「Jika ia tidak mampu」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 5:7, 11 [ITB])
7 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan kambing atau domba, maka sebagai tebusan salah karena dosa yang telah diperbuatnya itu, haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor menjadi 「korban penghapus dosa」 dan yang seekor lagi menjadi 「korban bakaran」.
11 Tetapi jikalau ia tidak mampu menyediakan dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, maka haruslah ia membawa sebagai persembahannya karena dosanya itu sepersepuluh efa tepung yang terbaik menjadi 「korban penghapus dosa」. Tidak boleh ditaruhnya minyak dan dibubuhnya kemenyan di atasnya, karena itulah 「korban penghapus dosa」.
Seperti yang dikatakan dalam renungan dua hari sebelumnya, Imamat pasal 4 berbicara tentang aturan mengenai korban penyucian (korban penghapus dosa), mengungkapkan konsep tingkat signifikansi lingkup kekudusan: imam adalah pemimpin seluruh umat itu, dosa mereka membawa kecemaran akan mempengaruhi kekudusan dari tempat kudus, sehingga tata cara penggunaan darah korban juga harus mencakup di kedalaman tempat kudus untuk membersihkan pencemaran tersebut; dosa pemuka hanya mempengaruhi kekudusan area pinggiran dari tempat kudus, sehingga tata cara penggunaan darah korban hanya dilakukan di pinggiran sudah cukup. Dengan demikian, kedudukan orang yang melakukan pelanggaran dosa menentukan lingkup pengaruh dari dosa orang tersebut, yang tidak hanya mengungkapkan tingkat lingkup pengaruh kecemaran terhadap tempat kudus, tetapi juga mengungkapkan tingkat signifikansi lingkup kekudusan.
Tingkatan lingkup kekudusan juga sama dinyatakan dalam persembahan korban. Dalam Im. 5:7, 11, terdapat kalimat yang diulang: 「tetapi jikalau ia tidak mampu 」, di antaranya menggunakan kata kerja 「mampu」 (nāgă’), menunjukkan bahwa jika ia tidak bisa 「mencapai」 tingkat kepemilikan tertentu, dia bisa memilih sendiri tingkat kepemilikan yang mampu ia 「capai」 untuk mempersembahkan korban, dengan kata lain, jika tidak mampu mempersembahkan kambing atau domba, maka dapat mempersembahkan dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati (5:7); jika tidak mampu mempersembahkan dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, maka dapat mempersembahkan korban sajian (5:11 「sepersepuluh efa tepung yang terbaik」)
Pengaturan seperti itu setidaknya membawa 3 makna:
(1) Orang yang mempersembahkan korban tidak akan karena keterbatasan kemampuan ekonomi dirinya sehingga menjadi keterbatasan menerima pengampunan. Bahkan jika korban yang mereka persembahkan terdapat perbedaan nilai ekonomi, tidak akan mempengaruhi efek penyucian dan pengampunan. Ini akan memastikan persembahan korban akan tidak jatuh menjadi hak eksklusif orang kaya, tetapi pengalaman keagamaan umat secara umum;
(2) Orang tidak dapat karena mempersembahkan korban yang lebih mahal lalu menikmati hak yang lebih eksklusif, para imam memiliki tanggung jawab untuk menangani korban penyucian dari orang-orang dengan kemampuan ekonomi yang berbeda, bukan karena korban lebih mahal mempengaruhi hasil penyucian dan pengampunan, ini akan memastikan bahwa tidak ada kasus suap dan korupsi yang muncul;
(3) Orang-orang dari latar belakang yang berbeda dianggap sebagai sama dalam pelanggaran dosa dan pengampunan. Tinggi rendahnya tingkat status sosial tidak akan mempengaruhi status tinggi rendahnya seseorang di hadapan Allah.
Dilihat dari sudut ini, persembahan korban dalam tradisi imamat adalah persembahan korban di mana seluruh anggota dari umat dapat ikut ambil bagian, di dalamnya orang dari tingkat ekonomi yang berbeda adalah sama satu derajat dalam kesetaraan dan keadilan, sehingga secara permukaan tampaknya dibuat pembagian tingkat persembahan korban, pada kenyataannya, itu adalah justru menentang hierarki ekonomi dan hak istimewa, di hadapan Allah, dosa setiap orang sama-sama diampuni.
Renungkan:
Apakah gereja Anda adalah gereja yang hanya menghargai orang yang mampu secara finansial dan mengabaikan orang miskin? Dihadapkan dengan berbagai orang yang datang ke gereja untuk meminta pertolongan, apakah Anda memberikan hak istimewa tertentu kepada orang kaya? Berdoa agar Tuhan membantu gereja menjadi gereja di mana semua orang dapat ikut ambil bagian dan dilibatkan.
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.