Mazmur 23:4-6

「Hidup berkelimpahan」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 23:4-6 [ITB])
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.


Kita telah merenungkan Mazmur 23:1-3, merupakan pernyataan pengakuan iman pemazmur bahwa TUHAN Raja adalah gembalanya, beserta empat hal yang diterima.

Ayat 4-5 merupakan respons pemazmur kepada-Nya, memanggil Dia secara langsung sebagai Engkau, bukan lagi menyebutkan Ia seperti di ayat 1-3. Ayat 4 menyebutkan bahwa pemazmur mendapat penyertaan dan perlindungan Raja agung yang seperti seorang Gembala, ia dapat menghadapi bahaya apa pun. Bahkan jika dirinya seperti domba berjalan melewati lembah kekelaman atau dapat diterjemahkan sebagai lembah bayang-bayang kematian, dia tidak akan takut akan bahaya. Bayangan kematian dapat berarti yang paling parah, dan bayangan kematian dapat berarti kegelapan yang paling gelap. Berdasarkan arti harfiah, ini dapat menggambarkan ancaman kematian, bahaya yang dihadapi rakyat dari Sang Raja dalam peperangan, namun mereka tidak perlu takut karena kehadiran Raja, karena gada dan tongkat raja menghibur mereka. Tongkat dan gada sering dikaitkan dengan raja dalam Perjanjian Lama dan literatur Timur Dekat kuno, yang melambangkan otoritas dan kekuatan raja. Dengan kehadiran, penyertaan dan perlindungan Raja, umat Allah bukan saja tidak merasa takut, namun juga merasa tenteram (tenang).

Di ayat 5 pemazmur menunjukkan bahwa Raja agung tidak hanya memimpin rakyat-Nya (termasuk pemazmur) dalam pertempuran, namun juga mengalahkan musuh dan kembali dengan kemenangan. Ia juga menangkap para pemimpin musuh ke istana raja, dan membuat para tawanan tersebut berdiri di sana untuk menyaksikan Raja agung dan rakyatnya menikmati perjamuan perayaan, inilah artinya Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku (lihat juga Kolose 2:15, Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka ).

Ayat 5b Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak menggambarkan raja mengurapi pemazmur dan umat Allah yang lain dengan minyak zaitun pada jamuan perayaan untuk membuat mereka merasa segar, dan memberi mereka anggur untuk diminum untuk merayakan kemenangan dalam perang (pialaku penuh melimpah) . Pada jamuan perayaan, gelas umat Allah diisi dengan anggur harum, yang tidak hanya menyegarkan semangat para pejuang yang lelah, tetapi juga melambangkan pahala dari Raja bagi para pejuang, yang secara metaforis memberi mereka berkat yang besar.

Di bawah pemerintahan Raja agung yang seperti seorang gembala, pemazmur tidak hanya dapat memperoleh pemeliharaan, kedamaian, dibawa kembali dari jalan menyimpang, mengikuti jalan kebenaran, dan tidak takut akan bahaya (seperti perang), namun ia juga dapat berkemenangan dan selalu sukacita. Oleh karena itu, pemazmur mengakhiri mazmur ini dengan dua pernyataan iman:

Pertama, Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku, TUHAN adalah Raja yang Agung, itulah yang membuat pemazmur memiliki ketenangan pikiran, mengetahui bahwa rahmat dan kasih-Nya akan mengikuti sepanjang hidup. Kata mengikuti memiliki arti mengejar (lihat penghakiman Allah mengikuti mengejar manusia, 83:15 kejarlah mereka dengan badai-Mu, dan kejutkanlah mereka dengan puting beliung-Mu), artinya kasih karunia kemurahan Tuhan erat mengikuti pemazmur dan tidak akan pergi. Seperti yang Paulus katakan, tidak ada yang dapat memisahkan kita dari dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Rm. 8:35-39).

Kedua, aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa, kasih karunia dan kemurahan dapat merujuk pada kepedulian dan dukungan timbal balik antar anggota keluarga. Pemazmur merasakan kasih sayang TUHAN Raja dan ia memutuskan untuk tinggal di Bait-Nya selamanya, yaitu menyembah-Nya secara dekat dan berkomunikasi dengan-Nya sepanjang hidupnya.

Perjanjian Baru memberitahu kita bahwa Tuhan Yesus adalah Gembala yang Baik, memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya, dan memberikan kepada domba-domba-Nya hidup berkelimpahan (Yohanes 10:11-16). Mazmur 23 membuat kita melihat kehidupan yang berkelimpahan: kebutuhan mendapat pemeliharaan, mendapat ketenangan, dibawa kembali berbalik dari jalan menyimpang, berjalan di jalan yang Tuhan ingin kita tempuh, tidak takut akan bahaya (misalnya perang), berkemenangan, penuh sukacita, dan rahmat dan kasih Tuhan dengan erat mengejar kita.

Masalahnya adalah: Apakah Anda ingin TUHAN Raja menjadi gembala Anda? Apakah Anda ingin dekat dan menyembah Tuhan sepanjang hidup Anda? Apakah Anda bersedia menjadi murid Tuhan? Jika tidak, bagaimana Anda bisa mendapatkan kehidupan berkelimpahan yang diterima oleh domba?

Doa:
Tuhan! Tolonglah aku untuk bertekad menjadi domba-domba-Mu, domba yang Engkau kenali dan yang mengenal Engkau, sehingga aku dapat mengalami semua yang disebutkan dalam mazmur ini.

Bacaan doa
Silakan pilih ayat-ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.