「Allah lebih besar dari manusia」
Oleh Lu Zhuo An (呂焯安)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ayub 33:1-33 [ITB])
1 「Akan tetapi sekarang, hai Ayub, dengarkanlah bicaraku, dan bukalah telingamu kepada segala perkataanku.2 Ketahuilah, mulutku telah kubuka, lidahku di bawah langit-langitku berbicara.3 Perkataanku keluar dari hati yang jujur, dan bibirku menyatakan dengan terang apa yang diketahui.
4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
5 Jikalau engkau dapat, jawablah aku, bersiaplah engkau menghadapi aku, pertahankanlah dirimu.
6 Sesungguhnya, bagi Allah aku sama dengan engkau, akupun dibentuk dari tanah liat.
7 Jadi engkau tak usah ditimpa kegentaran terhadap aku, tekananku terhadap engkau tidak akan berat.
8 Tetapi engkau telah berbicara dekat telingaku, dan ucapan-ucapanmu telah kudengar:
9 Aku bersih, aku tidak melakukan pelanggaran, aku suci, aku tidak ada kesalahan.
10 Tetapi Ia mendapat alasan terhadap aku, Ia menganggap aku sebagai musuh-Nya.
11 Ia memasukkan kakiku ke dalam pasung, Ia mengawasi segala jalanku.
12 Sesungguhnya, dalam hal itu engkau tidak benar, demikian sanggahanku kepadamu, karena Allah itu lebih dari pada manusia.
13 Mengapa engkau berbantah dengan Dia, bahwa Dia tidak menjawab segala perkataanmu?
14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.
15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,16 maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran17 untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang,18 untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing.
19 Dengan penderitaan ia ditegur di tempat tidurnya, dan berkobar terus-menerus bentrokan dalam tulang-tulangnya;20 perutnya bosan makanan, hilang nafsunya untuk makanan yang lezat-lezat;21 susutlah dagingnya, sehingga tidak kelihatan lagi, tulang-tulangnya, yang mula-mula tidak tampak, menonjol ke luar,22 sampai nyawanya menghampiri liang kubur, dan hidupnya mendekati mereka yang membawa maut.
23 Jikalau di sampingnya ada malaikat, penengah, satu di antara seribu, untuk menyatakan jalan yang benar kepada manusia,24 maka Ia akan mengasihaninya dengan berfirman: Lepaskan dia, supaya jangan ia turun ke liang kubur; uang tebusan telah Kuperoleh.
25 Tubuhnya mengalami kesegaran seorang pemuda, ia seperti pada masa mudanya.
26 Ia berdoa kepada Allah, dan Allah berkenan menerimanya; ia akan memandang wajah-Nya dengan bersorak-sorai, dan Allah mengembalikan kebenaran kepada manusia.
27 Ia akan bernyanyi di depan orang: Aku telah berbuat dosa, dan yang lurus telah kubengkokkan, tetapi hal itu tidak dibalaskan kepadaku.
28 Ia telah membebaskan nyawaku dari jalan ke liang kubur, dan hidupku akan melihat terang.
29 Sesungguhnya, semuanya ini dilakukan Allah dua, tiga kali terhadap manusia:30 mengembalikan nyawanya dari liang kubur, sehingga ia diterangi oleh cahaya hidup.
