「Penghakiman Ke-2 atas Israel, (2) Ibadah Mencari Perkenan Manusia」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amos 4:4-5 [ITB])
4 「Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga! 5 Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?」 demikianlah firman Tuhan ALLAH.
Betel merupakan tempat penting dalam sejarah Israel. Ketika Abraham sampai di Kanaan, ia membangun sebuah mezbah bagi Allah di Betel (Kej. 12:8). Betel secara khusus terkait dengan Yakub leluhur Israel (ia juga bernama Israel); Esau ditipu hak kesulungannya menyebabkan dia hendak membunuh Yakub setelah Ishak ayahnya meninggal, dan Yakub melarikan diri dari rumah ayahnya ketika dia tahu hal itu. Di perjalanan, di Betel ia bermimpi bertemu utusan Allah, dan kemudian mendirikan sebuah mezbah di sana (Kej. 35:3). Ketika umat Allah terbagi menjadi dua kerajaan utara dan selatan, raja Israel Yerobeam dari Utara mendirikan tempat penyembahan di Betel, dia melakukan ini bukan karena dia mendapat perintah Allah, juga bukan karena dia memberikan perhatian bagi kesalehan dan kebaikan untuk umat Israel; Dia melakukannya karena dia takut orang-orang akan pergi ke tanah Yehuda (selatan) untuk menyembah TUHAN dan hati mereka berpaling kepada kerajaan Yehuda, yang pada akhirnya mereka akan membunuh dia. Dia ingin tempat penyembahan di Betel dan Dan menggantikan Bait Suci Yerusalem, ia juga membuat dua anak lembu emas (berhala), menentukan sendiri suatu hari raya, mengangkat sendiri para imam, dan ia sendiri naik tangga mezbah itu mengorbankan persembahan (1 Raj. 12:26-33), dia melakukan semuanya demi keuntungannya sendiri sehingga agama negara Israel (utara) sejak awal bercampur aduk, tidak menaati perintah Allah, tidak lagi seperti yang dilakukan umat Allah yang patuh ketika meninggalkan Mesir.
Gilgal adalah tanah perkemahan pertama ketika orang-orang Israel menyeberangi Sungai Yordan untuk memasuki Kanaan, di mana mereka mendirikan batu monumen untuk mengingat rahmat anugerah Allah (Yosua 4:20-24), di sana mereka disunat (Yosua 5:7-9) , Mereka ada di sana untuk pertama kalinya untuk merayakan Paskah setelah memasuki tanah Kanaan (5:10-12). Gilgal adalah tempat kudus yang memiliki makna sejarah penting dan bernilai bagi umat Israel.
TUHAN menunjukkan: orang Israel pergi ke Betel dan Gilgal untuk beribadah dan memberikan korban, kelihatannya mereka seperti menyembah Allah, tetapi kenyataannya mereka berdosa dan hanya menambah dosa karena motivasi mereka salah – untuk menyenangkan hati orang, bukan untuk menyenangkan Allah dan berkenan kepada-Nya.
Dalam hanya dua ayat saja sudah terdapat enam tindakan 「kamu」, termasuk 「(kamu) datanglah ke Betel …」, 「korban sembelihanmu」, 「persembahan persepuluhanmu」, 「 bakarlah korban syukur(mu) dari roti yang beragi 」「korban syukur dari roti yang beragi」, 「persembahan-persembahan sukarela(mu)」, 「yang demikian kamu sukai」, TUHAN melihat Israel pergi menyembah ke Betel adalah sebagai dosa, dan menekankan bahwa semua ini adalah korban persembahan orang Israel, dan tutup mulut sama sekali tidak menyebut itu sebagai pengorbanan yang berkenan kepada Allah. Korban-korban persembahan itulah yang dipandang berharga oleh orang-orang Israel ketika mereka pergi ke Betel atau Gilgal, setiap pagi mereka mempersembahkan korban, tiga hari setelah kedatangan mereka memberikan persembahan persepuluhan, sangat teliti tidak kurang satupun; menurut aturan Imamat, korban sajian kepada Allah harus tidak beragi (Im. 2:11). Dalam persembahan korban syukur, bagian yang dipersembahkan kepada Allah tidak beragi, tetapi bagian untuk dirinya dan imam harus menggunakan ragi (Im. 7:11-12); korban persembahan sukarela, daging yang dikorbankan dibagikan kepada orang, tetapi ketika mereka berbagi korban syukur dan korban sukarela, mereka menitikberatkan urusan berbagi itu dengan orang seolah-olah menyiarkan dan memaklumkan agar semua orang tahu, berharap semua orang mendengar, ini adalah alasan utama mereka pergi ke Betel dan Gilgal. Orang Israel melakukan apa yang mereka sukai, bukan untuk menyukakan hati Tuhan, titik awal beribadah yang salah, bukan saja tidak dapat berkenan menyenangkan hati Tuhan (tujuan ibadah yang sejati), mereka menumpuk rasa muak Tuhan kepada mereka. Apa yang berkenan kepada Tuhan? 「Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan」 (1 Sam. 15:22)
Renungkan:
Hari ini bagaimana sikap orang percaya menyembah Allah? Apakah kita melakukannya sesuai kehendak dan perintah Allah?Apakah kita memandang berharga ibadah mingguan? Apakah memberikan persembahan persepuluhan yang sepatutnya? Apakah kita mempersembahkan tubuh sebagai korban yang hidup kepada Allah?
Ketika orang percaya merancang dan memperbarui cara ibadah apakah demi menyenangkan diri sendiri atau Tuhan?
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan pemahaman Kitab Amos
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.