「Selibat dan melayani Tuhan itu baik! Tapi jangan dipaksa! Ini nasihat Paulus, bukan perintah」
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 7:25-35 [ITB])
25 Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah. 26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya. 27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang! 28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; 30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli; 31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. 33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, 34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.
【Referensi ayat】
[BIMK] 25 Sekarang mengenai orang-orang yang belum kawin. Mengenai hal itu, 「saya tidak menerima perintah apa-apa dari Tuhan」(a command of the Lord I have not). Namun sebagai orang yang karena rahmat Tuhan patut dipercayai, saya mau memberikan 「nasihat」(gnome; view, judgment, opinion) saya. 26 Mengingat segala kesusahan yang mengancam sekarang ini, saya rasa lebih baik kalau orang tetap menjalani hidup seperti keadaannya yang sekarang (it is good for a person to remain as he is).
[ITB] 29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: 「waktu telah singkat!」(atau the time has been shortened) Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; 30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli.
Dalam 1 Korintus 7:25-28, Paulus menanggapi pernyataan 「adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin!」, ia mengemukakan 「pendapat dan penilaian pribadi」, dan dengan hati-hati menekankan 「aku tidak mendapat perintah dari Tuhan」, ia memberikan nasihat bahwa karena dalam keadaan hari akhir sudah dekat 「membujang untuk melayani Tuhan itu baik」; jadi, dia mengemukakan biarlah wanita dan pria yang belum menikah mempertimbangkan untuk tidak menikah, sehingga mereka dapat lebih berkonsentrasi pada Tuhan. Tetapi Paulus sangat berhati-hati untuk menunjukkannya bahwa ini bukanlah suatu perintah, karena 「mengambil seorang istri, menikah bukan dosa」. Kemudian 7:29-35 ia memberikan pandangannya, bahwa hari akhir sudah dekat, zaman akan menjadi sangat sulit, untuk menghindari kekhawatiran karena pernikahan dan ingin sepenuh hati melakukan pekerjaan Tuhan, 「tidak menikah adalah pilihan yang baik」. Dalam sejarah gereja, beberapa pemimpin secara tidak beralasan menyalahgunakan pendapat bahwa 「selibat itu baik」, di kalangan Katolik, mengakibatkan dogma absolut yang mendistorsi sifat manusia, memaksa semua hamba Tuhan (Pastor, biarawan dan biarawati) semuanya harus selibat seumur hidup; beberapa mungkin bertahan, tetapi ada banyak saksi yang gagal dan melakukan tindakan gelap yang mengerikan dalam sejarah, mengubah 「saran pendapat」 gembala menjadi 「perintah mutlak」 dengan konsekuensi yang tragis.
Untuk lebih memahami perikop ini, perlu diperhatikan beberapa hal: Pertama, tampaknya Paulus menilai bahwa bencana di akhir zaman dan kedatangan Tuhan sudah sangat dekat, dan bahkan dapat saja terjadi di zaman sekarang; oleh karena itu, Paulus menyarankan agar tidak menikah adalah jalan keluar yang lebih baik. Kedua, Paulus sangat bijaksana untuk menekankan bahwa ini hanya 「pendapat pribadi」 dan 「tidak mendapat perintah dari Tuhan」. Ketiga, ketika Paulus membagikan pendapat pribadinya, itu tidak dimaksudkan untuk menjadi perintah mutlak, terlebih Paulus menambahkan: 「menikah bukanlah dosa」!
Dalam latar belakang situasi historis Paulus, ia mungkin pernah mengajukan pendapat bahwa 「adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin」 dan 「bisa melajang untuk melayani Tuhan adalah baik」, tetapi pendapat ini menimbulkan tanggapan yang berbeda dan rumit di gereja, dan beberapa bahkan tidak mengerti dan menentang; oleh karena itu, Paulus ingin mengklarifikasi pernyataannya. Dia pertama-tama menekankan: ini adalah pendapatnya sendiri, bukan perintah Tuhan. Dan menurut penilaian dirinya tentang keadaan yang akan sangat penuh kesusahan pada saat itu, maka dia menyatakan 「pendapatnya sendiri」! Tetapi menekankan bahwa ini bukan perintah!
Tragisnya, sepanjang sejarah tertentu, ada para pemimpin yang salah paham dan salah menafsirkan bagian ini, memutarbalikkan 「pendapat, saran」 Paulus menjadi 「mandat seumur hidup yang mutlak dan membatasi」 memaksa semua hamba Tuhan penuh waktu untuk 「selibat seumur hidup」! Tetapi banyak dari antara mereka tidak bisa benar-benar mempertahankan selibat seumur hidup, mereka diam-diam melakukan segala macam dosa gelap, dan bahkan melukai banyak orang, dan melakukan banyak kejahatan yang mengerikan. Kesalahan besar untuk mendistorsi 「pendapat, saran」 gembala menjadi 「perintah mutlak」, dan itu akan menyebabkan jenis tragedi yang berbeda.
Pada Abad Pertengahan, banyak orang golongan tertentu melakukan berbagai dosa nafsu, baik yang terang-terangan maupun yang terselubung, karena ketidakmampuan praktis untuk mempertahankan 「perintah selibat seumur hidup」, terdapat 「kardinal keponakan」 (Cardinal-Nephew); Innocent VIII (1432-1492) yang penuh dengan perzinaan, memenuhi Roma dengan pelacur, dan merupakan paus pertama yang secara terbuka mengakui bahwa 「keponakan- keponakan」 ini adalah putra-putranya yang tidak sah. Orang Roma menyindir dia: 「Dalam dosa melahirkan delapan putra dan jumlah putri yang sama; dia memang berhak disebut bapak Roma.」
Jangan biarkan 「pendapat yang baik」 berubah sifat, dan 「pendapat tidak mutlak」 tidak boleh diubah menjadi 「kuk dan belenggu」! Dalam sejarah Katolik dan Kristen, kita telah memiliki pemimpin yang telah mengambil interpretasi yang lebih ekstrem, mengubah 「pendapat」 menjadi 「prinsip, perintah dan larangan」, menjebak banyak orang. Kecaman dan peringatan Yesus kepada orang-orang Farisi hendaknya kita ingat! Paulus menekankan: pernikahan bukanlah dosa! Banyak orang yang cocok dan harus menikah. Dalam pernikahan, juga harus ada hubungan intim! Adalah baik untuk dapat konsentrasi melayani Tuhan, kita harus menghormati orang yang melajang melayani Tuhan! Kita juga harus menghormati hamba Tuhan yang menikah! Yang penting adalah: jangan memaksa, rela, hendaknya hidup kudus bersih, dan benar- benar memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi orang.
Renungkan:
• Pengingat apa yang perikop Alkitab hari ini ingatkan kepada Anda? Ada banyak saudara lajang di gereja yang mencintai Tuhan, mungkin mereka secara aktif bertekad untuk melajang, atau mereka belum menemukan pasangan yang cocok, kita harus menghormati mereka yang lajang melayani Tuhan! Yesus adalah hamba lajang yang melayani Allah sepanjang hidupnya! Tapi jangan pernah memaksakannya!
• Lajang atau menikah bisa menjadi sangat indah! Yang terpenting, rela dalam segala hal, bersih dalam segala hal, bersukacita dalam Tuhan dalam segala hal, memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi orang dalam segala hal! Apakah ajaran ini mengingatkan dan menghibur Anda?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.