「Percaya dan bersandar sepenuhnya」
Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Mazmur 25:1-22 [ITB])
1 Dari Daud.
Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku;2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
8 TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
11 Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.
12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.
13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.
14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.
16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.
17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku!
18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.
19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam.
20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.
21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.
22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!
Ini adalah mazmur doa permohonan pribadi, pemazmur meminta Allah melindunginya dari tangan musuh-musuhnya, membimbingnya, dan mengampuninya. 「Percaya bersandar」 menjadi fokus mazmur ini, tidak heran jika mazmur ini lebih mirip mazmur iman, hanya secara sepintas menyebutkan alasan permohonan.
Ayat 1 sampai 3 adalah pembukaan mazmur ini, yang dengan jelas menyebutkan bahwa pemazmur bersandar dan percaya kepada Allah, ia menggunakan kosa kata yang berbeda untuk mengungkapkan hal ini. Ayat 1 「Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku」, jiwaku menengadah kepada-Mu, terjemahan harfiah dari kalimat ini adalah: 「aku mengangkat tinggi jiwaku.」 Kata-kata serupa muncul dalam Ulangan 24:14-15 「Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, … Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu.」 Kata-kata 「ia mengharapkannya, … berseru kepada TUHAN」 secara harfiah diterjemahkan sebagai 「dia mengangkat jiwanya」 yang berarti 「ia mengandalkan (upah) untuk bertahan hidup」. Oleh karena itu, 「Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku」 artinya 「aku bersandar dan mengandalkan Engkau untuk dapat eksis.」 Mazmur 143:8 juga menyatakan hal yang sama, bersandar tidak dapat dipisahkan dari mengangkat jiwa yang berharap kepada TUHAN, 「Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.」
Apakah kita benar-benar berpegang teguh pada iman bahwa kelangsungan hidup kita bergantung sepenuhnya pada Tuhan? Apakah kita sudah setiap hari mengangkat jiwa kepada TUHAN karena kita percaya kepada-Nya?
Mazmur 25:2 「Allahku, kepada-Mu aku percaya …」 Kata 「percaya」 yang memiliki makna percaya bersandar, dalam bahasa aslinya bṭḥ secara harfiah memang seharusnya diterjemahkan sebagai 「iman yang percaya」 dan merupakan kata kerja yang sangat penting dalam Perjanjian Lama. Daniel dan ketiga temannya mampu dengan gagah berani menghadapi bahaya singa dan api yang menghanguskan karena mereka iman yang percaya kepada Allah (dua kata bahasa Aram yang digunakan untuk bersandar di Dan. 3:28 dan iman percaya di Dan. 6:23 memiliki arti yang mirip dengan bṭḥ). Mereka percaya bahwa Allah berkuasa dan mampu menyelamatkan mereka dari penganiayaan (Dan. 3:17). Mereka juga percaya pada kasih dan hikmat Allah yang sempurna. Jika Dia tidak menyelamatkan (Dan. 3:18), pasti ada alasannya. Karena mereka berempat percaya kepada Allah, mereka dapat tanpa rasa takut menghadapi raja yang paling keji dan penganiayaan yang paling besar (Yesaya 12:2 「Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku」 menghubungkan 「percaya dan bersandar」 dengan 「tidak gemetar/tanpa rasa takut」).
Hak ini yang paling kita perlukan bukanlah sekadar iman, tetapi karena percaya kepada Tuhan dan mempercayakan diri kepada-Nya. Percaya yang mempercayakan diri kepada-Nya ibarat seorang anak menaruh kepercayaan kepada orang tuanya, sehingga ia tidak khawatir akan makanan, pakaian, tempat tinggal di masa depan, karena percaya bahwa orang tuanya akan menjaga dan memeliharanya maka ia tidak perlu khawatir. Tuhan pernah berkata bahwa 「Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya」 (Markus 10:15). Sayangnya, kita tidak seperti anak kecil mempercayai Tuhan, tetapi kita seperti pemuda kaya yang disebutkan dalam paragraf berikutnya di Markus 10:17-22, ia hanya mempercayai uang yang dimilikinya, lebih daripada mempercayai Tuhan yang mengajaknya untuk mengikuti-Nya (lihat Mazmur 49:6, 52:7). Akibatnya, dia pergi dengan sedih. Meskipun Tuhan mengasihi dia, tetapi ketidakpercayaannya menghalangi dia untuk merasakan kasih Tuhan dan tidak membiarkan Tuhan menjaganya. Semakin banyak kekayaan, kekuasaan, dan pengetahuan yang dimiliki seseorang, semakin sulit untuk memercayai Tuhan. Kita perlu memeriksa diri sendiri.
Ayat 3 「Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu,」 ayat 5 dan 21 menyebutkan lagi 「menantikan.」 Menanti adalah percaya kepada Tuhan dan menantikan dengan tenang pekerjaan-Nya (seperti melindungi pemazmur dari musuh); penantian yang percaya kepada Tuhan adalah selalu menunggu dengan sabar dan tekun, serta tidak cepat menyerah sehingga tidak mendapat malu. Mereka yang menantikan Tuhan bukan saja tidak akan merasa malu, tetapi akan memperoleh kembali kekuatan mereka. Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yesaya 40:31). 「Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.」
「Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu,」 ayat 20 menambahkan kata kerja 「berlindung」 yang berhubungan dengan 「percaya」, 「mengangkat jiwa berharap ke atas」 dan 「menantikan」. Ini menggambarkan orang-orang pada waktu itu melarikan diri ke Bait Allah untuk mencari perlindungan, dan kemudian menunjukkan bahwa orang-orang mendapatkan perlindungan terkuat di dalam Tuhan, 「Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!」 (Mzm. 18:2).
Ketika kita berada dalam bahaya dan membutuhkan perlindungan, apakah kita benar-benar percaya bahwa kita dapat berpaling kepada Tuhan dan Dia dapat melindungi kita? Sekalipun Dia tampak seakan-akan belum mengambil tindakan untuk melindungi kita, apakah kita masih mempercayai-Nya, percaya bahwa Dia baik dan mengetahui apa yang terbaik bagi kita?
Doa:
Tuhan! Bangunkan saya untuk tidak mempercayai apa yang saya miliki atau orang lain lebih dari percaya Engkau! Bantu saya untuk lebih memercayai Engkau dan mengurangi rasa khawatir dan takut serta berubah menjadi orang yang lebih kuat.
Bacaan doa
Silakan pilih ayat-ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.
Renungan pemahaman Mazmur Doa
Renungan pemahaman Kitab Mazmur
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur Doa ditulis oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗) yang dipublikasi pada bulan Februari 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.