31 Perhatikanlah, hai Ayub, dengarkanlah aku, diamlah, akulah yang berbicara.
32 Jikalau ada yang hendak kaukatakan, jawablah aku; berkatalah, karena aku rela membenarkan engkau.
33 Jikalau tidak, hendaklah engkau mendengarkan aku; diamlah, aku hendak mengajarkan hikmat kepadamu.」
Ayat Kunci: 「Ia telah membebaskan nyawaku dari jalan ke liang kubur, dan hidupku akan melihat terang.」 (Ayub 33:28)
Setelah Elihu menyatakan alasan mengapa dia ingin berbicara (32:6-22), di pasal 33, dia menyampaikan pidato pertamanya kepada Ayub. Tujuan dari keseluruhan pidatonya adalah untuk mencoba menjelaskan kepada Ayub mengapa Allah tidak menjawabnya. Elihu berkata bahwa banyak hal yang ingin dia katakan. Singkatnya, ia mengatakan kepada Ayub bahwa Allah tidak tinggal diam seperti yang dikatakan Ayub, namun Ia berbicara kepada nenek moyang melalui mimpi dan penyakit (ayat 15-16). Allah tidak menggunakan penderitaan untuk menghukum Ayub sebagai orang berdosa. Allah ingin menggunakan penderitaan untuk mencegah Ayub dari kematian, oleh karena itu, Allah sungguh berbelas kasihan kepada Ayub. Ketiga sahabat tersebut percaya bahwa tujuan penderitaan adalah hukuman, dan istri Ayub mengatakan bahwa penderitaan Ayub disebabkan oleh ketidakadilan Allah. Kini Elihu memberikan jawaban ketiga: Allah mengajar Ayub melalui penderitaan. Dia percaya bahwa tujuan penderitaan adalah untuk mengajar. (Meskipun ini bukan satu-satunya tujuan, hal ini tentunya merupakan salah satu tujuan, lihat 2 Korintus 12:19 「semua ini, saudara-saudaraku yang kekasih, terjadi untuk membangun iman kamu」).
Ayat 1-7 mengatakan bahwa Elihu meminta Ayub mendengarkan perkataannya, lalu Elihu terlebih dahulu merangkum apa yang Ayub katakan (ayat 8-13). Ia menjelaskan bahwa Allah menyampaikan pesan-pesan-Nya melalui mimpi, penglihatan (ayat 14-18), dan penderitaan (ayat 19-28). Ayub mendapat pengalaman wahyu dalam mimpi (7:14); Elihu percaya bahwa hal ini untuk melindungi Ayub agar tidak terjerumus ke dalam perilaku dan sikap yang salah, terutama kesombongan (ayat 17). Dalam keadaan sakit dan penderitaan, orang merasa semakin dekat dengan kematian, sehingga menyebabkan mereka mengevaluasi kembali kehidupan mereka. Jika mereka merespons dengan tepat, mereka dapat memperdalam hubungan mereka dengan Allah. Malaikat adalah utusan Allah, yang ditugaskan untuk mendatangkan penyakit dan pemulihan kepada manusia (ayat 23; lih. 5:1; 9:33). Kata 「tebusan」 di ayat 24 mungkin mengacu pada pertobatan orang yang dalam penderitaan, dan 「melihat terang」 (ayat 28) berarti kehidupan dan masih hidup. Ayat 29-33 merangkum pidato Elihu.
Perbandingan pandangan Elihu dan ketiga sahabat Ayub:
| Elihu | Tiga sahabat Ayub |
|---|---|
| Penderitaan dapat menyebabkan kejahatan | Kejahatan menyebabkan penderitaan |
| Penderitaan memiliki fungsi pelindungan | Penderitaan adalah pembalasan |
| Penderitaan adalah pendidikan | Penderitaan adalah hukuman |
| Ayub perlu memperhatikan dan belajar | Ayub perlu bertobat |
| Allah memulai pemulihan | Pemulihan harus dimulai oleh Ayub |
Siapa yang benar? Ayat-ayat Alkitab lain mengungkapkan bahwa Allah menggunakan penderitaan untuk dua tujuan: untuk menghukum orang berdosa dan untuk menghasilkan pertumbuhan rohani. Dalam beberapa kasus Dia mungkin memiliki tujuan ini, dan dalam kasus lain Dia mungkin memiliki tujuan lain. Jadi di sisi lain, perkataan Elihu dan ketiga sahabatnya ada sebagian tidak benar; Ayub bukanlah orang yang berdosa besar, dan terkadang Allah campur tangan secara langsung terhadap individu dan dalam pengalaman seseorang.
Renungkan:
Seandainya Anda berada dalam situasi Ayub, apakah perkataan Elihu akan masuk ke telinga dan hati Anda? Menurut Anda apa langkah pertama yang harus dilakukan untuk membantu berpikir seseorang yang berada dalam kesulitan?
Renungan pemahaman Kitab Ayub
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ayub ditulis oleh Lu Zhuo An (呂焯安) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.