「Semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam!」
Oleh Lu Zhuo An (呂焯安)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ayub 23:1-24:25 [ITB])
23:1 Tetapi Ayub menjawab:
2 「Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh.
3 Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam.4 Maka akan kupaparkan perkaraku di hadapan-Nya, dan kupenuhi mulutku dengan kata-kata pembelaan.5 Maka aku akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan-Nya kepadaku dan aku akan mengerti, apa yang difirmankan-Nya kepadaku.
6 Sudikah Ia mengadakan perkara dengan aku dalam kemahakuasaan-Nya? Tidak, Ia akan menaruh perhatian kepadaku.7 Orang jujurlah yang akan membela diri di hadapan-Nya, dan aku akan bebas dari Hakimku untuk selama-lamanya.
8 Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia;9 di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia.10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.11 Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.12 Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.
13 Tetapi Ia tidak pernah berubah–siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga.14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya.
15 Itulah sebabnya hatiku gemetar menghadapi Dia, kalau semuanya itu kubayangkan, maka aku ketakutan terhadap Dia.16 Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar;17 sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita.」
24:1 「Mengapa Yang Mahakuasa tidak mencadangkan masa penghukuman dan mereka yang mengenal Dia tidak melihat hari pengadilan-Nya?
2 Ada orang yang menggeser batas tanah, yang merampas kawanan ternak, lalu menggembalakannya.3 Keledai kepunyaan yatim piatu dilarikannya, dan lembu betina kepunyaan seorang janda diterimanya sebagai gadai,4 orang miskin didorongnya dari jalan, orang sengsara di dalam negeri terpaksa bersembunyi semuanya.
5 Sesungguhnya, seperti keledai liar di padang gurun mereka keluar untuk bekerja mencari apa-apa di padang belantara sebagai makanan bagi anak-anak mereka.6 Di ladang mereka mengambil makanan hewan, dan kebun anggur, milik orang fasik, dipetiki buahnya yang ketinggalan.7 Dengan telanjang mereka bermalam, karena tidak ada pakaian, dan mereka tidak mempunyai selimut pada waktu dingin;8 oleh hujan lebat di pegunungan mereka basah kuyup, dan karena tidak ada tempat berlindung, mereka mengimpitkan badannya pada gunung batu.
9 Ada yang merebut anak piatu dari susu ibunya dan menerima bayi orang miskin sebagai gadai.10 Dengan telanjang mereka berkeliaran, karena tidak ada pakaian, dan dengan kelaparan mereka memikul berkas-berkas gandum;11 di antara dua petak kebun mereka membuat minyak, mereka menginjak-injak tempat pengirikan sambil kehausan.12 Dari dalam kota terdengar rintihan orang-orang yang hampir mati dan jeritan orang-orang yang menderita luka, tetapi Allah tidak mengindahkan doa mereka.
13 Ada lagi golongan yang memusuhi terang, yang tidak mengenal jalannya dan tidak tetap tinggal pada lintasannya.14 Pada parak siang bersiaplah si pembunuh, orang sengsara dan miskin dibunuhnya, dan waktu malam ia berlaku seperti pencuri.15 Orang yang berzinah menunggu senja, pikirnya: 『Jangan seorangpun melihat aku;』 lalu dikenakannya tudung muka.16 Di dalam gelap mereka membongkar rumah, pada siang hari mereka bersembunyi; mereka tidak kenal terang,17 karena kegelapan adalah pagi hari bagi mereka sekalian, dan mereka sudah biasa dengan kedahsyatan kegelapan.18 Mereka hanyut di permukaan air, bagian mereka terkutuk di bumi; mereka tidak lagi pergi ke kebun anggur mereka.
19 Air salju dihabiskan oleh kemarau dan panas, demikian juga dilakukan dunia orang mati terhadap mereka yang berbuat dosa.20 Rahim ibu melupakan dia, berenga mengerumitnya, ia tidak diingat lagi: kecurangan dipatahkan seperti pohon kayu.21 Ia menjarahi perempuan mandul, yang tidak beranak, dan tidak berbuat baik terhadap seorang janda,22 bahkan menyeret orang-orang perkasa dengan kekuatannya; ia bangun kembali, tetapi hidupnya tidak terjamin.23 Allah memberinya keamanan yang menjadi sandarannya, dan mengawasi jalan-jalannya.
