「Yunus turun sampai ke dasar terdalam」
Oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yunus 2:6 [TB2])
6 Ke dasar gunung-gunung aku turun,
tenggelam ke dasar bumi;
………pintunya terpalang di belakangku selama-lamanya.
Ketika itulah Engkau mengangkat
nyawaku dari dalam liang kubur,
………ya TUHAN, Allahku.
Tenggelam turunnya Yunus, mencapai klimaks di 2:6, tampaknya berpuncak pada tenggelam sampai ke dasar gunung-gunung, yang dalam pandangan dunia Semian merujuk pada dua pegunungan bawah tanah yang menopang bumi (Youngblood, Yunus, 109). Dalam Alkitab, ini biasanya merujuk pada pilar-pilar yang menopang bumi (1 Samuel 2:8; Ayub 9:6). Dalam doa Yunus, gunung-gunung ini disebutkan terletak di kedua sisi ambang Sheol (dunia orang mati), bagian dasarnya setara dengan pintu masuk ke kuburan. Turunnya Yunus ke dasar gunung-gunung ini melambangkan titik terjauh dari TUHAN dan merupakan kontras yang ekstrem dengan Bait Allah yang disebutkan dalam 2:4. Doa ini adalah mazmur yang sepenuhnya menurun, kebalikan dari mazmur-mazmur yang menaik dalam Kitab Mazmur.
Dasar gunung-gunung adalah gerbang dasar bumi, yang merujuk pada tempat pembuangan. Kata 「bumi」 dalam Perjanjian Lama biasanya merujuk pada tanah Kanaan, milik pusaka Israel yang berharga. Ironisnya, Yunus tidak memasuki tanah Kanaan di sini, melainkan memasuki tempat yang paling dekat dengan Sheol.
Frasa 「Ketika itulah Engkau mengangkat nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku」 adalah mazmur yang berdiri sendiri (monocolon), relatif jarang dalam puisi Ibrani, biasanya menandakan adanya transisi yang signifikan dalam mazmur ini. Tenggelam turunnya Yunus disela oleh ayat ini. Yunus menggambarkan dirinya seperti berada di dalam liang kubur; kata 「liang kubur」 menyiratkan pembusukan, menandakan keadaan pembusukan mayat (yaitu, kuburan atau Sheol/dunia orang mati). Oleh karena itu, ia mengakui kematiannya yang sudah dekat, tetapi TUHAN telah menyelamatkannya dari lubang maut, dari dunia bawah. TUHAN mengizinkan Yunus mengalami ambang kematian, sebagian untuk memberitahu dirinya konsekuensi dari tindakannya, dan sebagian lagi karena itu adalah jalan yang dipilih Yunus sendiri. Pembebasannya mungkin tampak bertentangan dengan keadilan Allah, tetapi itu menunjukkan kesabaran dan kasih karunia Allah. Tegangan tarikan antara keadilan dan kasih karunia anugerah inilah yang menjadi tema sentral kitab ini, dan berkaitan erat dengan keselamatan yang dialami oleh orang Kristen. Alkitab berkata, 「Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi」 (Ibrani 9:27). Dosa memang mengarah pada penghakiman, akhir penghakiman ini adalah maut. Namun, kasih karunia anugerah Allah membawa kita diselamatkan melalui Yesus Kristus. Semakin kita memahami kengerian kematian, semakin kita dapat menghargai betapa berharganya keselamatan.
Refleksi:
1. Sejak awal Yunus melarikan diri dari panggilan Allah, ia makin lama turun tenggelam semakin dalam, ke dasar laut, hingga mencapai dasar bumi. Ia merasakan kematian dan merasa sangat jauh dari Allah. Bahkan dalam keadaan seperti ini, Allah tetap menyelamatkan dirinya. Pernahkah Anda mengalami titik terendah dalam hidup Anda? Ketika Anda merasa putus asa, Tuhan tetap tidak meninggalkan Anda.
Renungan pemahaman Kitab Yunus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yunus ditulis oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee yang dipublikasi pada bulan Desember 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.