「Hari Sabat sebagai hari pertemuan kudus」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 23:1-3 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 「Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan Allah yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut.」
3 「Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi Allah di segala tempat kediamanmu.
4 Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Allah, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.
5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi Allah.
6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi Allah; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. 7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. 8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada Allah tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.」
Imamat pasal 23 dan pasal 25 mencatat kekudusan dalam dimensi waktu, yaitu dari antara tujuh hari dalam seminggu, dan dari antara sepanjang tahun, ada hari-hari tertentu kudus daripada yang lain, ini tidak berarti bahwa hari itu sendiri telah berubah esensinya, tetapi berarti bahwa orang Israel harus memandang kepada TUHAN yang Kudus, mengkhususkan hari-hari kudus tertentu untuk mengingat bahwa mereka adalah umat perjanjian dan bahwa TUHAN adalah Allah mereka. Imamat 23:2 menggunakan hari-hari raya yang ditetapkan Allah sebagai pendahuluan, mengangkat tema seluruh pasal 23: hari raya kudus.
Hari Sabat pertama kali dicatat dalam Imamat 23:3. Beberapa peneliti berpendapat bahwa tata cara hari Sabat menjadi dasar dari tahun Sabat (7 tahun), tahun Yobel (tahun ke-50), dan hari raya lainnya, dan karena itu merupakan hari yang sangat penting. Akan tetapi, jika kita berbicara tentang hari Sabat, sering kali kita hanya berbicara tentang hari libur dan istirahat, tetapi penetapan hari Sabat bukan untuk hari libur, melainkan termasuk peraturan tentang bekerja dan peraturan istirahat.
Dalam hal peraturan kerja, Imamat 23:3 mengharuskan orang Israel untuk melakukan pekerjaan dalam enam hari, tetapi Keluaran 20:9 menyatakan enam hari bekerja keras dan melakukan semua pekerjaan, yang berarti bahwa orang Israel tidak boleh bermalas-malasan dalam enam hari, dan harus bekerja dengan tekun. Kata 「bekerja」 dapat diartikan sebagai 「karir」, yang berarti bahwa orang Israel harus melakukan yang terbaik untuk mengelola 「karir」 mereka sendiri dalam enam hari.
Mengenai peraturan istirahat Sabat, Imamat 23:3 mengharuskan untuk tidak melakukan pekerjaan apa pun. Ini tidak berarti bahwa tidak dapat melakukan apa-apa, yang dibatasi tidak boleh dilakukan adalah pada 「karier」 (juga kata 「pekerjaan」). Dengan demikian, pada hari Sabat Jangan melakukan hal-hal tentang 「karier」, tetapi dapat melakukan hal-hal yang bukan 「karier」. Selain itu, hari Sabat adalah hari kudus, ada pertemuan kudus, orang Israel harus mengesampingkan 「karier」 mereka dan memisahkan hari ini khusus untuk dikuduskan bagi TUHAN, dan sekali lagi dalam pertemuan kudus mengakui TUHAN sebagai Allah mereka.
Renungkan:
Kita hidup dalam kesibukan di kota yang tersibuk di dunia, sedikit atau bayak kita mendefinisikan nilai-nilai kita berdasarkan seberapa sibuk kita, dan bahkan membiarkan diri kita sibuk tujuh hari seminggu, sehingga kita dan orang lain merasa bahwa kita adalah orang penting. Namun, peraturan Sabat membuat kita melihat bahwa nilai kita tidak terletak pada 「karier」 kita tetapi pada hubungan kudus kita dengan Allah. Ketika Allah menetapkan hari Sabat sebagai hari kudus, itu sama dengan membuat agar orang Israel menyatakan bahwa diri mereka sepenuhnya memasuki ranah kekudusan, dengan demikian, itu menjadi penentu arah kehidupan. Bahkan jika 「karier」 selama 6 hari seakan-akan dapat mewujudkan diri, itu tidak dapat dibandingkan dengan keberadaan kudus hari ketujuh. Dan apakah Anda mendefinisikan diri Anda sebagai orang yang sibuk, Anda membuat kehilangan diri dalam pekerjaan?
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.