「《Kitab Amsal》 bagian 2」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 10:1 [ITB])
1 Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.
Selain Amsal 10:1, ada dua bagian lain yang menunjukkan bahwa Salomo adalah penulis kitab ini, Amsal 1:1 dengan jelas mengatakan 「Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel」 dan 25:1 menunjukkan 「juga ini adalah amsal-amsal Salomo.」 Penulis 《Kitab Amsal》, selain raja Salomo, juga ada penulis lainnya , mereka adalah 「orang bijak」 (22:17 「Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak」; 24:23 「Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak」) ,「Agur bin Yake」 (30:1 「Perkataan Agur bin Yake dari Masa」) , dan「Lemuel」 (31:1 「Inilah perkataan Lemuel, raja Masa」). Namun, secara tradisional, umum menganggap bahwa raja Salomo adalah penulis 《Kitab Amsal》.
Para peneliti percaya bahwa pembentukan 《Kitab Amsal》 melalui proses penyuntingan. 《Kitab Amsal》 sendiri menyatakan bahwa 「ini adalah amsal-amsal Salomo yang dikumpulkan pegawai-pegawai Hizkia, raja Yehuda」 (25:1). Para ahli umumnya percaya bahwa pegawai-pegawai Hizkia 「mentranskripsikan」 amsal Salomo, yang berarti bahwa proses ini dapat mencakup dari transmisi lisan ke tulisan, dan dari tulisan dikumpulkan menjadi sebuah antologi (kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang). Dengan kata lain, seluruh proses penyuntingan 《Kitab Amsal》 mungkin membutuhkan waktu beberapa abad untuk terbentuk.
Dari segi struktur, isi dan gaya, 《Kitab Amsal》 terdiri dari tujuh bagian kumpulan (antologi). Di antaranya bagian pertama, keenam (pasal 30), dan ketujuh (pasal 31) terdiri dari unit-unit kata bijak yang lebih panjang (masing-masing unit terbentuk dari beberapa ayat). Tahun 2020 kita sudah merenungkan kumpulan pertama yaitu pasal satu sampai sembilan. Bulan ini, kita akan merenungkan tentang bagian kumpulan kedua, 10:1 sampai 22:16. Bagian kumpulan kedua sampai bagian kumpulan kelima (pasal 10 sampai 29) memiliki ciri khusus, yaitu setiap unit kata bijak hanya terdiri dari satu ayat, dan tampaknya tidak ada hubungan antara unit dengan unit yang lain. Dalam kumpulan kedua, 13 pasal, ada total dari 375 kata bijak, ada beberapa yang terlihat seperti memiliki komposisi yang tidak beraturan. Misal 20:1-4 sebagai contoh:
1 Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.
2 Kegentaran yang datang dari raja adalah seperti raung singa muda, siapa membangkitkan marahnya membahayakan dirinya.
3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.
4 Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.
Dalam empat ayat ini terdapat empat konsep: pengaruh anggur, raja marah dan menghindari perselisihan, dan orang-orang malas. Tidak heran beberapa orang menggambarkan 《Kitab Amsal》 sebagai permata yang berceceran. Namun, ada buku yang khusus mempelajari ayat 10:1 – 22:16, berjudul 《Like Grapes of Gold Set in Silver》, melihat bahwa karena huruf Ibrani dapat diekspresikan dalam angka, ada huruf yang memiliki arti numerik. Jumlah numerik dari nama Salomo dalam bahasa Ibrani adalah 375, merupakan angka yang sama dengan 375 jumlah kata-kata bijak dalam bagian kumpulan kedua ini. Apakah ini mencerminkan pikiran penyunting 《Kitab Amsal》?
Dalam satu bulan mendatang, kita akan membaca rata-rata 12-13 ayat setiap hari. Beberapa peneliti mengingatkan orang percaya modern bahwa jika ingin mencerna dan memahami amsal, tidak dapat melahapnya, karena kata-kata dan tulisan amsal terlalu ringkas sederhana, harus dikunyah dengan teliti. Amsal menggunakan sejumlah besar metafora dan analogi untuk memperkuat kandungan makna, agar dapat memperdalam kesan pembaca atas pesan yang disampaikan maka digunakan penggambaran visualisasi. Oleh karena itu, setiap hari kita akan berkonsentrasi pada beberapa ayat dalam bacaan yang kita pilih. Memohon pencerahan dan bimbingan Roh Kudus saat kita membaca Amsal.
Renungkan:
(1) Memohon Roh Kudus memberikan pemahaman sehingga saya dapat mendengarkan dan memahami firman Allah;
(2) Memohon Tuhan untuk mendorong saya sehingga saya memiliki tekad untuk mempraktikkan firman kebenaran sebagai respons terhadap perkataan Tuhan.
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.
Pingback: Amsal 19:1-14 | walk with Jesus