「Allah itu maha besar, kita tidak bisa mengetahui segalanya」
Oleh Lu Zhuo An (呂焯安)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ayub 36:1-37:24 [ITB])
36:1 Berkatalah Elihu selanjutnya:
2 「Bersabarlah sebentar, aku akan mengajar engkau, karena masih ada yang hendak kukatakan demi Allah.
3 Aku akan meraih pengetahuanku dari jauh dan membenarkan Pembuatku;4 karena sungguh-sungguh, bukan dusta perkataanku, seorang yang sempurna pengetahuannya menghadapi engkau.
5 Ketahuilah, Allah itu perkasa, namun tidak memandang hina apapun, Ia perkasa dalam kekuatan akal budi.
6 Ia tidak membiarkan orang fasik hidup, tetapi memberi keadilan kepada orang-orang sengsara;7 Ia tidak mengalihkan pandangan mata-Nya dari orang benar, tetapi menempatkan mereka untuk selama-lamanya di samping raja-raja di atas takhta, sehingga mereka tinggi martabatnya.
8 Jikalau mereka dibelenggu dengan rantai, tertangkap dalam tali kesengsaraan,9 maka Ia memperingatkan mereka kepada perbuatan mereka, dan kepada pelanggaran mereka, karena mereka berlaku congkak,10 dan ia membukakan telinga mereka bagi ajaran, dan menyuruh mereka berbalik dari kejahatan.
11 Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka.
12 Tetapi, jikalau mereka tidak mendengar, maka mereka akan mati oleh lembing, dan binasa dalam kebebalan.
13 Orang-orang yang fasik hatinya menyimpan kemarahan; mereka tidak berteriak minta tolong, kalau mereka dibelenggu-Nya;14 nyawa mereka binasa di masa muda, dan hidup mereka berakhir sebelum saatnya.
15 Dengan sengsara Ia menyelamatkan orang sengsara, dengan penindasan Ia membuka telinga mereka.
16 Juga engkau dibujuk-Nya keluar dari dalam kesesakan, ke tempat yang luas, bebas dari tekanan, ke meja hidanganmu yang tenang dan penuh lemak.
17 Tetapi engkau sudah mendapat hukuman orang fasik sepenuhnya, engkau dicengkeram hukuman dan keadilan;18 janganlah panas hati membujuk engkau berolok-olok, janganlah besarnya tebusan menyesatkan engkau.
19 Dapatkah teriakanmu meluputkan engkau dari kesesakan, ataukah seluruh kekuatan jerih payahmu?
20 Janganlah merindukan malam hari, waktu bangsa-bangsa pergi dari tempatnya.
21 Jagalah dirimu, janganlah berpaling kepada kejahatan, karena itulah sebabnya engkau dicobai oleh sengsara.
22 Sesungguhnya, Allah itu mulia di dalam kekuasaan-Nya; siapakah guru seperti Dia?
23 Siapakah akan menentukan jalan bagi-Nya, dan siapa berani berkata: 『Engkau telah berbuat curang?』
24 Ingatlah, bahwa engkau harus menjunjung tinggi perbuatan-Nya, yang selalu dinyanyikan oleh manusia.
25 Semua orang melihatnya, manusia memandangnya dari jauh.
26 Sesungguhnya, Allah itu besar, tidak tercapai oleh pengetahuan kita, jumlah tahun-Nya tidak dapat diselidiki.
27 Ia menarik ke atas titik-titik air, dan memekatkan kabut menjadi hujan,28 yang dicurahkan oleh mendung, dan disiramkan ke atas banyak manusia.
29 Siapa mengerti berkembangnya awan, dan bunyi gemuruh di tempat kediaman-Nya?
30 Sesungguhnya, Ia mengembangkan terang-Nya di sekeliling-Nya, dan menudungi dasar laut.
31 Karena dengan semuanya itu Ia mengadili bangsa-bangsa, dan juga memberi makan dengan berlimpah-limpah.
32 Kedua tangan-Nya diselubungi-Nya dengan kilat petir dan menyuruhnya menyambar sasaran.
33 Pekik perang-Nya memberitakan kedatangan-Nya, kalau dengan murka Ia berjuang melawan kecurangan.」
37:1 「Sungguh, oleh karena itu hatiku berdebar-debar dan melonjak dari tempatnya.
2 Dengar, dengarlah gegap gempita suara-Nya, guruh yang keluar dari dalam mulut-Nya.
3 Ia melepaskannya ke seluruh kolong langit, dan juga kilat petir-Nya ke ujung-ujung bumi.
4 Kemudian suara-Nya menderu, Ia mengguntur dengan suara-Nya yang megah; Ia tidak menahan kilat petir, bila suara-Nya kedengaran.
