「g」
Oleh Lu Zhuo An (呂焯安)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ayub 15:1-35 [ITB])
1 Maka Elifas, orang Teman, menjawab:
2 「Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong, dan mengisi pikirannya dengan angin?3 Apakah ia menegur dengan percakapan yang tidak berguna, dan dengan perkataan yang tidak berfaedah?
4 Lagipula engkau melenyapkan rasa takut dan mengurangi rasa hormat kepada Allah.5 Kesalahanmulah yang mengajar mulutmu, dan bahasa orang licik yang kaupilih.6 Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri menjadi saksi menentang engkau.
7 Apakah engkau dilahirkan sebagai manusia yang pertama, atau dijadikan lebih dahulu dari pada bukit-bukit?8 Apakah engkau turut mendengarkan di dalam musyawarah Allah dan meraih hikmat bagi dirimu?9 Apakah yang kauketahui, yang tidak kami ketahui? Apakah yang kaumengerti, yang tidak terang bagi kami?10 Di antara kami juga ada orang yang beruban dan yang lanjut umurnya, yang lebih tua umurnya dari pada ayahmu.
11 Kurangkah artinya bagimu penghiburan Allah, dan perkataan yang dengan lemah lembut ditujukan kepadamu?12 Mengapa engkau dihanyutkan oleh perasaan hatimu dan mengapa matamu menyala-nyala,13 sehingga engkau memalingkan hatimu menentang Allah, dan mulutmu mengeluarkan perkataan serupa itu?
14 Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan?15 Sesungguhnya, para suci-Nya tidak dipercayai-Nya, seluruh langitpun tidak bersih pada pandangan-Nya;16 lebih-lebih lagi orang yang keji dan bejat, yang menghirup kecurangan seperti air.
17 Aku hendak menerangkan sesuatu kepadamu, dengarkanlah aku, dan apa yang telah kulihat, hendak kuceritakan,18 yakni apa yang diberitakan oleh orang yang mempunyai hikmat, yang nenek moyang mereka tidak sembunyikan,19 ketika hanya kepada mereka negeri itu diberikan, dan tidak ada seorang asingpun masuk ke tengah-tengah mereka.
20 Orang fasik menggeletar sepanjang hidupnya, demikian juga orang lalim selama tahun-tahun yang disediakan baginya.21 Bunyi yang dahsyat sampai ke telinganya, pada masa damai ia didatangi perusak.
22 Ia tidak percaya, bahwa ia akan kembali dari kegelapan: ia sudah ditentukan untuk dimakan pedang.
23 Ia mengembara untuk mencari makan, entah ke mana. Ia tahu, bahwa hari kegelapan siap menantikan dia.
24 Ia ditakutkan oleh kesesakan dan kesempitan, yang menggagahinya laksana raja yang siap menyergap.
25 Karena ia telah mengedangkan tangannya melawan Allah dan berani menantang Yang Mahakuasa;26 dengan bertegang leher ia berlari-lari menghadapi Dia, dengan perisainya yang berlapis tebal.
27 Mukanya telah ditutupinya dengan lemak, dan lapisan lemak dikenakannya pada pinggangnya;28 ia menetap di kota-kota yang telah hancur, di rumah-rumah yang tidak dapat didiami orang, yang ditentukan untuk tetap menjadi reruntuhan.
29 Ia takkan menjadi kaya dan hartanya tidak kekal, serta miliknyapun tidak bertambah-tambah di bumi.
30 Ia tidak akan luput dari kegelapan, tunasnya akan dilayukan oleh nyala api, dan ia akan dilenyapkan oleh nafas mulut-Nya.
31 Janganlah ia percaya kepada kesia-siaan, akan tertipulah ia, karena kesia-siaan akan menjadi ganjarannya.
32 Sebelum genap masanya, ajalnya akan sampai; dan rantingnyapun tidak akan menghijau.
33 Ia seperti pohon anggur yang gugur buahnya dan seperti pohon zaitun yang jatuh bunganya.
34 Karena kawanan orang-orang fasik tidak berhasil, dan api memakan habis kemah-kemah orang yang makan suap.
35 Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka.」
Ayat Kunci: 「Kurangkah artinya bagimu penghiburan Allah, dan perkataan yang dengan lemah lembut ditujukan kepadamu?」 (Ayub 15:11)
Perikop hari ini membuka dialog putaran kedua antara Ayub dan ketiga temannya (pasal 15 hingga 21). Kita tidak tahu apakah di antaranya ada tenggat waktu. Urutannya sama dengan dialog putaran pertama, Elifas masih memulainya terlebih dahulu, lalu Bildad, dan terakhir Zofar.
Pada pidato putaran kedua, teman-teman Ayub pada dasarnya mempertahankan posisi semula tentang penyebab penderitaan Ayub dan logika cara kerja hubungan antara manusia dan Allah. Namun, suasana hati dan semangat mereka berubah, mereka menjadi semakin memusuhi Ayub. Mereka tampaknya berpikir bahwa Ayub tidak akan bertobat, sehingga mereka mengambil pendekatan yang lebih tidak langsung, menekankan nasib orang jahat, dengan harapan dapat memaksa Ayub untuk bertobat. Tanggapan Ayub sejauh ini tampaknya telah meyakinkan Elifas bahwa ia adalah seorang berdosa yang keras kepala dan sengaja memusuhi Allah.
