Mazmur 14:1-7

Apakah mengerti?」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 14:1-7 [ITB])
1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud.
Orang bebal berkata dalam hatinya: Tidak ada Allah. Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.
2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.3 Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
4 Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada TUHAN?
5 Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.
6 Kamu dapat mengolok-olok maksud orang yang tertindas, tetapi TUHAN adalah tempat perlindungannya.
7 Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.


Fokus mazmur ini adalah keyakinan pemazmur bahwa meskipun bangsa Israel dianiaya oleh musuh-musuh mereka, tetapi Allah akan membantu umat pilihan ini dan membebaskan mereka dari penawanan untuk kembali ke tanah air mereka. Orang bebal (ayat 1) dan pelaku kejahatan (ayat 4) yang disebutkan dalam mazmur itu termasuk Asyur dan Babel, yang masing-masing menganiaya Israel dan Yehuda (lihat ayat 4 yang memakan habis umat-Ku). Pemazmur tidak menyebutkan nama bangsa-bangsa itu secara langsung, namun hanya menyebut mereka bebal, sama seperti Mazmur 137:3 tidak menyebut Babilonia, namun hanya menyebutkan orang-orang yang menawan kita

Musuh-musuh umat Israel itu adalah: orang bebal (ayat 1), tidak berakal budi (ayat 2), dan bejat (ayat 3). Mengapa mereka dianggap bodoh atau bebal? Jawabannya adalah: Mereka mengatakan dalam hati bahwa Tidak ada Allah (ayat 1). Hal ini bukan berarti mereka ateis, namun berarti mengingkari Allah adalah Maha Tahu, mengabaikan keberadaan-Nya, sengaja tidak menaati ajaran-Nya, bahkan menghina-Nya. Mereka mengira Allah tidak mengetahui perbuatan jahat yang telah mereka lakukan, dan kalaupun Dia mengetahuinya, Dia tidak akan mempertanyakannya; mereka sama sekali tidak memperhitungkan Allah di mata mereka, sama seperti orang-orang jahat dan sombong dalam Mazmur 73 yang mengatakan: Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?

Hasilnya adalah: mereka (orang bebal) semuanya jahat dan telah melakukan perbuatan keji, dan tidak ada satupun dari mereka yang berbuat baik (ayat 1). Dua kalimat pertama adalah mereka melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan (dosa perbuatan/sins of commission), dan kalimat terakhir adalah mereka tidak melakukan sesuatu yang seharusnya mereka lakukan (dosa pengabaian/sins of omission). Ayat 4 menunjukkan bahwa orang-orang ini tidak berseru kepada Allah, tidak merasa membutuhkan Allah, dan tidak menghormati Dia. Mereka mirip dengan gambaran Paulus: Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya (Roma 1:21). Ayat 5 Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar, ketika penghakiman Allah datang, mereka sangat ketakutan di sana yakni di tempat mereka menganiaya umat Allah, karena Allah berada di tengah-tengah orang-orang benar (umat pilihan) (.

Seorang ateis mengajukan petisi ke pengadilan Florida di Amerika Serikat untuk membatalkan hari raya keagamaan seperti Paskah Kristen dan Paskah Yahudi dengan alasan bahwa hal tersebut tidak adil bagi para ateis karena mereka tidak mempunyai hari raya untuk dirayakan. Hakim menolak permohonannya karena ateis juga mempunyai hari libur. Kemudian ia bertanya kepada hakim, festival manakah yang termasuk dalam kategori ateis? Hakim menjawab: Mazmur 14:1 menyatakan bahwa siapa pun yang berkata dalam hatinya bahwa tidak ada Tuhan adalah orang bodoh. Tanggal 1 April (April Mop) adalah hari liburmu setiap tahun.

April Mop tidak ada hubungannya dengan umat Kristiani, karena umat Kristiani tidak akan mengatakan dalam hati bahwa Tuhan itu tidak ada. Pertanyaannya, apakah kita hidup dalam keyakinan bahwa Dia Maha Hadir dan Maha Tahu, sehingga kita tetap menaati perintah-Nya meski tak seorang pun bisa melihat kita? Yusuf mampu mengatasi godaan majikan perempuannya karena ia menghidupi keyakinannya tersebut. Dia tahu bahwa melakukan perzinaan adalah dosa terhadap Allah, dan meskipun majikan perempuannya tidak dapat melihat Allah, tetapi Dia mengetahui semua yang dikatakan dan dilakukan oleh perempuan itu dan Yusuf. Yusuf adalah orang yang bijaksana karena ia hormat takut akan Allah (Kejadian 39:9). Kitab Amsal mengatakan: Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian (Amsal 9:10).

Doa:
Tuhan, tolong selalu ingatkan saya untuk tidak menjadi bodoh dan kehilangan rasa hormat takut saya kepada Engkau, sehingga saya melakukan hal-hal yang tidak seharusnya saya lakukan dan tidak melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.

Doa Transformasi: ayat 1.
Doa Langsung: gunakan ayat 2 beberapa kali berdoa.