5 Allah mengguntur dengan suara-Nya yang mengagumkan; Ia melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai oleh pengetahuan kita;6 karena kepada salju Ia berfirman: 『Jatuhlah ke bumi,』 dan kepada hujan lebat dan hujan deras: 『Jadilah deras!』
7 Tangan setiap manusia diikat-Nya dengan dibubuhi meterai, agar semua orang mengetahui perbuatan-Nya.
8 Maka binatang liar masuk ke dalam tempat persembunyiannya dan tinggal dalam sarangnya.
9 Taufan keluar dari dalam perbendaharaan, dan hawa dingin dari sebelah utara.
10 Oleh nafas Allah terjadilah es, dan permukaan air yang luas membeku.
11 Awanpun dimuati-Nya dengan air, dan awan memencarkan kilat-Nya,12 lalu kilat-Nya menyambar-nyambar ke seluruh penjuru menurut pimpinan-Nya untuk melakukan di permukaan bumi segala yang diperintahkan-Nya.
13 Ia membuatnya mencapai tujuannya, baik untuk menjadi pentung bagi isi bumi-Nya maupun untuk menyatakan kasih setia.
14 Berilah telinga kepada semuanya itu, hai Ayub, diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.
15 Tahukah engkau, bagaimana Allah memberi tugas kepadanya, dan menyinarkan cahaya dari awan-Nya?
16 Tahukah engkau tentang melayangnya awan-awan, tentang keajaiban-keajaiban dari Yang Mahatahu,17 hai engkau, yang pakaiannya menjadi panas, jika bumi terdiam karena panasnya angin selatan?
18 Dapatkah engkau seperti Dia menyusun awan menjadi cakrawala, keras seperti cermin tuangan?
19 Beritahukanlah kepada kami apa yang harus kami katakan kepada-Nya: tak ada yang dapat kami paparkan oleh karena kegelapan.
20 Apakah akan diberitahukan kepada-Nya, bahwa aku akan bicara? Pernahkah orang berkata, bahwa ia ingin dibinasakan?
21 Seketika terang tidak terlihat, karena digelapkan mendung; lalu angin berembus, maka bersihlah cuaca.
22 Dari sebelah utara muncul sinar keemasan; Allah diliputi oleh keagungan yang dahsyat.
23 Yang Mahakuasa, yang tidak dapat kita pahami, besar kekuasaan dan keadilan-Nya; walaupun kaya akan kebenaran Ia tidak menindasnya.
24 Itulah sebabnya Ia ditakuti orang; setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya.」
Ayat Kunci: 「Yang Mahakuasa, yang tidak dapat kita pahami, besar kekuasaan dan keadilan-Nya; walaupun kaya akan kebenaran Ia tidak menindasnya.」 (Ayub 37:23)
Pasal 36 sampai 37 adalah pidato Elihu yang keempat. Ayat 36:1-4 memperkenalkan pidato ini. Di sini Elihu mendesak Ayub untuk memperhatikan apa yang ia katakan. Ia menyatakan bahwa perkataannya benar dan ia sendiri berpengetahuan penuh (ayat 4). Kemudian, ia membahas Allah dari dua sudut pandang. Dalam 36:5-25, ia membahas cara Allah berurusan dengan manusia. Dalam pasal 36, Elihu empat kali berkata 「Ketahuilah! / Sesungguhnya」 (lihat ayat 5, 22, 26, 30), mengawali Elihu mengatakan sesuatu yang penting tentang Allah, kemudian dia akan mengembangkan pidatonya.
Elihu pertama-tama membuktikan bahwa Allah itu mahakuasa dan penuh belas kasihan (ayat 5-10), dan Allah menggunakan penderitaan untuk membimbing manusia. Ada dua kemungkinan tanggapan terhadap ajaran Allah: taat (ayat 11) atau tidak taat (ayat 12). Setiap respons mempunyai konsekuensi. Elihu menampilkan tanggapan-tanggapan ini dan akibat-akibatnya, pertama sebagai tanggapan dari orang-orang fasik (ayat 13-14) dan kemudian dari orang-orang saleh (ayat 15-16). Pada dasarnya orang fasik akan menolak pertolongan Allah dan akhirnya binasa (ayat 13-14). Adapun orang saleh, ketika menghadapi penderitaan, mereka akan berpaling kepada Allah, mencari petunjuk-Nya, taat kepada-Nya, belajar bertumbuh, dan pada akhirnya bertahan di hadirat Allah (ayat 15). Terakhir, Elihu menerapkan pelajaran ini kepada Ayub, memperingatkan dia untuk tidak bertindak seperti orang fasik (ayat 16-21). Dia secara khusus mengingatkan Ayub untuk tidak marah dan mengkritik Allah dengan jahat, agar semua yang dia alami tidak sia-sia.
