「Kiranya Yang Maha Kuasa menjawabku」
Oleh Lu Zhuo An (呂焯安)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ayub 29:1-30:31 [ITB])
29:1 Maka Ayub melanjutkan uraiannya:
2 「Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku,3 ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap;4 seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;5 ketika Yang Mahakuasa masih beserta aku, dan anak-anakku ada di sekelilingku;6 ketika langkah-langkahku bermandikan dadih, dan gunung batu mengalirkan sungai minyak di dekatku.
7 Apabila aku keluar ke pintu gerbang kota, dan menyediakan tempat dudukku di tengah-tengah lapangan,8 maka ketika aku kelihatan, mundurlah orang-orang muda dan bangkitlah orang-orang yang sudah lanjut umurnya, lalu tinggal berdiri;9 para pembesar berhenti bicara, dan menutup mulut mereka dengan tangan;10 suara para pemuka membisu, dan lidah mereka melekat pada langit-langitnya;11 apabila telinga mendengar tentang aku, maka aku disebut berbahagia; dan apabila mata melihat, maka aku dipuji.
12 Karena aku menyelamatkan orang sengsara yang berteriak minta tolong, juga anak piatu yang tidak ada penolongnya;13 aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, dan hati seorang janda kubuat bersukaria;14 aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban;15 aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh;16 aku menjadi bapa bagi orang miskin, dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki.17 Geraham orang curang kuremuk, dan merebut mangsanya dari giginya.
18 Pikirku: Bersama-sama dengan sarangku aku akan binasa, dan memperbanyak hari-hariku seperti burung feniks.
19 Akarku mencapai air, dan embun bermalam di atas ranting-rantingku.20 Kemuliaanku selalu baru padaku, dan busurku kuat kembali di tanganku.21 Kepadakulah orang mendengar sambil menanti, dengan diam mereka mendengarkan nasihatku.22 Sehabis bicaraku tiada seorangpun angkat bicara lagi, dan perkataanku menetes ke atas mereka.23 Orang menantikan aku seperti menantikan hujan, dan menadahkan mulutnya seperti menadah hujan pada akhir musim.
24 Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka.
25 Aku menentukan jalan mereka dan duduk sebagai pemimpin; aku bersemayam seperti raja di tengah-tengah rakyat, seperti seorang yang menghibur mereka yang berkabung.」
30:1 「Tetapi sekarang aku ditertawakan mereka, yang umurnya lebih muda dari padaku, yang ayah-ayahnya kupandang terlalu hina untuk ditempatkan bersama-sama dengan anjing penjaga kambing dombaku.
2 Lagipula, apakah gunanya bagiku kekuatan tangan mereka? Mereka sudah kehabisan tenaga,3 mereka merana karena kekurangan dan kelaparan, mengerumit tanah yang kering, belukar di gurun dan padang belantara;4 mereka memetik gelang laut dari antara semak-semak, dan akar pohon arar menjadi makanan mereka.
5 Mereka diusir dari pergaulan hidup, dan orang berteriak-teriak terhadap mereka seperti terhadap pencuri.
6 Di lembah-lembah yang mengerikan mereka harus diam, di dalam celah-celah tanah dan sela-sela gunung;7 di antara semak-semak mereka meraung-raung, mereka berkelompok di bawah jeruju;8 mereka itulah orang-orang bebal yang tak dikenal, yang didepak dari negeri.
9 Tetapi sekarang aku menjadi sajak sindiran dan ejekan mereka.10 Mereka mengejikan aku, menjauhkan diri dari padaku, mereka tidak menahan diri meludahi mukaku,11 karena tali kemahku telah dilepaskan Allah dan aku direndahkan-Nya, dan mereka tidak mengekang diri terhadap aku.
12 Di sebelah kananku muncul gerombolan, dikaitnya kakiku, dan dirintisnya jalan kebinasaan terhadap aku;13 mereka membongkar jalanku dan mengusahakan kejatuhanku; tidak ada yang menghalang-halangi mereka.
14 Seperti melalui tembok yang terbelah lebar mereka menyerbu, mereka datang bergelombang di tengah-tengah keruntuhan.
15 Kedahsyatan ditimpakan kepadaku; kemuliaanku diterbangkan seperti oleh angin, dan bahagiaku melayang hilang seperti awan.
16 Oleh sebab itu jiwaku hancur dalam diriku; hari-hari kesengsaraan mencekam aku.
17 Pada waktu malam tulang-tulangku seperti digerogoti, dan rasa nyeri yang menusuk tak kunjung berhenti.
18 Oleh kekerasan yang tak terlawan koyaklah pakaianku dan menggelambir sekelilingku seperti kemeja.
19 Ia telah menghempaskan aku ke dalam lumpur, dan aku sudah menyerupai debu dan abu.
20 Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku.
