「Kristus adalah persembahan kurban yang lebih baik」
Oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ibrani 10:11-18 [TB2])
11 Selanjutnya setiap imam melakukan pelayanannya tiap-tiap hari dan berulang-ulang mempersembahkan kurban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. 12 Tetapi, setelah mempersembahkan hanya satu kurban saja karena dosa, Kristus duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, 13 dan sekarang Ia hanya menantikan saat bilamana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. 14 Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang dikuduskan. 15 Dan Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, 16 sebab setelah Ia berfirman,
…… 「Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka
…………sesudah hari-hari itu,」 firman Tuhan lagi,
…… 「Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka
…………dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
……17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa
…………dan pelanggaran mereka.」
18 Jadi, apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan kurban karena dosa.
Penulis selanjutnya menjelaskan perbedaan antara Kristus sebagai Imam Besar dan para imam dari garis keturunan Harun.
Semua imam harus masuk ke Kemah Suci atau Bait Suci setiap hari dan melayani sambil berdiri. Tidak ada tempat duduk bagi siapa pun di Kemah Suci, dan mereka juga tidak boleh duduk selama melayani. Ada sebuah bagian dalam Ulangan mengenai orang-orang Lewi dan para imam: 「Sebab dialah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu, supaya ia senantiasa melayani (to stand to minister) TUHAN dan menyelenggarakan kebaktian demi nama-Nya, ia dan anak-anaknya」 (Ulangan 18:5; lihat 10:8; 17:12), terjemahan bahasa Indonesia tidak terlihat tentang berdiri, bandingkan KJV 「to stand to minister.」 Perjanjian Lama selalu menekankan 「berdiri melayani」 dan 「berdiri di hadapan Allah.」 「Seorang yang berdiri di sana」 adalah hamba (Dan. 7:16), yang mengungkapkan sikap pelayanan yang rendah hati. Apakah itu sikap yang sepatutnya seorang hamba duduk di depan tuannya? Namun, penulis Ibrani mempunyai pendapat lain, ia menekankan bahwa para imam berdiri berbeda dengan Kristus yang duduk. Tujuannya adalah untuk menggambarkan bahwa persembahan kurban manusia tidak pernah selesai, dan hanya mereka yang telah menyelesaikan tugasnya yang dapat duduk. Misi para imam di dunia belum selesai, jadi teruslah berdiri!
Penulis menambahkan, ritual kurban sebenarnya sangat teratur dan kaku, dilakukan secara berulang-ulang. Para imam setiap kali mempersembahkan berbagai kurban yang ditentukan. Ciri umum dari kurban ini adalah bahwa kurban tersebut tidak dapat menghapuskan dosa-dosa manusia, terutama kesadaran berdosa dalam hati nurani manusia, yang tidak dapat dihilangkan dengan ritual penyucian lahiriah.
Sebagai Imam Besar, situasi dengan Kristus sangatlah berbeda. Dia hanya mempersembahkan kurban penghapus dosa satu kali, dan itu menyelesaikan tugas-Nya, dan berlaku selamanya; sehingga Dia dapat duduk dengan damai di sebelah kanan Allah, menunggu penyelesaian akhir dari tugas penebusan ini, musuh-musuh-Nya suatu hari nanti berserah sepenuhnya di kaki-Nya. 「sekarang Ia hanya menantikan saat bilamana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya」 (ayat 13). Penulis tidak mengatakan dengan jelas siapa musuh yang ada di sini, tetapi dapat percaya bahwa itu adalah Setan dan semua kekuatan antikristus, yang segala macam kuasa yang berusaha menghalangi penebusan umat Kristus. Penulis tidak menyebutkan secara spesifik musuh-musuh-Nya, mungkin karena ia mempunyai pengaturan lain; menurut apa yang ia katakan kemudian, mereka yang memberontak, mundur, dan melepaskan iman juga bergabung dengan barisan 「semua musuh」 (10:26-27). Mereka menentang kebenaran, menentang Kristus (anti terhadap Kristus), mereka memandang Kristus sebagai musuh. Oleh karena itu, jangan berpikir bahwa antikristus hanya menunjuk pada Setan dan tidak ada hubungannya dengan kita. Lagi pula, kita bukanlah malaikat yang jatuh! Kita harus berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam kelompok musuh Kristus.
「Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang dikuduskan」 (ayat 14). Pesan yang terkandung dalam ayat ini sangat penting, dan cukup untuk menghilangkan kesalahpahaman banyak orang tentang Surat Ibrani.