Melalui kalimat 「Sesungguhnya!」 yang kedua (ayat 22), Elihu ingin mengenalkan dan meneguhkan bahwa Allah adalah guru yang berdaulat dan berhikmat secara supranatural (ayat 22-23), sehingga mengingatkan Ayub bahwa hendaknya ia beribadah kepada Allah, bukannya mengeluh, berkeluh kesah, dan bersungut-sungut, mengasihani dirinya sendiri (ayat 24-25). Penyembahan membantu Ayub mempelajari pelajaran yang Allah ajarkan kepadanya.
Dalam ayat 36:26-37:24, Elihu membahas metode Allah dalam menangani alam, sehingga menekankan kedaulatan dan kebenaran Allah yang disebutkan di atas. Ayat 36:27-33 mungkin menggambarkan pemandangan musim gugur, sedangkan ayat 37:1-13 menggambarkan musim dingin, dan ayat 37:17-18 menggambarkan musim panas. Ucapan Elihu yang ketiga, 「Sesungguhnya!」 (36:26) menarik perhatian manusia pada hikmat Allah yang tak terbatas. Tidak seorang pun dapat memahami sepenuhnya mengapa Dia mengatur cara kerja alam sedemikian rupa (36:29). Kalimat keempat Elihu, 「Sesungguhnya!」 (36:30) memberikan penekanan yang sama: Allah mendatangkan berkat dan kutukan melalui hujan; meskipun manusia belum sepenuhnya memahami kapan dan mengapa fenomena ini terjadi.
Melalui pengelolaan Allah atas alam, Elihu memperkenalkan kedaulatan Allah untuk diwujudkan dalam seluruh ciptaan (36:36-33). Dia terus mengembangkan ide ini di pasal tiga puluh tujuh. Dalam 37:1-13, ia mengutip lebih banyak tindakan Allah di alam yang tidak dapat kita pahami sepenuhnya (ayat 5). Kita dapat mengetahui bahwa semua ini adalah pekerjaan Allah (ayat 7) dan mempunyai tujuan yang berbeda-beda (ayat 13). Elihu kemudian berbalik dan menerapkan ajaran ini pada situasi Ayub (37:14-24). Ia mendorong Ayub untuk merendahkan diri di hadapan Allah (ayat 14-20), dengan mengetahui bahwa meskipun Allah tidak dapat ditemukan oleh manusia, Allah tetap dapat dipercaya dan diandalkan (ayat 21-23).
Dalam empat pidato di atas, Elihu mengemukakan alasan lain atas penderitaan: Allah mempunyai sesuatu untuk diajarkan kepada manusia, dan hal-hal ini hanya dapat dipahami melalui penderitaan. Melalui uraian Elihu, Ayub dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dan pemahaman yang lebih lengkap tentang Allah. Ini di luar jangkauan ketiga temannya. Ketiga sahabat tersebut tidak sepenuhnya memahami situasi Ayub, terutama karena mereka tidak mendapatkan penyingkapan pasal 1-2. Oleh karena itu kita harus selalu rendah hati, karena manusia selalu terbatas.
Ucapan Elihu lebih mendekati kebenaran dan mempersiapkan Allah untuk menyingkapkan diri-Nya yang lebih lengkap di pasal 38-42. Ringkasnya, sahabat Ayub menekankan aspek negatif dari Allah, sedangkan Elihu menekankan aspek positif dari karakter Allah. Elihu melihat Allah sebagai Bapa; yang lain melihat Allah sebagai Hakim. Keduanya dapat dikatakan benar, namun dalam situasi Ayub, yang pertama lebih praktis dibandingkan yang kedua.
Renungkan:
Seandainya Anda berada dalam situasi Ayub, apakah perkataan Elihu akan sampai ke telinga dan hati Anda? Marilah kita membantu orang-orang yang berada dalam kesulitan untuk berpikir tentang Allah yang melakukan keajaiban.
Renungan pemahaman Kitab Ayub
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ayub ditulis oleh Lu Zhuo An (呂焯安) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.