Elifas menegur Ayub karena ucapannya yang tidak sopan (ayat 1-6) dan karena menganggap dirinya bijaksana dan bersih (ayat 7-16). Ayub sekali lagi dikritik sebagai 「angin」 dan 「angin timur」 (ayat 2-3 「Patutkah seorang yang berbudi memberi perkataan cakap angin akan jawabnya? Patutkah dipenuhinya perutnya dengan angin timur?」 ITL; 8:2 「Berapa lamakah lagi engkau akan berbicara begitu, dan perkataan mulutmu seperti angin yang menderu?」) Angin timur merupakan angin panas destruktif yang bertiup dari padang pasir. Elifas percaya bahwa dosa Ayub menyebabkan dia berbicara dengan sombong. Bagi Elifas, Ayub sedang menghina dia. Karena Ayub yang lebih muda menolak hikmat teman-temannya yang lebih tua, Ayub bertindak tidak hormat dan berpikir bahwa ia mempunyai hikmat yang lebih besar melebihi mereka. Tentu saja Ayub tidak bermaksud seperti itu. Ia hanya mengatakan bahwa ia bijaksana, sama seperti mereka (12:3; 13:2). Ia tidak mengaku tahu mengapa ia menderita seperti itu, namun menyatakan bahwa penjelasan teman-temannya salah dan tidak sesuai dengan apa yang ia alami. Elifas berpikir bahwa doa Ayub kepada Allah adalah pemberontakan melawan Allah (ayat 12-13), namun kenyataannya tidak demikian. Kita perlu berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan yang sama dalam pelayanan kita. Di satu sisi, Elifas benar bahwa semua manusia adalah orang berdosa yang korup (ayat 14); namun di sisi lain, ia salah dalam berpikir bahwa Ayub menderita karena pemberontakannya melawan Allah.
Sebelum mengakhiri pidatonya, Elifas merinci nasib orang fasik (ayat 17-35). Mungkin dia ingin menggunakan bagian ini untuk menakut-nakuti Ayub agar bertobat. Seperti sebelumnya, pijakan wibawa yang dipakai Elifas adalah didasarkan pada pengamatan dan pengalamannya (ayat 17; lih. 4:8). Di dalamnya ia menambahkan hikmat nenek moyang (ayat 18-19; lih. 8:8). Dalam masyarakat kuno, menolak mengikuti tradisi masa lalu dipandang sebagai tanda kebebalan. Orang jahat akan mendapat masalah karena dosanya (ayat 20-25). Ia akan bersusah payah dan menderita sepanjang hidupnya (ayat 20a; lih. 4:22), seperti perempuan yang sedang melahirkan; hari-harinya akan dihitung (ayat 20b; lih. 14:5), dan ia akan terus-menerus ketakutan. (ayat 21a); dirampok pada masa damai (ayat 21b; lih. 1:13-19; 12:6); sering diganggu oleh rasa berdosa (ayat 22a); ketakutan seperti diburu dan dibunuh (ayat 22b); khawatir kebutuhan dasar hidup (ayat 23); sering berada dalam krisis dan kesukaran (ayat 24; lih. 7:14; 9:34; 13:21; 14:20). Ayub mengaku menderita selama ini. Elifas menyiratkan bahwa Ayub memiliki semua ciri orang jahat. Dalam daftar ini, Elifas memberikan penekanan khusus pada permasalahan batin orang jahat.
Ayat 15:20-35 dinyatakan dalam sepasang struktur paralel untuk menekankan atau menyoroti alasan hukuman tersebut.
A. Penghakiman Orang Jahat (15:20-24)
B. Alasan diadili dan dihukum (15:25-26)
B’ Alasan diadili dan dihukum (15:27-28)
A’ Penghakiman Orang Jahat (15:29-35)
Pada dasarnya ada dua alasan mengapa orang jahat dihakimi dan dihukum: pemberontakan dan melawan terhadap Allah (ayat 25-26), serta kesombongan diri (ayat 27-28). Arti dari ayat 28 mungkin adalah 「ia menetap di kota-kota yang telah hancur, di rumah-rumah yang tidak dapat didiami orang, yang ditentukan untuk tetap menjadi reruntuhan,」 dengan demikian ia melanggar kutukan yang ditetapkan atas tempat yang sunyi itu (lihat Yosua 6:26; 1 Raja-raja 16:34). Ayat 29-35, sekali lagi menuliskan tujuh macam hukuman: dia tidak akan beruntung (ayat 29), dia akan binasa (ayat 30a), hasil seluruh jerih payahnya akan hilang (ayat 30b), dan dia akan mati sebelum waktunya (ayat 31-32a, lih. 4:8), kegagalan (ayat 32b-33), tidak membuahkan hasil (ayat 34; lih. 3:7; 4:21; 8:22), menipu diri sendiri (ayat 31).
Baik bagian awal (ayat 20 「Orang fasik bekerja keras dengan rasa sakit sepanjang hidupnya」 KJV) maupun akhir (ayat 35 「Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka」) mengacu pada kehamilan sebagai perbandingan. Uraian tentang penghakiman dan hukuman ini tidak serta merta disusun seperti di atas. Ciri-ciri puisi yang paralel sering kali menggunakan persamaan deskripsi untuk memperkuat aspek ekspresi tertentu.
Renungkan:
Elifas selalu berada dalam posisinya sendiri untuk menilai tanggapan Ayub. Bagaimana hal ini menginspirasi Anda? Menurut Anda apa yang harus menjadi langkah pertama dalam belajar menempatkan diri pada posisi orang lain?
Renungan pemahaman Kitab Ayub
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ayub ditulis oleh Lu Zhuo An (呂焯安) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.