Amsal 16:12-22

Hidup dan nilai yang dipegang
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 16:12-22 [ITB])
12 Melakukan kefasikan adalah kekejian bagi raja,
………karena takhta menjadi kokoh oleh kebenaran.
13 Bibir yang benar dikenan raja,
………dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.
14 Kegeraman raja adalah bentara maut,
………tetapi orang bijak memadamkannya.
15 Wajah raja yang bercahaya memberi hidup
………dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi.
16 Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas,
………dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.
17 Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur;
………siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.
18 Kecongkakan mendahului kehancuran,
………dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
19 Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati
………dari pada membagi rampasan dengan orang congkak.
20 Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan,
………dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.
21 Orang yang bijak hati disebut berpengertian,
………dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.
22 Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya,
………tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.

Dalam perikop 16:10-15, kecuali ayat 11, kata raja berturut-turut muncul 5 kali. Beberapa literatur kuno menunjukkan bahwa orang-orang di Timur Dekat kuno memandang raja adalah wakil dewa. Dalam perikop ini, raja juga berbagi karya perbuatan atau atribut Allah, seperti penghakiman, kekejian, dikenan, hidup dan mati. Selain itu, keadilan / kebenaran muncul 3 kali dalam beberapa ayat. Orang bijak dengan jelas menunjukkan bahwa takhta menjadi kokoh oleh kebenaran (ayat 12). Ketika raja menegakkan keadilan dan memimpin dengan kesalehan, bangsa bisa dibangun. Selain itu, emosi raja tampaknya terkait erat dengan kehidupan dan kematian, ayat 14 dan 15 menunjukkan bahwa kemarahan raja dan wajah raja akan mempengaruhi nasib negara dan rakyat. Kedua ayat ini membawakan kontras, pertama, ayat 14 menggambarkan murka raja sebagai bentara maut pembawa kematian. Ayat 15 menjelaskan: Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi, ini memakai cara penulisan metaforis, beberapa peneliti berpendapat bahwa kata cahaya pada paruh pertama mengacu pada matahari; dan cahaya wajah raja itu seperti matahari, ini adalah penggambaran untuk anugerah raja, artinya pemerintahan raja yang adil dan rahmatnya kepada rakyat, seperti matahari membawa kehidupan yang bahagia kepada rakyat. Paruh kedua dari ayat 15 menggambarkan kebaikan kebaikannya seperti hujan yang dibawa oleh awan musim semi. Orang bijak percaya pada raja yang adil, pemerintahan dan perbuatan baiknya akan membawa banyak manfaat bagi rakyat.

Dalam pasal ini, bentuk lebih baik … muncul 5 kali (ayat 8, 16, 19 dan 32). Kalimat paralel ini memiliki arti komparatif dan menunjukkan perbedaan nilai dari hal-hal yang disebutkan, mana yang lebih penting. Kemarin, ada perbandingan antara uang dan keadilan (16:8 lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan.); dalam ayat 16 hari ini adalah perbandingan mana yang lebih baik antara harta dan kebijaksanaan, Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak, ini adalah 2 kalimat paralel yang sinonim, paruh depan dan belakang saling berkoresponden, hikmat dengan pengertian, lalu emas dengan perak. Bagaimana kebijaksanaan bisa lebih baik dari emas? Bagaimana lebih baik memilih pengertian daripada perak? Dalam hidup, tidak semua orang yang bijak dan saleh menjadi kaya, dan dalam 《Kitab Amsal》 ditunjukkan bahwa terkadang orang bebal bisa menjadi sangat kaya. Bagaimana bisa kualitas kebajikan hidup dibandingkan dengan banyak materi yang dimiliki? Orang bijak ingin pembaca berpikir bahwa kualitas kebajikan hidup lebih penting daripada harta. Inilah orientasi nilai kita.

Ayat 18 dan 19 merupakan satu unit, bersama-sama membicarakan tema kecongkakan, kata congkak muncul 4 kali dalam dua ayat ini dan dalam ayat 5. Beberapa terjemahan menggunakan tiga kata yang berbeda: tinggi hati, angkuh dan congkak untuk menggambarkan orang-orang yang merasa dirinya hebat. Orang bijak menunjukkan bahwa orang-orang yang congkak ini akan jatuh, dan mereka akan menghadapi masalah yang serius; karena mereka memiliki harga diri yang terlalu tinggi dan tidak mendengarkan kritik yang setia atau objektif (mengenai keadaan yang sebenarnya), mereka akan berakhir hancur atau rusak. Selain itu, orang yang tinggi hati memiliki hubungan interpersonal yang sangat buruk. Mereka tidak dapat menjalin hubungan dengan diri sendiri (semua orang yang membenci aku, mencintai maut 8:36), tidak dapat menjalin hubungan dengan orang lain (keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, 13:10), dan tidak dapat menjalin hubungan dengan Allah (Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN, 16:5)

Renungkan:
(1) Ada orang mengatakan bahwa orang yang sombong adalah musuh Allah. Bagaimana Anda memahami kalimat ini?
(2) Umat Kristen tidak harus secara eksklusif memilih satu antara kebajikan atau materi, tetapi kehidupan orang bijak tahu bagaimana menetapkan prioritas. Bagaimana Anda menetapkan prioritas hidup Anda?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.