Yunus 1:3

「Memberontak terhadap panggilan」

Oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yunus 1:3 [TB2])
3 Tetapi, Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. Ia pergi ke Yafo dan mendapati di sana sebuah kapal yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN

Ayat pertama dan kedua tampaknya merupakan narasi yang familiar tentang panggilan seorang nabi, tetapi mulai dari ayat ketiga, kita melihat bahwa respons nabi Yunus terhadap panggilan ini bersifat negatif. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam Alkitab; nabi adalah juru bicara Allah. Ulangan 18:18 menyebutkan bahwa para nabi diangkat oleh Allah, dan tugas mereka adalah menyampaikan firman yang telah Allah berikan kepada mereka untuk diteruskan kepada umat-Nya. Dalam Yeremia 1:5, 7-9, Yeremia juga menyebutkan bahwa Allah telah mengangkatnya sebagai nabi sebelum ia lahir; Allah mempersiapkannya untuk dengan berani mewartakan dan dengan firman-Nya sendiri memenuhi mulutnya. Namun, reaksi Yunus menunjukkan bahwa ia bukanlah nabi biasa.

Dalam panggilan Allah kepada Yunus Pergilah segera ke Niniwe, kota yang besar itu, serukanlah peringatan terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku, digunakan kata bangun/arise (קוּם qūm, TB2 menerjemahkan sebagai pergilah), Yunus juga menggunakan kata yang sama (קוּם qūm) ketika melarikan diri dari panggilan TUHAN, hanya saja ia pergi ke arah yang berbeda. (Bandingkan ITL Bangunlah engkau, pergilah ke Niniwe, negeri besar itu … Tetapi bangunlah Yunus hendak lari ke Tarsis dari hadapan hadirat Tuhan …). Niniwe adalah kota penting di Asyur pada masa itu, terletak di sebelah timur Israel, sementara Tarsis kemungkinan besar terletak di Spanyol selatan modern, yaitu di sebelah barat Israel. Perbedaan arah ini mencerminkan respons Yunus yang sepenuhnya berlawanan terhadap panggilan Allah, yang menekankan pembangkangan sang nabi yang nyata terhadap panggilan TUHAN.

Yunus bangkit dan melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. Kata melarikan diri dalam bahasa asli (לִ·בְרֹ֣חַ liv·ro·ach to flee) adalah infinitif (kata kerja bentuk infinitive adalah tanpa subjek, tense, atau aspek yang spesifik), kemungkinan menekankan tujuan Yunus. Oleh karena itu, tujuan Yunus melarikan diri ke arah barat menuju Tarsis justru untuk melarikan diri dari TUHAN. Apakah Yunus benar-benar percaya bahwa ia dapat melarikan diri dari TUHAN? Sebagai seorang nabi Allah, ia pasti telah mengetahui sifat-sifat Allah; apakah ia tidak tahu bahwa Allah Maha Hadir? Di sepanjang kitab ini, kita melihat Yunus secara konsisten mementingkan diri sendiri, termasuk dalam peristiwa melarikan diri dari Allah ini. Dari sudut pandangnya, ia berpikir ia dapat melarikan diri dari Allah hanya dengan pergi ke arah yang berlawanan, tetapi ternyata tidak demikian. Sebaliknya, Allah, melalui serangkaian peristiwa, mengungkapkan pengajaran dan kesabaran-Nya terhadap Yunus.

Sampai di sini, pembaca mungkin bertanya: apa yang membuat nabi ini lari dari Allah? Namun, pertanyaan ini tetap tak terjawab dalam kitab ini hingga awal pasal empat, ketika ia akhirnya mengungkapkannya kepada Allah.

Dalam pelariannya dari Allah, Yunus menggunakan caranya sendiri: ia bertemu sebuah kapal, menaikinya, dan pergi ke Tarsis bersama orang-orang di dalamnya. Penggunaan kata kapal yang berulang-ulang ini terhubung dengan adegan berikutnya. Lokasi penting dalam paragraf-paragraf berikutnya adalah di atas kapal.

Refleksi:
1. Banyak orang, setelah membaca kitab Yunus, hanya mengingat ketidaktaatan Yunus dan mengidentifikasikan diri kita setuju dengannya. Sikap setuju ini mencerminkan sifat berdosa dan kelemahan manusia, tetapi juga dapat mendorong kita untuk meniru tindakannya. Ketidaktaatan Yunus terhadap panggilan Allah bukannya tanpa konsekuensi, sebagaimana ditunjukkan dalam pengalaman-pengalamannya selanjutnya. Oleh karena itu, ketika kita menghadapi kelemahan kita, kita hendaknya tidak sekadar melihatnya sebagai ekspresi sifat manusia atau sebagai tanda kebenaran manusiawi. Kenyataannya, kelemahan-kelemahan itu adalah manifestasi dosa kita di hadapan Allah, yang menuntut pertobatan yang sungguh-sungguh.

2. Pelarian Yunus sia-sia, karena Allah tidak menghilang karena pelarian kita. Dia bukanlah energi penopang, juga bukan eksistensi yang hanya ada jika kita percaya, tidak ada jika kita tidak percaya; Dia adalah Allah yang sejati, Ia tidak berubah berdasarkan perasaan subjektif kita. Apakah Anda mengalami saat-saat ketika Anda mencoba melarikan diri dari Allah? Mengapa?


Renungan pemahaman Kitab Yunus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yunus ditulis oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee yang dipublikasi pada bulan Desember 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.