24 Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.
25 Jikalau tidak demikian halnya, siapa berani menyanggah aku dan meniadakan perkataanku?」
Ayat Kunci: 「Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas」 (Ayub 23:10)
Pasal 23 dan 24 merupakan tanggapan ketiga Ayub terhadap pidato Elifas. Namun Ayub untuk sementara mengabaikan tuduhan Elifas yang tidak masuk akal, di kedua pasal ini Ayub hanya menyatakan apa yang dia yakini sebagai ketidakadilan dan ketidakbenaran Allah.
Ayub mengakui bahwa seruannya merupakan pemberontakan terhadap Allah (ayat 2a), namun Ayub tetap tidak putus asa: bahwa ia akan mempunyai kesempatan untuk mengajukan kasusnya di hadapan Allah sebelum ia meninggal (23:1-7; lih. 9:14-16). Namun, ke mana pun Ayub berpaling, dia tidak dapat menemukan Allah. Ayat 10 「Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas,」 memiliki arti Allah tahu aku tidak bersalah, jadi Dia menolak pernyataanku, karena begitu Dia mendengar kasusku, Dia harus mengakui ketidakadilan-Nya. Ayub akan dianggap emas murni (Lihat 22:25). ia memiliki pengharapan ini karena ia menyadari bahwa dirinya tidak bersalah (23:8-12) dan selama ini ia menjalani kehidupan yang setia di hadapan Allah.
Ayub merasa frustrasi dengan kuasa Allah yang tidak dapat ditolak dan tindakan-Nya yang tidak dapat dimengerti (23:13-24:17). Meskipun ia merasa takut dan gemetar (23:13-17), ia tetap memutuskan untuk mempertanyakan Allah. Ayub tidak mengerti mengapa Allah tidak mengadili (24:1-12). Ada tiga bidang dosa yang disebutkan secara khusus di sini: memindahkan batas wilayah, menduduki tanah orang lain, merampas ternak dan domba orang lain, dan menganiaya orang lemah. Ayub tidak mengerti mengapa Allah mengabaikan orang-orang yang melakukan dosa-dosa tersebut dan tidak menghukum mereka, tetapi justru menjatuhkan hukuman yang sangat berat terhadap dirinya.
Beberapa ayat terakhir tampaknya mencerminkan iman Ayub (24:18-25), yang berarti bahwa Allah pada akhirnya akan menghakimi manusia. Namun mengapa Allah tidak segera melaksanakan penghakiman? Di sinilah Ayub bingung.
Hari ini, dibandingkan Ayub, meskipun kita memiliki lebih banyak wahyu Allah, kita masih harus mengakui bahwa sulit untuk memahami sepenuhnya tindakan Allah.
Mengapa Allah melakukan ini kepada satu orang dan mempunyai pengaturan yang berbeda untuk orang lain? Semua hal ini tidak dapat sepenuhnya dipahami oleh manusia kita yang terbatas, dan hikmat Allah tidak dapat dipahami dengan logika sederhana manusia.
O, alangkah dalamnya ──
1. Kekayaan hikmah dan pengetahuan Allah!
2. Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya,
3. sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
3′ Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?
2′ Siapa yang pernah menjadi penasihat-Nya?
1′ Siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?Sebab segala sesuatu
………… dari dia,
……………….. oleh pada Dia,
……………………… kepada dia.
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin. (Roma11:33-36)
Renungkan:
Memikirkan keterbatasan manusia, apakah membantu Anda agar 「tidak lagi merasa Allah tidak adil membiarkan mereka yang berbuat jahat」? Tuliskan sesuatu yang secara pribadi Anda ragukan tentang tindakan Allah, dan kemudian, seperti Ayub, beritahukan kepada Allah tentang hal itu.
Renungan pemahaman Kitab Ayub
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ayub ditulis oleh Lu Zhuo An (呂焯安) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.