Tag Archives: Sama Sederajat

Yesaya 56:2

「Sabat Berhenti, Seperti engkau」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 56:2 [ITB])
2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.

Mengapa hari Sabat terkait dengan keadilan kebenaran Allah? Mengapa hari Sabat begitu penting? Mari kita kembali ke perintah keempat dari Sepuluh Perintah untuk memahami hubungan antara hari Sabat dengan keadilan kebenaran: tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga(Ul. 5:14)

Frasa seperti engkau juga dalam ayat tersebut adalah salah satu poin utama dari Sabat, dan poin kunci lainnya adalah kata pekerjaan. Kedua poin ini sebenarnya satu poin, saling terkait satu sama lain sehingga kita dapat memahami betapa pentingnya Sabat bagi umat Allah. Pekerjaan mengacu pada profesi, ini tidak mengacu pada semua pekerjaan (work), tetapi merujuk pada karir seseorang (occupation). Sabat tidak mengharuskan kita untuk menghentikan semua pekerjaan, tetapi mengharuskan kita untuk menghentikan apa yang perlu kita lakukan demi karir kita. Namun, konsep pekerjaan selain merujuk apa yang harus dilakukan demi karir, juga mencakup identitas dan status kedudukan yang dibawakan oleh karir ini. Faktanya, enam hari bekerja (berkarir) itu pasti akan membawa identitas dan status kedudukan posisi, ada sebagian orang adalah atasan, ada sebagian orang adalah bawahan, sebagian orang adalah asisten, sebagian orang adalah bos, identitas dan status kedudukan memisahkan orang dan membuat saling berhadapan (oposisi, bahkan konfrontasi), secara alami terdapat perbedaan posisi tinggi dan rendah dalam masyarakat, semuanya ini adalah hal alami di dunia yang kosong, yang muncul karena adanya pekerjaan (karir).

Hukum Taurat memerintahkan orang pada hari ketujuh jangan melakukan sesuatu pekerjaan. Ini bukan sekadar berarti tidak melakukan semua pekerjaan yang harus dilakukan untuk karir, tetapi juga menunjukkan bahwa pekerja meletakkan identitas, status, kedudukan, nama, reputasi yang dimilikinya dalam enam hari, semua satu ragam baik tuan atau pelayan, semua kembali ke seperti engkau hakikat asali (bentuk asali, 本相), inilah Sabat. Pada hari Sabat, semua orang seperti engkau, tidak ada pembedaan status, kedudukan dan identitas, tidak ada kelas kasta, tidak ada oposisi, ini adalah keadaan kembali ke asali, setiap orang hidup dengan hakikat asali, dengan demikian, hari Sabat membuat orang mengerti dirinya sebagai ciptaan sama seperti orang yang lain, semua sama-sama membawa gambar dan rupa Allah, sama-sama adalah umat perjanjian anugerah, dan dalam keadaan Sabat (istirahat) merayakan kemerdekaan, yaitu dibebaskan dari jubah luar yang dibangun dari status kedudukan dan identitas, dan juga dibebaskan dari hasrat ambisi mengejar harta materi dan imbalan, membuat diri berhenti, dengan bentuk asali bergaul dengan hamba bawahan, hidup bersama anak-anak dengan hakikat asali ini, dan dengan aku yang sebenarnya (asali, tanpa bungkus jubah luar) menjadi anak-anak Allah, inilah kebenaran dan keadilan.

Ternyata penetapan hari Sabat menyuruh kita untuk meninggalkan pengejaran terus-menerus akan diri yang palsu (aku yang palsu), untuk membawa kita kembali ke diri sejati yang diciptakan oleh Allah, di hari ini kita mendapat pembebasan, di hari ini kita memahami berharganya bertindak belas kasih dan memberkati orang lain, dan juga paham untuk menghargai kebahagiaan orang-orang yang ada di depan mata kita, ini adalah keadilan kebenaran. Orang Kristen menggunakan hari Tuhan (di hari minggu) sebagai hari Sabat. Di gereja kita hidup dan berinteraksi berdasarkan hakikat asali (bentuk asali), tetapi di hari Tuhan kita masih sering mengenakan jubah luar: identitas serta kedudukan yang berbeda, gereja masih menjadi tempat yang belum bebas posisi, ketenaran dan kekayaan (minder atau juga sebaliknya ajang bagi yang ingin mengejar, baik yang sudah memiliki, atau yang belum memiliki). Dengan demikian, kita masih belum dapat lepas merdeka dari kerja enam hari, sehingga jatuh ke dalam beban berat dan kepedihan. Ketika kita beristirahat Sabat pada hari Tuhan (di hari minggu), kita patut berharap melihat Injil seperti engkau, ini barulah bisa membuat kita dapat memahami apa itu kemerdekaan bebas dan kasih, bukan hanya keadilan kebenaran tetapi juga anugerah keselamatan.

Renungkan:
Lihatlah orang-orang di sekitar Anda, apakah mereka atasan atau bawahan Anda, mereka pada asalinya seperti engkau juga, semuanya umat perjanjian, semua diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Kiranya kita dapat melalui jangan melakukan pekerjaan, memahami hakikat asali kita dan menghargainya, itu adalah yang paling bernilai.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.