「Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar」
Panggilan dan Pembaruan Hidup
Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Samuel 3:1-10 [ITB])
1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.
2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya. 3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah. 4 Lalu TUHAN memanggil: 「Samuel! Samuel!」, dan ia menjawab: 「Ya, bapa.」 5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: 「Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?」 Tetapi Eli berkata: 「Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.」 Lalu pergilah ia tidur. 6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: 「Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?」 Tetapi Eli berkata: 「Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.」
7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya. 8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: 「Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?」 Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. 9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: 「Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.」 Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: 「Samuel! Samuel!」 Dan Samuel menjawab: 「Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.」
Teks perikop ini menyebutkan bahwa Samuel tidur di dekat Tabut Perjanjian di Bait Suci. Ini tidak berarti dia benar-benar tidur di Ruang Mahakudus, melainkan di dekat tempat tinggal para imam, mungkin terletak di sebelah atau dekat tempat tinggal Eli. Pengaturan ini agar Samuel yang masih muda dapat dengan mudah di malam hari merawat Eli yang sudah tua, lemah, dan buta. Oleh karena itu, ketika Samuel mendengar suara di malam hari, dia secara alami berasumsi bahwa Eli memanggilnya dengan sangat mendesak.
Dari ayat empat sampai sepuluh, kita membaca tentang ketika TUHAN memanggil Samuel. Samuel muda berulang kali menanggapi panggilan itu dengan kepolosan seperti anak kecil: 「Ini aku, bukankah bapa memanggil aku? (Here I am, for you called me)」 (KJV, NET, ASV). Ini menunjukkan kesediaannya untuk melayani. Meskipun Samuel senang melayani, ia bingung tentang siapa yang memanggilnya. Frasa Ibrani 「Ini aku (Here I am)」 sering kali mengandung arti seorang hamba yang siap mendengarkan dan menaati perintah. Ketika kata-kata seperti itu muncul dalam dialog dengan Allah, kata-kata itu bahkan lebih signifikan; kata-kata itu mewakili hati yang bersedia menanggapi dan sepenuhnya menyerahkan diri kepada Allah. Namun, pada waktu itu Samuel masih belum mengenal cara-cara TUHAN. Seperti yang dikatakan ayat tujuh, 「Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.」 Ia belum membangun hubungan yang dekat dan langgeng dengan Allah, dan ia juga belum mengalami penyingkapan wahyu TUHAN. Tetapi kesediaan Samuel untuk melayani, ketaatannya yang sederhana, dan orang tuanya yang saleh serta ajaran-ajaran berbasis iman semuanya meletakkan dasar baginya untuk kelak menjadi seorang nabi besar. Meskipun awalnya bingung, di bawah bimbingan Eli, Samuel belajar mengenali suara TUHAN. Eli mengajarinya cara menanggapi, dan Samuel dengan rendah hati menaatinya. Ketika TUHAN memanggilnya lagi, ia tidak lagi bingung, tetapi berkata dengan hati yang sederhana, 「Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengarkan !」
Terkadang, seperti Samuel, kita bingung dengan panggilan dan rencana Allah. Sekalipun kita bersedia melayani, kita mungkin masih kurang memiliki daya memahami rohani, tidak peka terhadap suara Tuhan, atau bahkan meragukan bimbingan-Nya dalam kebingungan kita. Tetapi ayat Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa ketika kita bersedia menanggapi panggilan Allah dengan hati yang sederhana dan penuh hormat, dan mempelajari sikap 「Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengarkan,」 Tuhan pasti akan mengungkapkan kehendak-Nya kepada kita pada waktu-Nya.
Renungkan:
1. Apakah Anda pernah merasa bingung ketika menghadapi panggilan atau rencana Tuhan? Inspirasi apa yang dibawakan ayat Alkitab hari ini kepada Anda?
2. Apakah Anda bersedia menjadi seperti Samuel, dengan hati yang sederhana dan taat, untuk belajar mendengarkan suara Tuhan dan berkata kepada-Nya, 「Berbicaralah, hamba-Mu ini mendengarkan !」
Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.