Tag Archives: Pernikahan

1 Korintus 7:1-9

Belum tentu merupakan perintah mutlak! Selibat itu baik! Pernikahan juga baik! Semuanya indah!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 7:1-9 [ITB])
1 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. 3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. 5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. 6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah. 7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. 8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. 9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

【Referensi ayat】
7:1 [YLT] And concerning the things of which ye wrote to me: good it is for a man not to touch a woman,
7:1 [ESV] Now concerning the matters about which you wrote: It is good for a man not to have sexual relations with a woman.
7:1 [NIV] Now for the matters you wrote about: It is good for a man not to marry.
7:1 Sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin
7:25 Sekarang tentangpara gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
8:1 Tentangdaging persembahan berhala kita tahu: “kita semua mempunyai pengetahuan.” Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
12:1 Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.
16:1 Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.
16:12 Tentang saudara Apolos: telah berulang-ulang aku mendesaknya untuk bersama-sama dengan saudara-saudara lain mengunjungi kamu, tetapi ia sama sekali tidak mau datang sekarang. Kalau ada kesempatan baik nanti, ia akan datang.

Jemaat Korintus telah mengirim surat yang menanyakan banyak pertanyaan rohani kepada Paulus. Surat itu tidak tentu sepenuhnya merupakan komunikasi yang bersahabat, tetapi mungkin juga membawa beberapa rasa ketidakpuasan. Ayat 7:1 tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku merupakan hal-hal pertanyaan yang berjumlah mejemuk. Kata tentang (peri de) muncul enam kali Surat 1 Korintus (7:1, 25; 8:1; 12:1; 16:1, 12), enam tempat ini tampaknya mencerminkan sebagian masalah pertanyaan yang diajukan dalam surat yang dikirim oleh jemaat Korintus.

Paulus pertama-tama membahas pertanyaan pertama dalam perikop hari ini. Bagaimana memahami perkataan adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin!? Dalam pasal 7, Paulus memberikan tanggapan berbeda terhadap objek dan situasi yang berbeda: 1. Haruskah pasangan memiliki keintiman seksual dalam pernikahan? (7:2-7) 2. Apakah wanita yang belum menikah dan janda harus menikah? (7:8-9) 3. Untuk pasangan suami istri (7:10-11) 4. Untuk pasangan yang tidak beriman (7:12-16) 5. Untuk gadis yang tidak menikah dan perempuan lajang (7:25-38) 6. Haruskah perempuan yang kehilangan pasangan menikah lagi? (7:39-40)

Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin. Terjemahan kalimat ini mengambil pandangan yang sangat berbeda dalam versi yang berbeda. Terjemahan harfiah dari kalimat ini dapat memiliki terjemahan yang berbeda: 1. adalah baik: seorang laki-laki tidak mau menjamah seorang wanita. 2. adalah baik: seorang laki-laki tidak mau menjamah istrinya. Terjemahan bahasa Inggris NIV bahkan mengambil terjemahan yang lebih lanjut: It is good for a man not to marry (tidak menikah). Kalimat ini dapat merujuk pada masalah apakah menikah atau menjadi lajang! Tapi itu juga bisa disalahartikan sebagai: Pria yang sudah menikah harus menghindari hubungan seksual intim dengan istri mereka. Dua kata yang menyebabkan kontroversial dalam terjemahan, kata Yunani γυνή gune dapat diterjemahkan sebagai wanita atau istri, lalu kata ἅπτο hapto berarti menjamah, tetapi dalam beberapa bagian Alkitab kata itu digunakan sebagai ungkapan keintiman seksual dengan seorang wanita (Kej. 20:6; Amsal 6:29) Frasa ini mungkin pernah dikatakan Paulus, tetapi orang yang berbeda memiliki penerapan dan pemahaman yang berbeda, yang mengakibatkan banyak kesalahpahaman, penyimpangan, dan praktik yang ekstrem. Oleh karena itu, Paulus harus mengklarifikasi dan menjawab dengan cermat sesuai dengan situasi yang berbeda.

Untuk mencegah berbagai kesalahpahaman dan penerapan yang ekstrem, Paulus mengemukakan beberapa prinsip penting: 1. Karena pria dan wanita memiliki kebutuhan seksual, untuk mencegah perzinaan di luar nikah, orang harus menikah. 2. Pasangan dalam pernikahan harus saling menyayangi serta harus saling menghormati kebutuhan dan hak masing-masing, dan harus ada waktu untuk keintiman. 3. Terkadang, untuk menyendiri dengan Allah dalam doa, pasangan yang sudah menikah dapat memiliki periode waktu tanpa keintiman seksual, tetapi tidak untuk lama dan dengan persetujuan bersama. 4. Pasangan tanpa keintiman seksual memberi iblis kesempatan membuat tersandung. 5. Selibat jangka panjang adalah hal yang baik! Seseorang bertekad untuk melakukannya! Tapi itu bukan perintah, dan selibat membutuhkan panggilan, tekad, dan anugerah Allah 6. Memang baik selibat untuk mengabdi kepada Tuhan, tapi tidak bisa dipaksakan! Bagi pria, wanita yang belum menikah dan janda, jika mereka tidak memiliki karunia melajang, mereka harus menikah.

