obor untuk menerangi Koloseum.

Karena gereja Korintus mengambil jalan yang salah, maka di ayat 1 Kor. 4:8-9 Paulus menggunakan perumpamaan tentang koloseum. Dalam perumpamaan ini, hal yang menyedihkan adalah bahwa orang-orang percaya di Korintus yang merindukan hikmat dunia dan penuh kesombongan tampaknya duduk dalam posisi yang sama sekali berbeda dari para rasul. Para rasul seperti tahanan atau budak yang dihukum mati, mereka dibawa masuk ke koloseum di akhir acara, mereka harus menghadapi kematian yang mengerikan dan tragis berdarah, ini adalah puncak acara yang ditunggu-tunggu para pangeran gila, bangsawan dan penonton warga sipil. Pada saat ini, orang-orang percaya di Korintus tidak memikul salib bersama para rasul, di dalam metafora Paulus ini mereka menjadi para pangeran, duduk di kursi VIP di koloseum, dan menjadi raja bersama dengan para penentang gereja. Memikirkan ekspresi dan metafora Paulus, kita benar-benar merasakan kesedihan Paulus sebagai gembala! Jika orang-orang percaya di Korintus tidak menghargai Kristus dan penyaliban Kristus, itu artinya mereka mengambil jalan yang sama sekali berbeda dan berdiri di posisi yang sama sekali berbeda! Di dunia ini, mungkin mereka bisa membantu para pelaku kejahatan, mendapatkan bagian kemuliaan ke dunia, tetapi tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah yang kekal, tidak akan mendapat hak atau diingat. Jika hari ini kita berada di koloseum dan melihat orang Kristen yang duduk di kursi para pangeran, mereka bersama dengan para pangeran bersenang-senang melihat orang Kristen lainnya dianiaya! Bagaimana perasaan kita? Apakah kita juga merasakan rasa sakit dan kemarahan yang adil benar seperti Paulus?

Orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, kata Yunani epithanatios ini muncul hanya sekali dalam Perjanjian Baru, dapat diterjemahkan sebagai tahanan hukuman mati. Kata rasul (apostles) di sini dalam bentuk jamak, dapat mewakili Paulus dan dua belas Rasul, juga dapat mewakili para utusan pemberita Injil Tuhan. Bagaimanapun, pemberita Injil yang setia kepada Tuhan, tidak mencintai dunia, dan tidak mengkompromikan iman mereka, berada di dunia yang memusuhi iman Injil Kristus, mereka disambut oleh acara terakhir di koloseum, yang secara khusus disebutkan pada akhirnya(CUV Mandarin) ITB tempat yang paling rendah, ESV as last of all, para pangeran dan manusia dunia sudah menantikan untuk menyaksikan saat-saat mereka mati dengan begitu tragis! Tetapi para pelayan Tuhan yang mengikuti Tuhan yang disalibkan dan yang telah bangkit, para hamba yang memikul salib di punggung mereka justru memandang ini sebagai jalan terakhir dan paling mulia untuk bersaksi di depan semua orang. Tekad Paulus adalah untuk memikul salib di punggungnya sepanjang hidupnya, dan mengakui dirinya sebagai sebagai orang yang dijatuhi hukuman mati , seperti ungkapannya dalam surat Filipi: aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus(Filipi 3:13-14) Manusia memandang kematian di koloseum adalah kematian yang mengerikan, tetapi para pelayan Tuhan yang memikul salib di punggung mereka melihat itu sebagai dilayakkan untuk disalibkan bersama Kristus adalah kesaksian yang paling mulia, menyambut mahkota kebenaran dan kehidupan kekal tanpa air mata

Paulus membawa kesedihan dan kemarahan yang adil benar, ia bertanya kepada jemaat Korintus yang ia kasihi: apakah engkau mau mengambil jalan menjadi raja di dunia? Atau apakah engkau ingin seperti Kristus dan para rasul, rela memikul salib, tidak takut akan ejekan dan hinaan para pangeran dunia dan orang-orang yang bersorak-sorak di koloseum, dan dengan tegas mengambil jalan yang hanya menyenangkan Tuhan? Mereka yang menjadi raja di dunia dan menolak salib tidak akan menjadi raja dalam kekekalan bersama Kristus! Yang satu adalah jalan yang lebar dan yang lainnya adalah jalan yang sempit! Mana yang Anda pilih? Jika Anda memilih jalan sempit, jangan takut menjadi tontonan bagi para pangeran dan orang-orang, adegan terakhir di koloseum! Ingat, penonton dan raja yang paling penting adalah Tuhan! Apapun pandangan manusia terhadap kita, mengapa kita harus peduli dengan mereka? Mereka yang memikul salib, menyenangkan Tuhan, dan setia sampai mati adalah mereka yang akan benar-benar menjadi raja bersama Tuhan kelak!

Renungkan:
• Sama seperti Paulus melihat orang-orang percaya di Korintus secara bertahap berjalan menuju dunia, pernahkah Anda mengalami hal yang sangat menyedihkan seperti ini? Jika ya, apakah Anda akan seperti Paulus menantang mereka: Jalan mana yang Anda pilih? Jalan lebar? Jalan sempit?

• Jika Anda seorang Kristen di zaman Nero, apakah Anda akan takut menjadi tontonan terakhir? Dalam situasi seperti itu, apakah Anda bersedia mengambil jalan salib sebagai tahanan yang telah dijatuhi hukuman mati?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.