Lukas 14:7-11

「Sungguhkah kita begitu mulia?」
oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 14:7-11 [ITB])
7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 8 「Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, 9 supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: 『Berilah tempat ini kepada orang itu.』 Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. 10 Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: 『Sahabat, silakan duduk di depan.』 Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. 11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.」

Percaya bahwa selama liburan beberapa hari terakhir, semua orang menikmati hidup dengan keluarga, kerabat dan teman-teman; dalam kehidupan yang sibuk dan menekan ini, masih ada ruang untuk bersama menikmati dan berbagi kasih karunia Tuhan. Tidak peduli apa situasinya, penting bahwa setiap orang bersedia menghadapi berbagai tahap kehidupan dengan Firman Tuhan. Saudara dan saudari di luar negeri mungkin merindukan suasana Tahun Baru Imlek yang meriah, tetapi berkat Tuhan tiada henti diberikan kepada kita. Sekali lagi mengucapkan selamat kepada Anda semua: sehat dan sukacita dalam rahmat Tuhan di tahun yang baru.

Dalam perikop hari ini, sikap Yesus terhadap perjamuan yang diadakan orang-orang Farisi tampaknya sangat berbeda dari yang mereka harapkan. Yesus bukan saja sekali lagi melakukan penyembuhan pada hari Sabat, bahkan Ia juga membuat pernyataan yang keras tentang pengaturan tempat duduk di perjamuan itu dan menantang budaya etis waktu itu.

Menurut budaya Yunani zaman itu, berbagai kategori tamu akan diatur untuk duduk di posisi yang berbeda, dan bahkan jenis makanan akan berbeda tergantung pada tingkat kehormatan para tamu. Dalam perikop ini, Yesus menasihati orang agar tidak berpikir apakah identitas mereka dihormati atau dipandang lebih tinggi oleh orang, tetapi belajar untuk tidak ikut berpartisipasi dalam aturan permainan budaya dunia, dan duduklah dengan tenang di tempat yang paling rendah, jika tuan rumah mengundang kita untuk duduk di meja utama, itu cerita lain.

Nasihat ini bukan mengajarkan kepada kita untuk memperhitungkan kemampuan diri sebelum bertindak, atau menyembunyikan kemampuan diri, atau cara untuk bertahan hidup. Dalam ayat 11, Dia memberikan kesimpulan dari perikop ini: 「barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.」 Sebuah “tema pembalikan hari akhir” (eschatological reversal motif).

Dapat dilihat bahwa tindakan duduk di tempat yang paling rendah adalah karena sadar diri kecil, tidak layak, maka duduk di tempat yang paling rendah. Dalam pesta yang mereka sebut sebagai Perjamuan Mesianik, banyak orang berpikir bahwa mereka memiliki wawasan dan pengetahuan yang unik, tahu di mana menemukan misteri kedatangan Mesias. Penampilan dan pertunjukan diri ini memberikan orang rasa keagamaan yang saleh, luar biasa, seolah-olah membuat orang-orang itu memperoleh lebih banyak kehormatan dan kekaguman, tentu saja, tuan rumah juga akan mengatur agar mereka duduk di kursi VIP.

Menanggapi budaya ini, Yesus menantang praktik yang biasa mereka lakukan, menunjukkan bahwa dalam perjamuan tersebut mereka menjadikan pengetahuan dan kesaksian mereka sebagai kebanggaan, dan mereka berwawasan luas, namun siapa sangka bahwa mereka adalah pohon ara tanpa buah. Karena, dalam perjamuan itu, Yesus Sang Mesias tampil di antara mereka, mereka mengabaikan Dia, menolak untuk mengakui Dia, dan bahkan berpikir bahwa pemahaman mereka tentang Mesias lebih 「mulia」 daripada Mesias yang asli, berpikir hal itu dapat dijadikan kebanggaan.

Renungkan:

Merasa diri tidak layak, merendahkan diri bukan hal yang umum. Ketika hidup di dunia, tanpa disadari kita memiliki banyak pengetahuan, sebagai contoh, kita lebih memahami hal tentang iman dan mengetahui banyak pengetahuan, sebagai seorang dosen teologi, saya juga memiliki banyak pengetahuan tentang Alkitab dan di mana-mana mengajari orang lain.

Ketika suatu hari, kita menemukan bahwa kita telah menggunakan 「gengsi kemuliaan diri」 untuk mengajar orang lain, berpikir bahwa kita adalah profesional dan memiliki banyak ide unik, kita harus belajar melepaskan diri, menyisihkan lebih banyak, dan mundur ke posisi terakhir, tempat yang paling rendah ─ dengan sederhana menikmati saja kehadiran penyertaan Tuhan.


Renungan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 13 – 18 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Februari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.