「Pemberitaan Firman, Dua Hal yang Dikejar」
Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(2 Tes. 2:5 [ITB])
5Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu?
Kata paling akhir dari ayat ini bisa diterjemahkan langsung sebagai 「kalian seharusnya masih ingat!」 Penjelasan tentang Anti-Kristus yang disebutkan Paulus di teks sebelumnya sepertinya masih belum selesai, dan sesungguhnya ia melanjutkan penulisannya tentang pendurhaka besar anak kebinasaan ini di bagian belakang di ayat 6-12, dapat terlihat kekuatiran yang ada di dalam hati Paulus. Di sini ia ingin mengingatkan lagi pengajaran yang ia berikan secara tekun dan berkesinambungan kepada orang percaya di Tesalonika sewaktu ia berada di sana, membangkitkan lagi banyak ingatan mereka mengenai kedatangan Tuhan yang kedua kali (1 Tes. 1:10). Sebenarnya berita yang disampaikan dalam 1 Tes. dan 2 Tes. adalah saling berkesinambungan, misalnya di 1 Tes. 3:3-4 Paulus menunjukkan kesusahan yang banyak itu adalah yang sudah seharusnya terjadi, dan di sini ia juga melanjutkan menunjukkan pendurhaka besar, anak kebinasaan dan maksud jahatnya.
Jika Paulus di Tesalonika sungguh hanya berhenti selama tiga hari Sabat, mampu dalam waktu yang pendek dan terbatas tersebut membicarakan kebenaran tentang kedatangan Tuhan yang kedua kali kepada orang percaya di gereja lokal yang masih belum lama percaya kepada Tuhan Yesus; dan cakupan yang diajarkan juga tidak bisa dibilang sedikit. Maka, orang yang memberitakan Injil jangan memandang rendah kebutuhan rohani orang banyak, sepatutnya belajar dari Paulus yang memberitakan kehendak Allah tanpa merasa tabu atau menghidar (Kis. 20:27). Tidak hanya orang yang memberitakan Injil harus memiliki keinginan yang demikian, orang percaya juga sepatutnya mempunyai keinginan untuk baik baik mengingat Firman Allah yang diberitakan oleh para pengajar Injil, agar tidak membuat gembala Injil menjadi kuatir.
Dari perikop ini kita bisa melihat bagaimana Paulus memakai kata ganti orang, tidak hanya di 2 Tes. 1:1 dengan jelas disebutkan bahwa surat ini dituliskan oleh Paulus, Silwanus dan Timotius kepada orang percaya di Tesalonika, di dalam surat berulang kali menggunakan sebutan diri 「kami」 (2 Tes. 1:3, 4, 7, 11, 12; 2:1, 13-16; 3:4, 6-13), tetapi Paulus di pembukaan memakai kata bentuk tunggal 「aku」 juga kemudian di 2 Tes. 3:17, dapat terlihat Paulus agak pusing dengan betapa mudahnya mereka lupa (sehingga mereka lekas bingung dan gelisah dan membiarkan diri disesatkan orang. Lihat 2 Tes 2:2-3. Bukan hanya karena tidak mengingat dengan baik, hal sama juga terjadi jika tidak mempelajari memahami Firman Tuhan.)
Renungkan: Orang harus melakukan persiapan yang baik dalam pemberitaan Firman Injil, tetapi orang percaya yang mendengar dan menerimanya juga patut mengingat dengan baik. Bagaimana kita bisa menjaga dua hal ini?
Tambahan Penerjemah:
Sangatlah tidak bertanggung jawab jika seorang pengajar Injil tidak berusaha mempersiapkan dengan baik sebelum membawakan Firman dan dengan mudahnya mengatakan “cukup nanti Roh Kudus yang berbicara” sehingga Roh Kudus menjadi tameng dari kemalasan.
Demikian juga sebaliknya berapa banyak orang percaya yang datang dengan keinginan untuk mendengarkan “Firman Allah” hanya untuk mencari kesenangan telinga, yang enak didengar saja, yang lucu dan penuh banyolan komedi yang menghibur psikologi yang dibungkus sampul rohani, tanpa mau mendengarkan teguran Firman Allah yang keras dan tidak enak di telinga. (Ibrani 5:13-14) 「 … barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. … makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat」 maka ia tidak akan mudah terombang-ambing dan disesatkan.