Gereja-gereja sepanjang zaman, khususnya gereja-gereja Tiongkok modern, selalu mempunyai dalil yang tidak dapat dijelaskan: 「Sekali diselamatkan, selalu diselamatkan.」 Gagasan ini hanya secara tidak langsung berkaitan dengan penekanan Reformed pada 「pemeliharaan kekal oleh Allah,」 karena Calvin berkata: 「Mereka yang telah ditentukan Allah untuk diselamatkan, Ia memelihara mereka sampai akhir.」 Tetapi banyak orang telah mengubah pernyataan ini menjadi: 「Sekali Anda mengangkat tangan, Anda selamanya selamat」 atau 「Sekali Anda menganggukkan kepala, Anda selamanya selamat.」 Asalkan pernah angkat tangan menyatakan menerima Yesus di suatu KKR Penginjilan atau aktif di gereja selama jangka waktu tertentu, tidak peduli jika kelak aku bergabung dengan ajaran sesat, atau bahkan meninggalkan terang dan beralih ke kegelapan, melakukan perzinaan dan penjarahan atau perbuatan jahat apapun, Tuhan akan tetap memastikan bahwa aku pasti masuk surga pada akhirnya, dan paling banyak saya akan mendapatkan hasil 「pas-pasan lewat」. Ini bukan lagi 「ditetapkan Tuhan untuk diselamatkan selamanya」 tetapi 「Saya pernah memilih maka pasti diselamatkan selamanya.」 Aku memesan menu dan Tuhan membayar tagihannya, asalkan aku pernah menyatakan menerima Yesus, maka tidak peduli apa pun hidupku, Tuhan telah menyediakan tempat bagiku di surga. Ini adalah teori yang sangat konyol.
Pernyataan 「sekali selamat, tetap selamat」 yang benar menekankan pilihan dan ketetapan Tuhan, bukan tentang pilihan manusia. Tentu saja Tuhan mempunyai kemampuan untuk memelihara iman manusia sampai akhir, namun kuncinya adalah apakah kita masuk dalam daftar pilihan-Nya? Bagaimana pilihan manusia bisa otomatis berubah menjadi pilihan Tuhan?
Kita harus menghadapi sebuah fakta, entah itu dari Alkitab atau dari kehidupan nyata, yaitu banyak orang yang percaya kepada Yesus dan banyak orang yang aktif di gereja ketika mereka masih muda, tetapi kemudian meninggalkan iman mereka, dan beberapa bahkan secara terbuka menentang kebenaran. Jika mereka adalah musuh Kristus, apakah kita harus mengatakan bahwa mereka pernah menerima Yesus maka pasti akan diselamatkan? Apakah orang murtad bisa diselamatkan? Akankah mereka yang menganiaya gereja dapat makan bersama mereka yang mengenakan pakaian putih di masa depan? Jika kita tidak membalikkan akibat menjadi sebab, kita menyimpulkan bahwa keyakinan mereka di masa lalu adalah iman yang palsu dan bukan iman yang sejati. Fakta yang tidak diragukan lagi adalah bahwa dari sudut pandang manusia, umat Kristiani bisa jatuh, meninggalkan imannya, murtad, dan bahkan menjadi penentang.
Apakah ini membatalkan rencana keselamatan Allah? Tidak, Surat Ibrani dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus Kristus menyelesaikan di kayu salib seluruh karya penebusan untuk selamanya, dan penebusan-Nya efektif untuk selamanya. 「Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang dikuduskan.」 Namun, tak seorang pun di dunia ini yang dapat berkata memastikan 100% bahwa mereka pasti berada dalam jajaran orang-orang pilihan. Tidak ada keraguan bahwa Allah mempunyai kedaulatan atas predestinasi-Nya, dan Dia akan menjaga orang pilihan-Nya sampai akhir. Namun pilihan Allah berada pada tingkat yang kekal. Dalam urutan ruang dan waktu kehidupan ini, kita tidak mungkin mengetahui daftar yang telah ditentukan ini, dan kita tidak dapat mengacaukan keputusan manusia dengan kehendak Allah. Yang bisa dan sepatutnya kita lakukan hanyalah tetap beriman dan berjalan dengan setia di jalan mengikuti Yesus. Hal inilah yang dinasihatkan oleh penulis Surat Ibrani kepada orang-orang percaya.
Yesus Kristus membuat perjanjian baru bagi kita. Perjanjian baru tertulis di hati. Mulai sekarang, kita tidak perlu lagi mempersembahkan kurban penghapus dosa karena dosa kita.
Refleksi Iman:
Mari introspeksi kesetiaan diri kita sendiri kepada Kristus. Apakah saya tetap berpegang pada iman dan tidak pernah meninggalkan Dia?
Renungan pemahaman Surat Ibrani
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Ibrani ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Februari 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.