「Dengan adanya Dia berjalan bersama di sisiku, segalanya cukup」
Panggilan dan Pembaruan Hidup
Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yeremia 1:4-10 [ITB])
4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
5 「Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.」
6 Maka aku menjawab: 「Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.」 7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: 「Janganlah katakan: 『Aku ini masih muda,』 tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. 8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.」 9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: 「Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. 10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.」
Firman TUHAN datang kepada Yeremia, itu bukan sekadar wahyu lisan, tetapi ungkapan kehendak dan tindakan Allah. Allah memanggil Yeremia melalui dialog, serupa dengan pengalaman panggilan Yesaya dan Yehezkiel, tetapi dengan keintiman khusus. Ayat 5, 「Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa,」 Allah menyebutkan 「mengenal engkau,」 yang merujuk bukan hanya pada pemahaman intelektual tetapi juga pada hubungan emosional, bahkan sebanding dengan hubungan intim antara suami dan istri. 「Menguduskan engkau」 menandakan bahwa orang, benda, waktu, dan tempat secara khusus dipisahkan untuk penggunaan kudus Allah, sepenuhnya berada di bawah kendali-Nya. Dengan demikian, pemilihan Yeremia oleh Allah didasarkan pada hubungan yang mendalam dan kedaulatan penuh. Dia telah menyucikan dan mempersiapkan Yeremia, menjadikannya layak untuk digunakan oleh Tuannya, untuk memenuhi misi para nabi bangsa-bangsa.
Namun, ketika Yeremia mendengar panggilan itu, reaksi pertamanya adalah mundur dan ragu-ragu. Ia tahu dirinya masih muda, kurang pengalaman dan kebijaksanaan, dan merasa tidak mampu memikul tugas yang begitu sulit. Kemudian Allah menghibur dan menguatkannya, dengan berkata, 「Janganlah katakan: 『Aku ini masih muda,』 tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.」 Ini menjadi jaminan dan sumber kekuatan bagi pelayanan Yeremia sepanjang hidupnya. Kehadiran penyertaan Allah memungkinkan nabi Yeremia menghadapi setiap tantangan tanpa rasa takut, karena panggilannya selalu disertai dengan perlindungan-Nya.
Ayat 9 menggambarkan tindakan yang sangat simbolis: TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulut Yeremia, sama seperti bibir Yesaya disentuh dengan bara api. Ini menandakan bahwa mulut nabi dikhususkan sebagai saluran bagi firman Allah. Yeremia tidak hanya mendengar suara Allah tetapi juga benar-benar merasakan sentuhan-Nya; tindakan lahiriah menjadi penegasan emosi batinnya. Ayat 10, 「Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam,」 di sini kata 「hari ini」 mengungkapkan saat Yeremia secara resmi menerima misinya dari TUHAN; ia diangkat sebagai nabi bangsa-bangsa, memikul tanggung jawab berat yang dipercayakan kepadanya oleh Allah.
Dari pengalaman Yeremia dipanggil, kita melihat bahwa Allah memilihnya bahkan ketika ia masih dalam kandungan ibunya. Meskipun waktu dan cara kita menerima panggilan mungkin berbeda, Allah memiliki maksud dan misi yang unik untuk setiap anak-Nya. Ketika kita menanggapi panggilan Tuhan, kita mungkin, seperti Yeremia, merasakan ketidakberpengalaman dan keterbatasan kemampuan kita sendiri. Namun, Allah berjanji untuk menyertai kita, dan penyertaan kehadiran-Nya adalah jaminan yang paling dapat diandalkan. Dengan adanya Dia berjalan bersama di sisi kita, segala sesuatu cukup, dan tidak perlu takut.
Renungkan:
1. Saat menanggapi panggilan Tuhan, apakah Anda pernah merasa tidak mampu dan ragu-ragu?
2. Jika Tuhan berkata kepadamu hari ini, 「Jangan takut kepada mereka, karena Aku menyertai engkau dan akan menyelamatkan engkau,」 bagaimana Anda akan menjawab?
Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.