「Peringatan Keempat: Pertahankan iman」
Oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ibrani 10:19-25 [TB2])
19 Jadi, Saudara-saudara, kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam Tempat Kudus, oleh darah Yesus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang imam agung sebagai kepala Rumah Allah.
22 Karena itu, marilah kita datang beribadah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
23 Marilah kita berpegang teguh pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
24 Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik.
25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat hari Tuhan semakin mendekat.
Kita telah selesai membaca bagian diskusi teologis utama dari Surat Ibrani (5:1-10:18), dan bagian berikutnya dari surat ini dikhususkan untuk nasihat-nasihat bagi orang-orang percaya.
Ayat 10:19-39 merupakan peringatan keempat kepada orang-orang percaya, memperingatkan mereka agar jangan dengan sengaja berbuat dosa. Dapat lebih lanjut dibagi menjadi dua Paragraf. Paragraf yang kita baca hari ini (ayat 19-25) merupakan dorongan positif, dan paragraf berikutnya (ayat 26-39) adalah peringatan negatif.
Penulis menghabiskan tulisan yang panjang untuk menjelaskan pelayanan yang dilakukan Kristus sebagai Imam Besar di surga. Karena keefektifan pengorbanan-Nya, kita bisa datang ke hadirat Allah. Bukan hanya kaum Lewi dan para imam saja, tetapi semua orang bisa masuk ke dalam Tempat Kudus di Kemah Suci; tidak hanya imam besar yang mendapat kesempatan ini setahun sekali, tetapi semua orang bisa masuk ke Ruang Maha Kudus dan menjalin relasi yang langsung dan intim dengan Allah. Kita 「berani」 dan tidak takut di hadapan Allah.
Kita mempunyai hak ini karena Kristus telah membuka jalan menuju surga. Ada tabir yang memisahkan Tempat Kudus dan Tempat Maha Kudus, melambangkan pembatas antara Allah dan manusia; sekarang tabir ini telah menjadi tubuh Kristus, yang menjadi perantara antara Allah dan manusia, dan tabir fisik ini tidak lagi menjadi penghalang (tabir fisik dapat dipahami sebagai darah Kristus, ayat 19), tetapi menjadi jembatan. Hanya melalui Dia maka manusia dapat datang kepada Bapa (Yohanes 14:6).
Imam Besar ini adalah Anak Allah dan 「memerintah rumah Allah」 (lihat pembahasan dalam 3:1-6). 「Rumah Allah」 mengacu pada umat Allah, yang menjadi sasaran nasihat penulis saat ini (13:22). Imam besar ini telah menggenapi penebusan atas diri kita. Teguran nurani akan dosa (「pelanggaran」) di dalam hati kita telah disingkirkan, dan manusia telah disucikan.
Karena fakta-fakta yang disebutkan di atas, hubungan baru dan hidup baru membawa tuntutan kehidupan yang baru, penulis meminta kita untuk memiliki keyakinan, harapan, dan kasih yang lebih besar sebagai tanggapannya.
Dalam hal iman: 「Karena itu, marilah kita datang beribadah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, …」 (ayat 22) Kita harus setia dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan.
Dalam hal pengharapan: 「Marilah kita berpegang teguh pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia」 (ayat 23) Kita harus berpegang teguh pada janji-janji Allah yang setia kepada kita.
Dalam hal kasih: 「Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik」 (ayat 24). Dalam komunitas iman, kita perlu memperlakukan satu sama lain dengan kasih, dan kita juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk menyebarkan kasih kepada orang-orang di luar komunitas Gereja.
Mengenai hubungan kasih antar orang percaya, penulis menambahkan satu kalimat lagi, berpesan agar mereka terus berpartisipasi dalam pertemuan gereja dan menjaga tali kasih antar anggota. Karena saat ini adalah masa yang sulit, orang-orang percaya menghadapi banyak kesulitan dan tantangan, terlalu banyak kekuatan luar yang dapat menarik mereka keluar dari iman dan melepaskan keyakinannya. Dalam situasi seperti ini, sangat berbahaya bagi orang percaya jika sendirian menghadapi tantangan dan jika tidak berhati-hati akan kehilangan iman. Oleh karena itu, mereka harus saling menjaga dan mengatasi kesulitan tersebut.
「Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang …」 Ini mungkin berarti bahwa meskipun beberapa orang percaya kepada Yesus, mereka tidak secara teratur berpartisipasi dalam pertemuan gereja dan tidak banyak berhubungan dengan anggota tubuh yang lain; hal ini mungkin mengacu pada fakta bahwa mereka menghadapi tekanan dari kerabat dan komunitas mereka. Beberapa orang percaya secara bertahap menjadi terasing dari gereja dan mulai meninggalkan iman mereka. Apa pun kasusnya, nasihat penulis menunjukkan satu hal: tidak ada seorang pun yang dapat menempuh jalan iman sendirian, kita harus menjadi anggota gereja dan menjadi satu dengan orang-orang percaya lainnya. Kehidupan gereja harus menjadi bagian penting dalam kehidupan iman kita.
Meninggalkan gereja adalah awal meninggalkan iman, ini adalah hukum yang tidak bisa dilanggar. Selama berabad-abad, ada orang-orang yang percaya bahwa hal ini bisa menjadi pengecualian, tetapi saya tidak melihat ada berapa kasus yang berhasil.
Teks berikutnya di bawah penulis memberikan nasihat yang lebih rinci berdasarkan kerangka iman, harapan, dan kasih. Dia berfokus secara khusus membahas dua tuntutan iman dan harapan.
Refleksi Iman:
Karena kita telah menerima kasih karunia Kristus yang besar, kita harus menanggapinya dengan iman, kasih, dan pengharapan yang melimpah. Apakah Anda siap untuk introspeksi diri dalam tiga aspek ini?
Renungan pemahaman Surat Ibrani
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Ibrani ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Februari 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.