「Yunus diselamatkan」
Oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yunus 1:17-2:1 [TB2])
17 Atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus. Yunus tinggal di dalam perut ikan itu selama tiga hari tiga malam.
2:1 Yunus berdoa kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu …
Kasih karunia Allah kepada Yunus dinyatakan dengan memberikan Yunus kehidupan. Meskipun Yunus dilemparkan ke laut, Allah tidak meninggalkannya. Frasa 「Atas penentuan TUHAN」 juga muncul dalam 4:6-8. Dalam bahasa aslinya, 「penentuan」 adalah dalam bentuk kata kerja yang bersifat pengharapan (jussive), tetapi ketika subjeknya adalah atasan, kata itu seharusnya memiliki makna yang memerintah. Oleh karena itu, di sini, TUHAN memerintahkan seekor ikan besar untuk menelan Yunus, yang mengungkapkan otoritas Allah atas ciptaan alam. Sama seperti angin dan ombak di pasal pertama, bahkan kapal pun merupakan bejana yang digunakan Allah untuk melaksanakan kehendak-Nya. Ikan besar ini menjadi bejana kasih karunia Allah; ketidaktaatan Yunus seharusnya menyebabkan kehancuran, tetapi melalui kasih karunia anugerah Allah, hidupnya diselamatkan.
Ayat 1:17 mencatat bahwa Yunus berada di dalam perut ikan besar selama tiga hari tiga malam. Periode tiga hari tiga malam ini bertepatan dengan kebangkitan Yesus pada hari ketiga setelah kematian-Nya, dan Yesus sendiri menyebutkan bahwa kebangkitan-Nya menggemakan tiga hari tiga malam Yunus di dalam perut ikan (Matius 12:40). Lebih lanjut, beberapa ahli telah mengamati penggunaan tiga hari untuk perjalanan dalam banyak contoh Perjanjian Lama dan membandingkannya dengan penggunaan frasa yang sama dalam mitologi Sumeria; tiga hari tiga malam mungkin mewakili waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan ke alam maut (Shoel). (Youngblood, Jonah, 102)
Apa yang Yunus alami setelah ditelan ikan besar? Karena doanya tidak menyebutkan ikan, meskipun ia tetap sadar saat ditelan, rasa takut mungkin membuatnya pingsan. Ketika akhirnya ia sadar kembali, dikelilingi kegelapan total, ia mungkin awalnya mengira tempat itu adalah Sheol. Seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa tempat itu bukanlah tempat keputusasaan, melainkan rasa aman yang unik dan misterius.
Perlu dicatat bahwa kata 「ikan besar」 dalam 2:1 bersifat feminin, tetapi dalam 1:17 bersifat maskulin. Perubahan ini mungkin terjadi karena penulis ingin menghubungkan ikan besar dengan kapal (yang feminin), keduanya merupakan bejana yang digunakan Allah untuk menyelamatkan Yunus dari penghakiman. Kemungkinan lain adalah bahwa kata ini menghubungkan ikan besar dengan alam maut (Sheol, yang juga feminin).
Refleksi:
1. Sepanjang pengejaran Allah terhadap Yunus, Dia secara konsisten menunjukkan bahwa Dia adalah Allah yang Mahakuasa, dan segala sesuatu berada dalam kendali-Nya. Kekuasaan-Nya atas ciptaan-Nya menunjukkan kedaulatan-Nya yang mutlak. Ketika kita tahu bahwa Tuhan memegang kendali, kita dapat menghadapi peristiwa yang menimpa kita dengan tenang. Apakah Anda sedang menghadapi situasi sulit? Apakah Anda percaya bahwa Tuhan memegang kendali dalam hal-hal ini?
2. Meskipun narasinya tidak membahas pengalaman Yunus setelah dilemparkan ke laut, kita dapat menyimpulkan dari doa-doanya bahwa awalnya ia percaya bahwa ia berada di alam maut, tetapi kemudian menyadari bahwa ia tetap aman. Doa-doanya dipanjatkan setelah ia yakin ia aman. Hal ini menunjukkan adanya perubahan dalam perjalanan rohaninya, yang menunjukkan kuasa kasih karunia Allah yang mengubah hidup. Sudahkah Anda mengalami kasih karunia anugerah Allah bagi Anda? Bagaimana kasih karunia itu mengubah hidup Anda?
Renungan pemahaman Kitab Yunus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yunus ditulis oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee yang dipublikasi pada bulan Desember 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.