Titus 2:2-3

「Menasehati Orang yang Lebih Tua」

Apa tanggung jawab kita sebagai orang yang berusia lebih tua daripada orang lain?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Titus 2:2-3 [ITB])
2Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.
3Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik

Paulus dalam surat Titus 2:2-10 mengajukan pengajaran kehidupan kepada orang yang lebih tua, orang muda, Titus dan orang yang sebagai hamba. Di antaranya termasuk hendak mendirikan kebajikan dan hendak membuang kebiasaan buruk. Hari ini kita merenungkan Titus 2:2-3, yang terlebih dahulu mengingatkan orang yang berusia lebih tua. Berdasarkan pembagian usia saat itu, umur 50 ke atas dihitung adalah orang yang berusia tua, dan seorang peneliti pada zaman itu yang bernama Philo berpendapat usia tua adalah terhitung dari 60 umur ke atas, maka penatua di pilih dari antara orang-orang ini.

Titus 2:2 adalah perkataan kepada orang percaya laki-laki yang berusia tua. Paulus memberikan semangat para orang lebih tua hendaknya mengejar enam macam kebajikan dan melatih diri sendiri, sehingga murni tidak bercacat. Enam macam kebajikan ini adalah: hidup sederhana, terhormat, bijaksana (menjaga diri), iman, kasih, bertekun. Kita bisa membaginya menjadi dua kelompok untuk direnungkan. Kebajikan kelompok pertama adalah: hidup sederhana, terhormat dan bijaksana (menjaga diri), titik beratnya diletakkan pada aspek pengaturan diri sendiri. 「Hidup sederhana」, dan 「bijaksana (menjaga diri)」 mempunyai arti yang dekat. Mereka hendaknya 「hidup sederhana」 mungkin adalah 「tidak hidup sebagai peminum」 (Titus 1:7), karena peminum adalah masalah umum pada orang berusia tua dalam masyarakat Yunani Romawi. 「Terhormat」 adalah tidak sembrono, dihormati orang. 「Bijaksana」 atau menjaga diri (berdisplin diri), kebajikan ini merupakan tuntutan yang hampir muncul dalam segala tingkatan usia. Paulus dalam surat penggembalaan seluruhnya telah memakai 26 kali, dalam surat Titus muncul 12 kali. Di sini menjelaskan, seorang berusia tua yang memiliki kebajikan kebijaksanaan (berdisplin menjaga diri) di dalam segala hal memiliki batasan.

Kelompok Kedua kebajikan orang yang berusia tua adalah apa yang sudah dikenal baik orang Kristen: iman, kasih, dan ketekunan. Tiga macam kebajikan ini, adalah juga merupakan nasehat Paulus kepada Timotius hendaknya dikejar dengan sunguh-sungguh (1 Tim. 6:11). Orang percaya sering menggunakan「iman, pengharapan, dan kasih」 sebagai petunjuk arah saat membuat keputusan dalam kehidupan dan moralitas. Mengapa di sini Paulus tidak menuliskan 「pengharapan」? Sebenarnya, bertekun adalah suatu macam kegigihan dan kokoh yang telah mencakup makna masa depan (pengharapan). Kelompok kebajikan ini menjadi contoh tindakan kebajikan yang dasar bagi orang Kristen: iman terhadap Allah, kasih terhadap orang banyak, bertekun sampai masa kelak.

Titus 2:3 memberikan nasehat moral kepada para wanita berusia tua, ada dua peringatan dan dua larangan. Terlebih dahulu, perkataan tingkah laku mereka hendaknya menunjukkan kesucian. Para peneliti menunjukkan kata yang diterjemahkan ITB sebagai 「beribadah」 dapat berarti 「suci」 (lihat KJV dan NET), sebenarnya adalah menggambarkan tutur kata perbuatan para imam, oleh karena itu jika diaplikasikan di sini, adalah menunjuk tingkah laku wanita berusia tua yang hormat dan takut yang mungkin terkait dengan pelayanan di Bait Suci. Selain itu, mereka juga sigap memakai kebenaran untuk mengajar orang. Pihak yang diajar mungkin adalah wanita usia muda di Titus 2:4-5. Mereka tidak harus mengajar di tempat yang resmi, juga bisa melalui perkataan dan tindakan diri yang menyatakan kebenaran.

Selain itu, Paulus juga memberikan wanita berusia tua dua larangan: pertama, 「tidak berkata fitnah」, jangan mengunjingkan kelemahan orang lain, hendak menjaga lidah; Kedua, 「tidak menjadi hamba anggur」, ini juga tidak mengatakan jangan minum setetespun minuman alkohol, tetapi adalah berkata jangan dikendalikan oleh alkohol. Orang percaya tidak seharusnya menjadi budak alkohol, tetapi hendaknya dipenuhi dan diatur oleh Roh Kudus (Ef. 5:18). Kita melihat pesan yang Paulus berikan kepada orang yang berusia lebih tua adalah menghendaki mereka mendirikan teladan dalam kehidupan, dihormati oleh orang yang berusia lebih muda. (Walaupun jika kita belum berusia tua, namun tetap merupakan tuntutan menjadi teladan bagi yang berusia lebih muda dari kita)

Renungkan: (1) di dalam kehidupan ada kebajikan apa yang hendak lebih saya tegakkan? (2) memohon Tuhan menolong saya agar tidak melakukan kesalahan dalam hal perkataan (mampu menjaga lidah); (3) memohon Tuhan menambahkan saya kemampuan berdisplin diri; (4) apakah saya membuat orang yang berusia lebih tua mendapatkan hormat?