「Terikat pada Penciptanya」
Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Mazmur 8:1-9 [ITB])
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.
Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
2 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
3 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:4 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
5 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.6 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:7 kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;8 burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
9 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
Mazmur ini adalah sebuah himne, dan juga merupakan himne pertama di seluruh Kitab Mazmur. Pemazmur mengangkat matanya ke langit, merasakan banyak hal, dan tidak tertahankan ia memuji Pencipta alam semesta. Ayat 1a 「Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!」 Pemazmur menyebut Allah dengan sebutan 「TUHAN, Tuhan kami」 Gabungan sebutan ini jarang muncul dalam Perjanjian Lama. 「Tuhan」 menggambarkan Allah sebagai Raja Maha Tinggi, Ia adalah Tuhan maka Ia bertindak sesuai dengan kehendak-Nya sendiri (Mazmur 115:3; Yunus 1:14), dan respons manusia terhadap-Nya haruslah merupakan 「ketaatan.」 Pujian 「betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi,」 nama-Mu adalah merujuk kepada diri Allah, betapa Ia berwibawa, betapa Ia Maha Agung.
Ayat 1b – 3 menggambarkan keagungan dan wibawa Allah: 「Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam」 (ayat 2); karya penciptaan yang Ia lakukan menunjukkan besar kuasa-Nya, 「Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan,」 cukup dengan jari saja Ia menciptakan langit serta menempatkan bulan dan bintang di langit (ayat 3). Ketiga benda langit ini disembah dan dianggap sebagai dewa oleh bangsa-bangsa Timur Dekat kuno, namun sang pemazmur menunjukkan bahwa mereka hanyalah benda ciptaan Allah.
Ayat 4 – 8 menggambarkan kasih Pencipta yang agung ini ─ Dia peduli dan memelihara manusia yang tidak berdaya dan kecil (ayat 4, 「apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?」), diberikan status yang mulia kepada manusia yang aslinya berasal dari debu; menjadikan manusia hanya sedikit lebih rendah dari para malaikat (ayat 5a); memberi manusia mahkota kemuliaan dan kehormatan (ayat 5b) yaitu memberi manusia status dan identitas sebagai raja; kepada manusia diberikan kuasa atas segala sesuatu di laut, darat, dan langit, untuk dikelola manusia (ayat 6-8), kata 「berkuasa atas」 sering digunakan pada diri para raja untuk mengatur negara, yang sekali lagi mencerminkan status manusia sebagai raja.
Terakhir, pemazmur mengulangi awal ayat 1 dan sekali lagi menaikkan puji-pujian kepada Allah, dengan mengatakan: 「Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!」 (ayat 9)
Bagaimana tanggapan kita setiap kali melihat ciptaan Allah? Apakah kita melihat kebesaran Allah dari berbagai ciptaan? Apakah Anda memperhatikan betapa kecil dan rapuhnya manusia yang adalah makhluk ciptaan (terutama dari diri Anda sendiri)? Apakah kita bersyukur bahwa manusia yang kecil tidak berarti ini, dirawat dan dipelihara oleh Sang Pencipta yang Maha Agung?
Sangat sering penerimaan atas diri sendiri dan menilai diri sendiri didasarkan pada penerimaan, pengakuan, rasa hormat dan penghargaan orang lain terhadap dirinya. Oleh karena itu, dia ingin diakui sukses dengan cara apa pun, berpikir rupa kecantikan, kuasa, uang, kedudukan dan status dapat berguna untuk memperoleh rasa hormat dari orang lain, dan dengan demikian menghasilkan harga diri.
Penerimaan dan harga diri yang tepat harus didasarkan pada: 1. Karena Allah menciptakan kita, maka Ia tidak akan menciptakan diri kita sebagai manusia yang tidak berharga dan tidak berguna. 2. Nilai suatu karya seni tergantung siapa penciptanya, Raja segala rajalah yang menciptakan kita, maka nilai kita pasti jauh lebih besar daripada karya manusia mana pun. 3. Ketika kita menyelesaikan misi yang dipercayakan Allah (seperti Adam dan Hawa dipercaya mengatur segala sesuatu), kita mempunyai status sebagai raja di mata Allah dan adalah biji mata-Nya.
Doa:
Tuhan! Tolong bantu saya untuk selalu memuji Engkau karena melihat kebesaran dan kasih-Mu yang tercermin dari karya penciptaan-Mu. Tolong saya membangun citra diri pada dasar saya adalah ciptaan-Mu dan Engkau memberikan saya kedudukan sebagai raja.
Doa langsung: ayat 1 beberapa kali.
Doa Transformasi: ayat 4.
Doa Syafaat: ayat 4.
Renungan pemahaman Mazmur Doa
Renungan pemahaman Kitab Mazmur
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur Doa ditulis oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗) yang dipublikasi pada bulan Februari 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.