「Manisfestasi Vitalitas Kekuatan Hidup」
Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.
(Maz. 129:1-8 [ITB])
1Nyanyian ziarah. Mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku — biarlah Israel berkata demikian — 2mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan aku.
3Di atas punggungku pembajak membajak, membuat panjang alur bajak mereka.
4TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik.
5Semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur. 6Mereka seperti rumput di atas sotoh, yang menjadi layu, sebelum dicabut, 7yang tidak digenggam tangan penyabit, atau dirangkum orang yang mengikat berkas, 8sehingga orang-orang yang lewat tidak berkata: 「Berkat TUHAN atas kamu! Kami memberkati kamu dalam nama TUHAN!」
Seperti yang disebutkan di atas, yang dibicarakan dalam Maz. 129:1-4 adalah tentang 「kehidupan yang penuh kesulitan berlipat-lipat」. Kemudian, keistimewaan mazmur ini adalah bahwa yang ditunjukkan oleh Pemazmur bukan selembar gambaran suram. Pada kenyataannya, di balik punggung semua kesakitan ini, bukanlah berkecil hati, tetapi justru adalah berkemenangan; dalam bagian paruh kedua dari ayat 2 「mereka tidak dapat mengalahkan aku!」 setidaknya terdapat dua makna penting:
- Kebenarannya adalah, musuh benar-benar tidak akan menang pada akhirnya. Mengapa dikatakan demikian? Sejarah Perjanjian Lama membuat kita melihat: kegagalan dan kekalahan Israel adalah semua diakibatkan oleh diri sendiri, sebagian besar adalah berasal dari kegagalan dosa mereka, berdosa kepada Tuhan sehingga mengakibatkan mereka gagal. Jika saja mereka 「menurut」 mentaati dan mengikuti Firman Allah, mereka sebenarnya tidak akan menghadapi penderitaan yang tidak diperlukan. Dengan kata lain, musuh 「tidak menang melebihi aku!」 memang benar adalah kenyataan.
- Kalimat 「tidak menang melebihi aku!」 ini merefleksikan bahwa Pemazmur yang bersandar kepada Allah, dalam kesulitan ia tetap memiliki semangat kehidupan.
Melalui ayat-ayat ini, Pemazmur hendak membangunkan kita ─ jangan menjadi dingin dan kehilangan semua rasa atas apa yang di depan mata; Jalan iman harus menjadi fokus kita kawanan para peziarah, dan harus dipandang sebagai pusat kehidupan kita. Oleh karena itu, ketika bertemu segala sesuatu yang membuat jalan ziarah menjadi 「penuh kesulitan berlipat-lipat」, kita terlebih lagi harus menunjukkan vitalitas kekuatan kehidupan yang sepatutnya dimiliki para peziarah.
Renungkan: 「ketekunan bertahan」 ─ bukanlah penyerahan maupun pengunduran diri cacing papah, 「ketekunan bertahan」─ bukanlah bertahan dalam putus asa, terlebih lagi bukanlah dipukul oleh penderitaan dan kesulitan menjadi layu, tubuh babak belur tanpa kulit yang utuh, sebaliknya, semakin penuh dengan kekuatan untuk terus maju.
「Manisfestasi vitalitas kekuatan hidup peziarah」 adalah tepat apa yang kita kurang miliki hari ini, ini adalah peringatan terbesar yang diberikan mazmur ini! Jadi kita dapat memahami mengapa 「orang yang membenci Sion seperti rumput di atas sotoh, yang menjadi layu, sebelum dicabut, yang tidak digenggam tangan penyabit, atau dirangkum orang yang mengikat berkas」 (ayat 6-7), bahkan 「orang-orang yang lewat tidak berkata: Berkat TUHAN atas kamu! Kami memberkati kamu dalam nama TUHAN! 」(ayat 8). Tetapi kita adalah yang masih tetap dapat berjalan meneruskan perjalanan!
Apakah kita semua bisa menunjukkan vitalitas kekuatan hidup yang demikian? Mohon Tuhan menolong kita.
Daftar renungan pemahaman Mazmur Ziarah (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).