Menjadi lajang dan berkonsentrasi untuk Tuhan adalah hal yang indah! Tetapi jika ia tidak dapat menjaga selibat, maka harus menikah. Jika tidak, ia akan dengan mudah jatuh ke dalam godaan perzinaan, yang akan mengubah hal-hal baik menjadi hal-hal buruk dan menyebabkan tragedi. Bagi kebanyakan orang, kita harus memasuki pernikahan, Dan kita harus menghargai keintiman dalam pernikahan! Lembaga pernikahan didirikan oleh Allah, dan pernikahan dan keluarga adalah berkat Allah yang paling awal! Kita harus memandang penting pernikahan, menghargai pasangan, dan hargai hak serta kebutuhan pasangan Jangan menggunakan alasan spiritual membuat pasangan tersandung, mengabaikan kebutuhan dia, dan memberi tempat kepada iblis.

Renungkan:
• Apa yang tulisan Alkitab mengingatkan kepada kita hari ini? Bagaimana Paulus memandang keintiman dalam pernikahan? Apakah kita menghormati kebutuhan dan hak pasangan kita?
• Beberapa orang bertekad untuk melajang dan fokus pada Tuhan! Beberapa orang tidak dapat menemukan pasangan yang cocok untuk menikah! Baik itu pilihan Tuhan, pilihan sendiri, atau pasif, dapat mengandalkan Tuhan untuk sendirian, berjalan dengan Allah, melayani Allah lebih baik, memberkati orang lain, itu indah!


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kejadian 24:1-4

「Hamba dan tuan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 24:1-4 [ITB])
1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. 2 Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, 3 supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam. 4 Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku.

Abraham mengutus hambanya untuk mencarikan istri bagi anak laki-lakinya (Kejadian 24), pasal terpanjang dalam Kitab Kejadian. Berbeda dengan penciptaan manusia di awal Kitab Kejadian, Allah menegakkan pernikahan menjadi sistem sosial yang pertama, mukjizat pertama yang dilakukan Yesus adalah mengubah air menjadi anggur adalah pada pesta pernikahan di Kana, yang menunjukkan bahwa Allah menghargai pernikahan. Kisah romantis dalam pasal ini dimulai dengan percakapan antara Abraham dan hambanya yang paling tua dalam rumahnya.

(1) Tuan yang diberkati TUHAN. Berkat adalah kehendak Allah, sejak saat Abraham dipanggil, TUHAN (Yahweh) berulang kali berjanji untuk memberkati Abraham (Kej. 12:2, 15:1, 17:16, 22:17). Hamba tua menjelaskan bahwa TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak, budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai. Dan Sara, isteri tuanku itu, sesudah tua, telah melahirkan anak laki-laki bagi tuanku itu; kepada anaknya itu telah diberikan tuanku segala harta miliknya(ayat 35-36) Dapat dikatakan memiliki kehidupan yang baik dan umur panjang. Namun pada pasal sebelumnya disebutkan bahwa istrinya tercinta Sara telah meninggal dunia, dan kini ia memiliki satu keinginan terakhir yang harus dipenuhi, yaitu menikahkan Ishak anak laki-lakinya, agar berkat Allah dapat diteruskan dari generasi ke generasi.

(2) Hamba yang setia. Ini bukan hamba biasa, tapi yang paling tua (mewakili kebijaksanaan dan pengalaman), yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya mengelola semua properti milik Abraham (mewakili kemampuan dan kepercayaan), dan yang terpenting, seperti Abraham, dia percaya kepada Allah sepenuhnya. Dalam pasal ini, hamba tua ini memanggil tuanku lebih dari 20 kali, yang menunjukkan kesetiaannya kepada Abraham, tugasnya harus dipenuhi, dan akhirnya dia menyebut Ishak tuanku (ayat 65).

(3) Tugas yang dipercayakan. Abraham meminta hamba tua itu untuk meletakkan tangannya di bawah pangkal paha dan bersumpah kepada TUHAN (Yahweh), Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi. Paha adalah eufemisme untuk alat kelamin laki-laki. Tangannya di bawah pangkal paha artinya keseriusan penuh kewaspadaan, dan mempercayakan urusan terpenting dalam keluarga kepada hamba tua, yaitu menemukan wanita yang cocok untuk Ishak di kampung halamannya. Dengan cara ini, urusan mencarikan istri dinaikkan dari tingkat urusan keluarga ke tingkat diserahkan kepada Allah. Tetapi ada dua syarat tambahan, jika wanita itu menolak untuk datang, sumpah itu tidak berlaku, dan jangan membawa pulang Ishak. Ini bukan hanya mempertimbangkan masalah suku, tetapi juga mengedepankan iman.

Renungkan:
Dahulu masa menurut perintah orang tua dan perantara, perkawinan anak seakan-akan diserahkan kepada orang tua mereka. Tetapi di pasal ini, kita melihat bahwa dalam segala hal mereka mematuhi pimpinan Allah dan selangkah demi selangkah mencari manifestasi kehendak Allah. Ini adalah prioritas yang dipertimbangkan semua orang yang ingin menikah hari ini.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.