「Pembebas kehidupan」
oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) Alliance Bible Seminary H.K.
(Luk. 13:10-17 [ITB])
10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. 11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: 「Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.」 13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: 「Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.」 15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: 「Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? 16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?」
17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.
Kemarin, kita merenungkan tentang hubungan antara dua kisah dalam ayat 1-9, Tuhan Yesus menjelaskan sendiri apa artinya 「menjadi korban bencana, penghakiman」 ── mereka yang merasa beruntung bahwa mereka tidak 「menjadi korban bencana」, tetapi mereka justru adalah yang tidak berbuah apa-apa; mereka oleh diri sendiri berpikir dirinyalah「yang diberkati」, dan berpikir telah menghasilkan banyak buah, tetapi dia tidak tahu bahwa sama sekali tidak berbuah sedikitpun. Ternyata hanya kehidupan pertobatan yang dapat menghasilkan buah yang sejati.
Melanjutkan renungan sebelumnya, perikop hari ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan 「pertobatan.」
Pada abad pertama, masa Tuhan Yesus, orang-orang percaya Yahudi, dan bahkan kepala rumah ibadat, jatuh ke dalam perangkap rohani ——mereka mengira bahwa merekalah yang memiliki iman dan menyalahkan orang lain (Yesus) atas kebodohan iman, tetapi justru tidak tahu bahwa dirinya yang tidak paham atas iman mereka. Justru orang lain itulah yang memiliki pemahaman iman yang benar.
Penyembuhan oleh Yesus pada hari Sabat adalah tanda yang sangat penting dari <Narasi Perjalanan> dalam Injil Lukas. Selain perikop ini, dalam Luk. 14:1–6 Yesus sekali lagi menantang aturan Sabat para pemimpin agama Yahudi — apa sebenarnya nilai inti dari Sabat? Apa makna yang hendak dibawakan oleh hari Sabat? Dari kata-kata dan perbuatan para pemimpin agama yang tidak mengalami aniaya dari Pilatus, mereka bangga dengan aturan agama Yahudi yang mereka pegang. Mereka berpikir bahwa memiliki aturan-aturan ini sama dengan buah yang berkenan dan dicintai Allah.
Ketika orang-orang Yahudi dibawa ke Babel dan Bait Suci dihancurkan, salah satu penanda identitas penting orang Yahudi adalah paradigma dan ketetapan agama mereka. Ketentuan agama ini digunakan untuk membedakan antara kelompok kepercayaan mereka sendiri dan kelompok pagan untuk menjaga keunikan bangsanya, sehingga mereka tidak berasimilasi dengan budaya asing selama periode ditawan di pembuangan dan pengasingan. Singkatnya, apa yang mereka hargai serta pentingkan adalah semua hukum dan peraturan agama, termasuk Torah Lisan (Oral Torah).
Dalam literatur Rabi, Mishna tentang <Aturan hari Sabat 2.1-4> mengijinkan orang Yahudi untuk melepaskan sapi, keledai dan ternak lainnya pada hari Sabat untuk membiarkan mereka makan dan minum. Namun, saat Yesus ingin menggunakan esensi dari peraturan ini untuk membebaskan seorang putri keturunan Abraham dari sakit, kepala rumah ibadat yang menilai diri berbuah lebat itu keluar dan berteriak, menyalahkan Yesus atas tindakan Dia, bahwa Ia sangat perlu bertobat ─ yakni jangan menyembuhkan pada hari Sabat.
Di antara mereka yang berpikir diri adalah penjaga kebenaran, mungkin sulit bagi kita untuk membedakan apakah yang mereka lakukan adalah apa yang Yesus minta kita lakukan. Mereka mungkin hanya mengikuti aturan atau ketentuan agama, seperti kepala rumah ibadat. Hari ini, kita tampaknya tidak memiliki satu standar kriteria untuk menilai, tetapi kita memiliki prinsip Tuhan Yesus Kristus melakukan pembedaan. Karena itu, ketika setiap orang mengatakan bahwa yang dipegang adalah kebenaran, semua orang berpikir bahwa pengalaman mereka adalah nyata, tetapi Yesus memberikan prinsip cara membedakan yang sangat penting ── membebaskan kehidupan manusia dan membawa orang kembali kepada identitas mulia yang dianugerahkan Tuhan, itu adalah dasar kebenaran yang sebenarnya.
Renungkan:
Kita mungkin berpikir bahwa hanya aturan dan dogma yang dapat membuat orang mengenal kebenaran. Ya, ini adalah cara termudah dan tercepat untuk menyampaikan kebenaran dalam waktu singkat dan membuat orang mengerti. Tetapi pada kenyataannya, kita semua tahu bahwa untuk membuat kebenaran berakar dalam hati orang dan membuat orang mendapatkan pembebasan nyata, tidak pernah dicapai dengan satu cara tunggal.
Kita harus bertobat, mungkin bukan dari tindakan jahat besar, atau dari tindakan moral yang jelas baik atau jahat. Tetapi sebaliknya, kita benar-benar perlu bertanya pada diri sendiri: apakah iman yang kita bagikan dan hidupi sekarang benar-benar membuat orang-orang di sekitar kita mengalami pembebasan kehidupan dan kembali ke identitas mulia yang diberikan oleh Tuhan?
Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 13 – 18 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Februari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Kristen.