Dengan Kuasa Roh Melakukan Kehendak Allah.
Leksionari: Maz. 130; Kej. 3:8-15; 2 Kor 4:13-15
Markus 3:14-15 penting terkait pemahaman atas 3:20-35.
Yesus menetapkan 12 orang untuk menyertai Dia dan diutus memberitakan Injil dan mereka diberi kuasa mengusir setan.
Kata “menyertai Yesus” mempunyai makna menjadi saudara Yesus, murid-Nya, mereka harus paham kuasa Kerajaan Allah yg dimiliki Yesus, bukan kuasa Beelzebul, kerajaan setan.
Orang yang berserta Yesus melihat kuasa-Nya dan diberi kuasa mengusir setan, yang dijelaskan dalam ayat 23-26, kuasa-Nya bukan dari kerajaan setan. Tetapi kuasa yang kuat ayat 27, kuasa Kerajaan Allah itu tidak boleh disangkal, itu kuasa karya Roh Kudus.
Saudara Yesus ayat 21 hendak membatasi pekerjaan Yesus, bisakah mereka membatasi kuasa Alkah. Mereka mirip ahli Taurat, mengira Ia tidak waras, kerasukan setan? Ayat 31, mereka merasa sebagai keluarga punya kuasa membatasi Dia. Siapakah manusia hendak membatasi Allah? Iblis saja dikalahkan Dia. Roh jahat pun tahu siapa Yesus, “Engkaulah Anak Allah.” (Mark. 3:11) Kaum keluarga-Nya (keluarga secara jasmani) tidak mengetahui siapa Yesus.
Yesus ingin kita melakukan kehendak Allah, maka kita menjadi orang yang beserta Dia senantiasa, menjadi orang yang dekat dengan Dia, saudara Dia, maka akan paham kuasa Kerajaan Allah dan karya Roh Kudus, diberi kuasa-Nya mengusir setan sebagai tanda identitas kita (pembeda diri kita daripada anak kerajaan Iblis yang melakukan kejahatan dosa), untuk mengabarkan Injil dan berita tentagg kuasa Kerajaan Allah yang telag datang dibawakan oleh Yesus.
Ayat 3:14-15 terdapat 3 unsur penting untuk memahami 3:20-35. Ayat 14 “menyertai Dia” adalah sama dengan diam di dalam Dia, metafora ranting dan pokok anggur di Injil Yoh., kita ada di dalam Dia yakni melakukan kehendak Allah, lihat juga surat 1 Yoh 2. Yesus dalam Yoh. 5:30 Ia melakukan kehendak Allah sama dengan perintah-Nya kepada kita di Mark 3:35. Melakukan kehendak Allah adalah manifestasi siapa diri kita, apakah anak kerajaan iblis atau anak Allah saudara Yesus, bandingkan Yoh. 8:4.
Inti perikop 3:20-35: identitas Yesus –> identitas kita.
Identitas harus dinyatakan yakni kita melakukan kehendak Allah, dan kuasa Kerajaan Allah yang dimiliki Yesus (nyata dalam muzizat yang Ia lakukan di fasal dan ayat sebelum dan sesudah) harus dinyatakan diri kita dalam hidup mengalahkan kuasa iblis dan kuasa daging. (Mark 4:21-22) Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Lihat Maz. 130 (Mazmur Ziarah kehidupan, klik di sini untuk membuka renungan pemahaman Maz. 130:4-8 , dan Maz. 130:1-3), Pemazmur ingin mengingatkan kita untuk tidak fokus hanya pada kesulitan eksternal, sehingga setiap hari kita hanya berseru memanggil Allah untuk dengan cara begini membantu saya dan dengan cara begitu membantu saya. Apakah para peziarah masih tidak yakin dengan iman yang pasti bahwa tetap ada perlindungan Allah dalam penderitaan? Apakah iman kita hanya untuk membantu kita menyingkirkan kesulitan dan memberkati kita agar segala sesuatu sesuai kehendak kita? Hal yg sulit adalah melawan kehendak diri kita manusia berdosa, keinginan melawan kehendak Allah, tetapi sepatutnya “aku mengharapkan firman-Nya” Maz. 130:5
Mazm 130:7-8 “Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya” Karena Dialah yang punya kuasa! Megampuni dosa Mark. 2:5, mengusir setan, dll.
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, bersandarlah kepada Dia dengan cara menjalankan Firman-Nya dalam perjalanan ziarah hidup ini, maka Roh Kudus dengan kuasa-Nya akan dicurahkan untuk memampukan kita melakukan kehendak Allah, memampukan kita melawan dan mengusir keinginan dosa dan iblis. Maka kita adalah ranting yang melekat pada Pokok Anggur, keluarga dekat Yesus.