21 Engkau menjadi kejam terhadap aku, Engkau memusuhi aku dengan kekuatan tangan-Mu.
22 Engkau mengangkat aku ke atas angin, melayangkan aku dan menghancurkan aku di dalam angin ribut.
23 Ya, aku tahu: Engkau membawa aku kepada maut, ke tempat segala yang hidup dihimpunkan.
24 Sesungguhnya, masakan orang tidak akan mengulurkan tangannya kepada yang rebah, jikalau ia dalam kecelakaannya tidak ada penolongnya?
25 Bukankah aku menangis karena orang yang mengalami hari kesukaran? Bukankah susah hatiku karena orang miskin?
26 Tetapi, ketika aku mengharapkan yang baik, maka kejahatanlah yang datang; ketika aku menantikan terang, maka kegelapanlah yang datang.
27 Batinku bergelora dan tak kunjung diam, hari-hari kesengsaraan telah melanda diriku.
28 Dengan sedih, dengan tidak terhibur, aku berkeliaran; aku berdiri di tengah-tengah jemaah sambil berteriak minta tolong.
29 Aku telah menjadi saudara bagi serigala, dan kawan bagi burung unta.
30 Kulitku menjadi hitam dan mengelupas dari tubuhku, tulang-tulangku mengering karena demam;31 permainan kecapiku menjadi ratapan, dan tiupan serulingku menyerupai suara orang menangis.」
Ayat Kunci: 「aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban」 (Ayub 29:14)
Pidato panjang dari pasal 29 – 31 ini merupakan pembelaan Ayub atas ketidakbersalahannya. Sebelum berdialog dengan ketiga temannya, Ayub mengadakan monolog (pasal tiga). Kini dia juga menulis monolog untuk merangkum percakapannya dengan teman-temannya. Dalam ketiga pasal ini, Ayub merindukan masa lalunya yang tidak bercacat (pasal 29); dia sedih dengan kesulitannya saat ini (pasal 30); dan dia menegaskan kembali bahwa dia tidak bersalah (pasal 31). Seluruh pidatonya seperti argumen penutup di pengadilan, namun ketiga temannya tidak disebutkan sama sekali. Hari ini mari kita terlebih dahulu merenungkan pasal 29 sampai 30.
Pasal 29 adalah catatan Ayub mengenai integritasnya di masa lalu. Struktur pasal ini adalah contoh klasik paralelisme:
Berkat (ayat 2-6)
Kehormatan (ayat 7-11)
Perbuatan baik Ayub (ayat 12-17)
Kehormatan (ayat 18-20)
Berkat (ayat 21-25)
Keseluruhan pidato mencapai klimaksnya di bagian tengah, dan bagian tengah yakni ayat 14 「aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban」dapat dikatakan sebagai ayat utama, menegaskan perbuatan baik Ayub untuk mengimbangi tuduhan tidak masuk akal dari teman-temannya. Pasal ini juga dapat dibagi menjadi dua bagian: ayat 1-11 menggambarkan harapan untuk kembali ke masa lalu, sedangkan ayat 12-25 menjelaskan mengapa Ayub menikmati hari-hari itu. Karena pada ayat 2-5 Ayub pertama kali menyebutkan berkat yang diterimanya, maka terlihat betapa indahnya persekutuannya dengan Allah. Susu dan minyak (ayat 6) melambangkan kelimpahan. Gunung batu di ayat 6 mungkin mengacu pada alat yang digunakan untuk memeras buah zaitun menjadi minyak. Dahulu Ayub menolong orang yang tertindas dan menghukum para penindas (ayat 17). Ia juga menyemangati dan menghibur mereka yang membutuhkan (ayat 24-25), ia bukan seperti tuduhan palsu dari teman-temannya.
Pasal 29 berbicara tentang apa yang Allah berikan kepada Ayub di masa lalu; pasal 30 berbicara tentang apa yang Allah ambil kembali (lihat 1:21). Kini, Ayub berada dalam kesulitan yang besar: ia tidak dihormati (ayat 1-15); diabaikan (ayat 16-23); dan ia memohon pertolongan (ayat 24-31). Di masa lalu, Ayub menikmati kehormatan terbesar. Namun kini, ia mendapat hinaan dari orang-orang hina (ayat 1-15; lih. 29:8, 21-25).
Renungkan:
Ada kegembiraan dalam hidup, tetapi ada juga air mata. Bisakah Anda menerimanya? Tuliskan kunci penting yang Anda gunakan untuk menerima 「keberuntungan dan ketidakberuntungan」 dalam hidup Anda.
Renungan pemahaman Kitab Ayub
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ayub ditulis oleh Lu Zhuo An (呂焯安) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.