「Pengajaran yang Diberitakan Titus」
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Titus 2:1 [ITB])
1Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:
Beberapa hari ke depan, kita akan merenungkan surat Titus 2:1-10, terlebih dahulu kita mempelajari pemahaman awal terhadap perikop ini. Paulus di sini memberikan komunitas orang percaya suatu petunjuk arah kehidupan, perikop ini dapat dibagi menjadi tiga bagian: (1) ayat satu adalah khusus ditujukan kepada diri Titus, juga menunjukkan sikap dan kualitas tingkah laku yang seharusnya ada pada dirinya; (2) ayat 2-8 dengan konkrit menunjukkan standar / acuan kehidupan yang seharusnya dimiliki orang percaya, juga dijelaskan berdasarkan perbedaan usia dan gender; (3) ayat 9-10 dituliskan kepada orang yang sebagai hamba.
Ada peneliti yang menyebutkan Titus 2:2-8 sebagai berita mengenai aturan terkait keluarga. Sebenarnya, Perjanjian Lama dan Baru terdapat tidak sedikit pengajaran atas kehidupan keluarga dan standarnya. Dalam Perjanjian Lama, Ul. 6:4-9 menjelaskan iman hendaklah dijadikan bagian kehidupan; dan Perjanjian Baru ada tiga perikop menjelaskan kehidupan yang seharusnya ada dalam keluarga (Kol. 3:18-4:1; Ef. 5:21- 6:9; 1 Pet. 2:18-37). Titik berat teks-teks tersebut diletakkan dalam relasi antar orang dalam keluarga, dan fokus utama surat Titus 2:1-10 diletakkan pada keseluruhan karakter dan integritas pribadi orang percaya. Saat Paulus berbicara tentang setiap macam gender dan usia kehidupan orang Kristen, yang ditekankan adalah kualitas tingkah laku mereka, bukan relasi antar orang percaya. oleh karena itu, titik berat Titus 2:2-8 adalah menjelaskan kualitas karakter kehidupan orang percaya merupakan kesaksian yang dilakukan kepada manusia dunia!
Paulus sedemikian menekankan kualitas moral tingkah laku dalam fasal 2 ini adalah untuk memperlihatkan kekontrasan dengan 「orang yang hidup tidak tertib」 dalam teks sebelumnya Tit. 1:10-16! Guru palsu tidak bersedia menerima aturan sebagai standar; dan orang percaya yang terus menjaga kebenaran membuat kebenaran menjadi nyata dalam kehidupan. Oleh karena itu, Paulus meletakkan titik berat dari seluruh perikop pada tingkah laku yang dapat dilihat. Jika orang percaya hendak mentaati pengajaran Alkitab, tentu saja pemimpin memiliki peran yang penting, dirinya bertindak sebagai teladan, membuat kebenaran yang ia imani nyata dalam kehidupan.
Di awal perikop baru ini, Paulus secara langsung berpesan kepada Titus: 「Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat」 (Titus 2:1). Kata 「ajaran」 dalam ITB, atau diterjemahkan CUVT sebagai 「kebenaran」, atau 「doktrin」 dalam CCV/CNV. Ada para peneliti mencoba membedakan doktrin dan pengajaran, 「doktrin」 titik beratnya diletakkan pada aspek mengetahui, apa yang dipertahankan dalam iman; kemudian fokus dari 「pengajaran」 (teaching) diletakkan pada tingkah laku, yang dinyatakan sebagai tingkah laku dalam kehidupan.
Titus sebagai wakil Paulus, hendak menyelesaikan tugas Paulus yang belum rampung, ia hendak memberitakan pengajaran yang sehat dan sempurna, di satu sisi mengukuhkan orang percaya, di sisi lain hendak menyumbat racun dari mulut guru palsu. Walaupun dapat dibedakan menjadi dua antara doktrin dan pengajaran, namun orang percaya tidak seharusnya jatuh ke dalam dikotomi (pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan). Iman dan praktik tingkah laku tidak bisa dipisahkan. Kebenaran yang sehat dan sempurna mencetak tingkah laku dalam iman, tepat seperti ada peneliti yang berkata: 「teologi yang baik mencetak karakter yang baik」
Ajaran iman juga mencakup tuntutan moral. Titus menyampaikan berita dan tuntutan kebenaran yang murni, sehingga mengukuhkan iman, juga memperkuat kualitas tingkah laku, sehingga tingkah laku kehidupan orang percaya menjadi fondasi bagi kesaksian tentang Tuhan Juruselamat.
Renungkan: (1) lakukan instropeksi apakah diri sendiri telah sesuai antara pengetahuan dan tindakan (2) memohon Roh Kudus mendorong agar saya memperlengkapi iman ikut kelas hari minggu / kelompok pertumbuhan / pelajaran yang memperlengkapi; (3) apakah bersedia berusaha keras lebih lanjut menjadi orang yang dapat mengajar orang lain? (bagi teman, anak di rumah atau karyawan).