Amsal 16:1-11

Kasih dan kesetiaan
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 16:1-11 [ITB])
1 Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati,
………tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN.
2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri,
………tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
3 Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN,
………maka terlaksanalah segala rencanamu.
4 TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing,
………bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.
5 Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN;
………sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.
6 Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni,
………karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.
7 Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang,
………maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia.
8 Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran,
………dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan.
9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya,
………tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.
10 Keputusan dari Allah ada di bibir raja,
………kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah.
11 Timbangan dan neraca yang betul adalah kepunyaan TUHAN,
………segala batu timbangan di dalam pundi-pundi adalah buatan-Nya.

Dari 16:1 sampai 22:16 merupakan paruh kedua dari Amsal bagian kumpulan kedua (10:1 – 22:16), paruh kedua ini berbeda dalam banyak hal dari paruh pertama sebelumnya. Sebagian besar perikop 10:1 – 15:33 yang telah kita renungkan, satu ayat adalah satu unit yang terdiri dari 2 kalimat paralel yang memiliki makna yang berlawanan. Tetapi di bagian kedua ini (16:1 – 22:16), orang bijak menggunakan kalimat paralel yang terdiri dari 2 kalimat dengan makna sinonim atau makna yang diperluas, yaitu konsep dalam kalimat pertama dan berikut adalah sama; atau kalimat kedua melanjutkan pelajaran dari kalimat pertama. Kedua, jika paruh pertama sebelumnya (10:1 – 15:33) topik raja hanya muncul di 14:28 dan 14:35, maka di paruh kedua (16:1 – 22:16) topik raja muncul di setiap pasal, kecuali pasal 18 dan 22. Ketiga, di paruh pertama, beberapa kali kita telah merenungkan kalimat berbentuk lebih baik …, dalam perikop ke depan, kita akan menemukan 10 kali munculnya kalimat bentuk ini. Orang bijak mengingatkan pembaca untuk berpikir dengan hati-hati, teliti memeriksa segala sesuatu, dan menetapkan prioritas hidup.

Kita telah menyebutkan dalam renungan sebelumnya Amsal 15:1-10 bahwa nama TUHAN (Yahweh) paling banyak muncul di kumpulan bagian kedua, dan lebih terkonsentrasi di pasal 15 dan 16, dan di pasal 16 saja sudah muncul 10 kali. Dari ayat 15:33 sampai 16:7, setiap ayat terdapat nama TUHAN, yang muncul 8 kali berturut-turut. Dan kita juga menemukan bahwa ayat-ayat 16:2-6 terlebih merupakan inti pusat dari 《Kitab Amsal》. Oleh karena itu, beberapa peneliti mengatakan 15:33 – 16:9 bukan saja merupakan merupakan inti dari bagian kumpulan ini, bahkan terlebih lagi merupakan inti dari teologis seluruh 《Kitab Amsal》, bahwa sikap hidup dan perilaku manusia serta keberadaannya, bukan saja terkait dengan Allah, tetapi tidak bisa melepaskan diri dari lingkup pandangan Allah.

Dalam ayat 1-9 yang akan kita renungkan hari ini, selain ayat 8, kita melihat hubungan antara kedaulatan Allah dengan kemampuan dan keterbatasan manusia. Ayat 1 dan 9 masing-masing menyebutkan tentang perencanaan. Seperti kata pepatah Mandarin: Manusia membuat rencana, dan terserah Tuhan yang membuat sesuatu terjadi. Di sini orang bijak menunjukkan bahwa Allah menguji hati manusia (ayat 2), oleh karena itu, manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, membuat perencanaan jalan hidupnya, semua berada dalam ruang lingkup kedaulatan tangan Allah. Dalam 9 ayat ini, orang bijak menggunakan hati manusia (4 kali) dan perencanaan (3 kali), serta jalan / perbuatan / langkah (total 5 kali) untuk menunjukkan pikiran dalam dan tindakan luar manusia terkait langsung. Seorang yang takut hormat akan Allah memperlakukan orang dan Allah dengan kasih dan kesetiaan. Dalam Perjanjian Lama kasih dan kesetiaan bukan saja sering digunakan bersama, tetapi juga menunjuk pada atribut sifat TUHAN. Allah memberkati mereka yang setia dan jujur terhadap orang lain. Sama seperti Daud menunjukkan kasih dan kesetiaan kepada Saul dan keturunannya, ia berkata kepada mereka yang menguburkan Saul: Oleh sebab itu, TUHAN kiranya menunjukkan kasih dan setia-Nya kepadamu. Akupun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu, karena kamu telah melakukan hal yang demikian (2 Sam. 2:6).

Renungkan:
(1) Pakar Perjanjian Lama Bruce Waltke berkata: Manusia membuat pemikiran, Allah melaksanakan; manusia membuat rencana, Allah menegaskan; manusia pengaturan, Allah membuatnya efektif; manusia mengajukan usulan, Allah mengendalikan. Manusia berpikir bagaimana hendak berbicara, merencanakan bagaimana bertindak, tetapi ketetapan kehendak Allah yang kekal menentukan segalanya, mari merenungkan inspirasi apa yang Anda dapatkan.
(2) Yesus berkata: … yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan … (Matius 23:23), tiga kualitas ini adalah yang disebutkan orang bijak dalam ayat 16:6 dan 8, marilah merenungkan: apakah ini tiga kualitas ini nyata dalam hidup saya?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.