「Tahu Rahmat, Ingat Rahmat, Tahu Berterima Kasih」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Hos. 2:2-13 [ITB])
2 “Adukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan isteri-Ku, dan Aku ini bukan suaminya; biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya, dan zinahnya dari antara buah dadanya, 3 supaya jangan Aku menanggalkan pakaiannya sampai dia telanjang, dan membiarkan dia seperti pada hari dia dilahirkan, membuat dia seperti padang gurun, dan membuat dia seperti tanah kering, lalu membiarkan dia mati kehausan.
4 Tentang anak-anaknya, Aku tidak menyayangi mereka, sebab mereka adalah anak-anak sundal. 5 Sebab ibu mereka telah menjadi sundal; dia yang mengandung mereka telah berlaku tidak senonoh. Sebab dia berkata: 「Aku mau mengikuti para kekasihku, yang memberi roti dan air minumku, bulu domba dan kain lenanku, minyak dan minumanku.」
6 Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri, dan mendirikan pagar tembok mengurung dia, sehingga dia tidak dapat menemui jalannya. 7 Dia akan mengejar para kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: 「Aku akan pulang kembali kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang.」
8 Tetapi dia tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas yang dibuat mereka menjadi patung Baal. 9 Sebab itu Aku akan mengambil kembali gandum-Ku pada masanya dan anggur-Ku pada musimnya, dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Ku yang harus menutupi auratnya. 10 Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorang pun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku.
11 Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya. 12 Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: 「Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku!」 Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis. 13 Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku,” demikianlah firman TUHAN.
Nabi Hosea sebelumnya (1:10-2:1) telah menunjukkan bahwa Allah adil dan benar itu adalah pengasih. Namun, Allah yang pengasih ini juga akan melaksanakan penghakiman kebenaran (2:2-13). Penghakiman Allah juga akan menimpa anak-anak Israel yang berdosa. 「Aku tidak menyayangi mereka, sebab mereka adalah anak-anak sundal」 (ayat 4). 「Anak-anak sundal」 (ayat 4b) dapat mengandung tiga makna: 1. Hosea bukan ayah mereka; 2. Anak-anak itu sendiri terlibat dalam percabulan; 3. Anak-anak ternodai oleh percabulan ibu mereka. Makna ketiga lebih kontekstual, yaitu, perilaku ibu (ayat 5) juga berimbas kepada anak-anak ikut kena getahnya. Ada pepatah: 「Tidak ada satu orang yang merupakan pulau terisolasi. Setiap orang adalah bagian kecil dari daratan benua. Mereka terhubung satu sama lain dan saling mempengaruhi.」 Akan berdosa dan berimbas orang Israel ikut kena getah (lih. Yosua 7). Demikian pula, Gomer yang tidak terikat kendali juga membuat anak-anaknya ikut kena imbas.
Nabi Hosea menggunakan bentuk proses pengadilan di gerbang kota untuk menunjukkan bagaimana Israel lupa budi, tragedi bahwa mereka mengakui penjahat sebagai bapa. Dalam gugatan ini, istri yang terdakwa, adalah melambangkan Israel. Suami yang mengajukan gugatan mewakili TUHAN, Allah. Penuduh tidak berbicara langsung dengan terdakwa, tetapi mengajukan kesalahan terdakwa kepada pengadilan, meminta anak-anak, yakni umat Israel yang masih setia kepada TUHAN, untuk mengugat ibu mereka, yakni umat Israel yang murtad (lihat Hos. 2:2a). Isi dari gugatan itu sederhana dan jelas, yaitu 「dia bukan istriku, dan aku bukan suaminya」 (Hos. 2:2b). Tujuan penggugat bukan untuk menceraikan atau memutuskan hubungan antara suami dan istri, tetapi untuk meminta istrinya agar menjauh dari percabulan dan tidak lagi menjadi pelacur, sehingga mereka berdua akhirnya bisa bersatu kembali. Sang suami berharap bahwa pernikahan dapat dipulihkan, hubungan antara suami dan istri adalah seperti hari dahulu penuh kasih sayang (lih. 2:14-15). Allah selalu mengharapkan umat-Nya untuk kembali ke dalam pelukan-Nya.
Sebenarnya di mana masalah Israel, kejahatan apa yang telah dilakukan? Nabi Hosea menunjukkan bahwa mereka melakukan kesalahan ganda. Pertama-tama, semua berkat panen yang melimpah, yaitu, semua kebutuhan hidup, seperti gandum untuk bahan makanan, anggur, air untuk irigasi atau minum, kain bulu domba dan kain lenan untuk membuat diri hangat atau pakaian, dan minyak zaitun untuk upacara agama (ayat 5) dipandang merupakan berkat pemberian Baal dewa reproduksi agama Kanaan, bukan Tuhan Allah yang menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir. Mereka tidak tahu (ayat 8) dan lupa (ayat 13) bahwa semua berkat datang dari TUHAN Allah yang mengasihi mereka. Singkatnya, mereka tidak tahu berterima kasih, mengkhianati kesetiaan dan mengakui pencuri sebagai bapa mereka. Kedua, kejahatan mereka adalah serakah memuaskan nafsu diri, penerima berkat yang melakukan perampasan paksa; mereka bahkan lebih buruk daripada pelacur, karena pelacur menunggu pengunjung datang, tetapi mereka secara aktif mengejar orang yang dicintai. Mereka penuh serakah, bersemangat, antusias untuk mengikuti dan menyembah Baal.
Hosea empat kali menggunakan 「milikku」, gandum-Ku, anggur-Ku, kain bulu domba dan kain lenan-Ku (ayat 5, 9) untuk menekankan bahwa semua berkat yang dimiliki orang Israel datang dari TUHAN Allah. Orang Israel begitu pelupa sehingga semua rahmat yang mereka terima itu mereka kaitkan dengan berhala yang mereka sembah. Singkatnya, Israel adalah orang yang tidak tahu rahmat, tidak ingat rahmat, dan bahkan terlebih tidak tahu berterima kasih, berkhianat. Bagaimana bisa Allah diam dan mengabaikannya? Oleh karena itu, Dia akan mengambil kembali semua berkat dari umat milik-Nya dan membuat mereka malu di depan berhala yang mereka kasihi (lih. ayat 9-12). Pada akhirnya, kembali ke bentuk semula dan kembali ke situasi tragis tanpa apa-apa.
Renungkan:
Surat Yakobus mengingatkan kita bahwa 「Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.」 (Yak. 1:17). Berdoa kiranya Tuhan berbelas kasih kemurahan agar kita menjadi orang percaya yang ingat untuk tahu rahmat, mengingat rahmat, dan tahu berterima kasih.
Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Kristen.