Imamat 9:23-24

Inisiasi memulai ibadah pengorbanan Kemah Pertemuan (2)

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 9:23-24 [ITB])
23 Masuklah Musa dan Harun ke dalam Kemah Pertemuan. Setelah keluar, mereka memberkati bangsa itu, lalu tampaklah kemuliaan TUHAN kepada segenap bangsa itu.
24 Dan keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan korban bakaran dan segala lemak di atas mezbah. Tatkala seluruh bangsa itu melihatnya, bersorak-sorailah mereka, lalu sujud menyembah.

Imamat 9:22 Harun mengangkat kedua tangannya atas bangsa itu, lalu memberkati mereka, kemudian turunlah ia, setelah mempersembahkan korban penghapus dosa, korban bakaran dan korban keselamatan, menyatakan bahwa setelah Harun mempersembahkan 3 macam korban tersebut kemudian turunlah Harun dari mezbah, dengan jelas menggambarkan urutan ketiga persembahan korban tersebut, menjadi ringkasan bagi Imamat 9:1-22.

Imamat 9:23-24 adalah deskripsi yang sangat khusus: ayat 23 menggambarkan Musa dan Harun masuk (bô’) ke dalam Kemah Pertemuan, lalu mereka keluar (yāṣā’) dari Kemah Pertemuan dan memberkati bangsa itu, kemuliaan Allah memenuhi umat itu; ayat 24 menggambarkan api keluar (yāṣā’) dari hadapan Allah, membakar (bahasa asli memakan) semua korban bakaran. Dari sini kita melihat dua kata keluar (yāṣā’) , ayat 23 adalah Musa dan Harun keluar, ayat 24 adalah api yang keluar, setelah keluar yang pertama maka ada kemuliaan Allah yang memenuhi, dan setelah keluar yang kedua maka korban terbakar habis (dimakan habis). Dari sudut pandang manusia, tindakan Musa dan Harun masuk dan keluar adalah kinerja ritual pengorbanan, membuat umat yang melihat makna yang terkandung dalam ruang simbolis dari ritual pengorbanan, mereka memasuki tempat kehadiran penyertaan Allah ── Kemah Pertemuan, dan tindakan keluar yang mereka lakukan menyambung (indexing) hadirat penyertaan Allah dengan Kemah Pertemuan, peran mereka sebagai perantara, sehingga umat Allah mengalami kemuliaan Allah, yaitu mengalami hadirat penyertaan Allah. Ketika tindakan masuk dan keluar mereka berhasil mempersempit jarak antara Allah dan umat-Nya, api datang dari Allah dan membakar memakan habis semua korban bakaran. Ini adalah sebuah proses untuk menguduskan korban bakaran, membawa makna simbolis sukacita perkenan Allah terhadap umat-Nya. Jadi, keluar yang pertama adalah yang diperbuat oleh perantara (Musa dan Harun) menghubungkan antara Allah dengan umat-Nya, dan keluar yang kedua adalah yang diperbuat oleh Allah yakni secara langsung memperkenan menerima persembahan korban dari manusia, dan dengan demikian membuka komunikasi antara Allah dengan manusia, berhasil melakukan inisiasi sistem ibadah dan pengorbanan Kemah Pertemuan.

Seluruh bangsa itu melihat api keluar dari hadapan TUHAN dan mereka bersorak-sorai, bersorak-sorai (rānān) adalah semacam seruan malaikat (shout), itulah yang dilakukan malaikat-malaikat ketika Allah menginisiasi menetapkan dasar langit dan bumi (Ayub 38:7). Seluruh bangsa itu melihat api kudus keluar dari hadapan TUHAN maka mereka merayakannya seperti malaikat, para malaikat merayakan inisiasi dasar langit dan bumi, dan bangsa itu merayakan inisiasi ibadah manusia kepada Allah dalam Kemah Pertemuan, umat itu menghidupi sorak-sorai yang kudus seolah-olah menjadi bagian dari para malaikat.

Renungkan:
Apakah ada sorak-sorai (sukacita) dalam kehidupan saya? Ingatlah: objek yang menjadi sorak-sorai sukacita kita mencerminkan di mana hati kita berada. Sering kali kita sorak-sorai sukacita memuji pencapaian dunia, tetapi kurang adanya sukacita bersorak karena memiliki hubungan yang murni dengan Allah, kita mungkin berpikir bahwa perkenan Allah atas manusia itu sudah terlalu monoton, diterima begitu saja, tetapi Imamat 9:24 membuat kita dapat melihat, ini adalah sukacita kita yang paling berharga. Apakah Anda mau ada sorak-sorai (sukacita) seperti itu dalam hidup Anda?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.