Amsal 16:23-33

Pengendalian diri
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 16:23-33 [ITB])
23 Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi,
………dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan.
24 Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu,
………manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
25 Ada jalan yang disangka lurus,
………tetapi ujungnya menuju maut.
26 Rasa lapar bekerja untuk seorang pekerja,
………karena mulutnya memaksa dia.
27 Orang yang tidak berguna menggali lobang kejahatan,
………dan pada bibirnya seolah-olah ada api yang menghanguskan.
28 Orang yang curang menimbulkan pertengkaran,
………dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.
29 Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya,
………dan membawa dia di jalan yang tidak baik.
30 Siapa memejamkan matanya, merencanakan tipu muslihat;
………siapa mengatupkan bibirnya, sudah melakukan kejahatan.
31 Rambut putih adalah mahkota yang indah,
………yang didapat pada jalan kebenaran.
32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan,
………orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
33 Undi dibuang di pangkuan,
………tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.

Ayat 16:23-30 menunjukkan dua gaya hidup dan konsekuensinya. Alkitab menunjukkan bahwa orang bijak berkata-kata dengan hati-hati, sehingga tepat sesuai dan seperti madu membawa kesembuhan (ayat 23-24). Lalu, ayat 25-30 menunjukkan ada tiga jenis sifat buruk orang, yang membuat orang menempuh jalan maut, mereka adalah pengikut kejahatan, penuh kekejaman. Kerusakan mereka mulai dari pikiran (merancang tipu muslihat, menyesatkan), sampai juga dalam perkataan (menyebarkan perselisihan, menyebarkan fitnah), dan perilaku (membuat jerat godaan, melakukan kejahatan), semuanya bersifat menghancurkan hubungan, melukai sesama, dan mengadu domba teman dekat. Mereka bukan hanya melakukan kejahatan, tetapi juga mendorong orang lain untuk mengambil jalan yang tidak baik jalan kejahatan (ayat 29). Orang-orang jahat ini seperti yang dikatakan Paulus: … mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya (Roma 1:32).

Ayat 16:32 adalah penggunaan yang terakhir atas perbandingan paralel yang berbentuk lebih baik / melebihi …, Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota, apa hubungan antara amarah dengan pahlawan, dan temperamen dengan merebut kota? Tindakan bijak atau kebajikan apa yang hendak ditunjukkan orang bijak? Kemarahan dan temperamen pengendalian diri adalah perasaan pribadi dan kondisi emosional internal; sementara pejuang dan kota berada di luar, objek yang harus ditaklukkan atau dikalahkan. Titik kesamaan dari keduanya adalah kontrol, kendali diri dan kendali atas orang lain. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa menaklukkan diri lebih baik daripada menaklukkan orang lain (conquest of self is better than conquest of others). Orang yang hilang kendali diri tidak bisa mengendalikan emosi atau perilakunya. Orang pasti ada saat bisa marah, tetapi mereka dapat mengurangi dampak amarah pada tubuh, atau bahkan mencegah amarah menentukan perilaku mereka. Panjang sabar adalah sifat atribut Allah. Anak-anak hikmat bisa berkata seperti yang dikatakan Yakobus: Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah (Yak. 1:19-20).

Bagian terakhir dari pasal ini menanggapi ayat 1, adalah tentang perencanaan. Membuang undi di ayat 33 bagi orang-orang modern adalah konsep probabilitas (kemungkinan). Dalam Perjanjian Lama, undi adalah cara membuat keputusan. Orang Israel memakai undi untuk membagi tanah perjanjian (Yos. 14:1-2), membuang undi untuk memutuskan siapa yang bertugas pelayanan ibadah (1 Taw. 25:8) dan contoh-contoh lainnya. Penggunaan terakhir adalah ketika para rasul membuang undi untuk memilih Matias untuk menggantikan Yudas sebagai rasul (Kis. 1:26). Sejak itu, gereja tidak lagi menggunakan metode membuang undi untuk membuat keputusan. Rencana di hati manusia, semua keputusannya berasal dari pada TUHAN. Semua orang percaya yang menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Allah pengendali kehidupan, Roh Kudus tidak hanya berdiam di dalam hidup mereka, tetapi juga membimbing hidup mereka (Roma 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah).

Renungkan:
(1) Apakah mudah bagi Anda untuk tidak mudah marah? Buatlah rencana praktis untuk diri Anda sendiri;
(2) Apakah menurut pikiran dan rencana pribadi di dalam hati orang terkait dengan kedaulatan tangan kendali Allah?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.